<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127</id><updated>2011-07-08T04:02:45.518-07:00</updated><category term='Qur&apos;an dan Hadits - القرآن و الحديث'/><category term='Kegiatan Santri - أنشطة الطلاب'/><category term='Informasi - المعلومات'/><category term='Wawasan - الثقافة'/><category term='Sastra Islam - الأدب الإسلامي'/><category term='Dakwah - الدعوة'/><category term='Sirah - السيرة'/><category term='Hukum - أحكام الشريعة'/><category term='Nasehat - النصيحة'/><category term='Tauhid - التوحيد'/><category term='Rekreasi - الرحلة'/><category term='Tuntunan Shalat - كيفية الصلاة'/><category term='Akhlak - الأخلاق'/><category term='Berita - الأخبار'/><category term='Fatwa - الفتاوى'/><title type='text'>Aliansi Mahasiswa Dan Alumni Daud Khalifatullah</title><subtitle type='html'>Media Silaturrahmi Generasi Bertauhid</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-1487648868510264916</id><published>2009-12-26T09:14:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T09:35:33.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum - أحكام الشريعة'/><title type='text'>Hijab Before Hisab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SzZIQ0ot7qI/AAAAAAAAAEg/fZojm--ervk/s1600-h/hijab-our-right.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 299px; height: 284px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SzZIQ0ot7qI/AAAAAAAAAEg/fZojm--ervk/s400/hijab-our-right.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419598655431503522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Ahmad Farisi (Abu Abdillah Faris)&lt;br /&gt;www.ahmadfarisi.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Engkau yang bergelar Muslimah…Wahai Engkau wanita yang merindukan sorga… sudahkah jilbab kebesaranmu engkau kenakan? Atau sudahkah Engkau berazam akan memakai jilbabmu? Jangan Engkau jadikan jilbabmu sebagai kain simpanan yang hanya dipakai pada acara-acara tertentu. Renungkanlah perjuangan saudari-saudarimu di Prancis, Kanada dan Negara-negara minoritas Muslim lainnya. Bagi mereka untuk bisa memakai jilbab adalah sebuah perjuangan yang panjang dan melelahkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka mau melakukannya?  karena mereka yakin bahwa memakai jilbab adalah sebuah tuntutan agama. Bukan karena mereka mengikuti trend atau mode belaka, karenanya segala rintangan yang mereka hadapi tidak akan mampu menggoyahkan tekadnya, sebaliknya justru semakin memperkokoh keimanannya. Perhatikanlah wahai Muslimah Firman Alloh swt di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Alloh swt Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/span&gt; (Qs. Al-Ahzab: 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Engkau mengetahui ada perintah untuk mengenakan jilbab, masihkah ada yang menganggap bahwa jilbab hanyalah budaya atau adat? Ingatlah…! Sesungguhnya jilbab bagimu adalah wajib sepertimana kewajiban shalat lima waktu dalam sehari. Jilbab bagimu adalah sebuah identitas sebagai seorang Muslimah, karenanya engkau mudah dikenal dan tidak diganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wanita Yang Suka Memamerkan Tubuhnya Tidak Akan Mencium Bau Sorga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muslimah yang takut akan dosa… Tutuplah auratmu. Pakailah hijabmu sebelum datang masa hisabmu. Sungguh hari penghisaban adalah hari-hari yang sangat mengerikan, adapun penyesalan setelah datangnya hari penghisaban adalah sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh saw bersabda: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk sorga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau sorga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.”&lt;/span&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas dikatakan ada dua golongan yang tidak mencium bau sorga. Mencium saja tidak apalagi masuk ke dalamnya – nau’dzubillahi min dzalik – padahal bau sorga dapat dicium dari jarak yang sangat jauh. Wanita yang berpakaian akan tetapi tidak menutupi auratnya adalah seperti wanita yang berpakaian namun telanjang. Karena tujuan berpakaian adalah untuk menutupi aurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berpakaian menutup aurat, bukan hanya memakai jilbab atau pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya. Akan tetapi juga menghindari pakaian yang tipis atau ketat yang masih menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,”&lt;/span&gt; sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menghindari pekaian yang tipis dan ketat juga harus dihindari berpakaian yang berlebihan, seperti berpakaian yang terlalu mewah dan memamerkan perhiasannya, karena hal itu dapat menyebabkan pamer dan riya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya..”&lt;/span&gt; [An Nuur:31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sudah mengenakan Jilbab, keep your hijab…! Mari ajak anak-anak perempuanmu, ibumu, saudari-saudarimu, bibi-bibimu dan Muslimah yang lain untuk mengenakannya. Semoga keluraga kita bukan termasuk golongan orang yang tidak mencium bau sorga. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-1487648868510264916?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/1487648868510264916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/12/hijab-before-hisab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/1487648868510264916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/1487648868510264916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/12/hijab-before-hisab.html' title='Hijab Before Hisab'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SzZIQ0ot7qI/AAAAAAAAAEg/fZojm--ervk/s72-c/hijab-our-right.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-6095545678515216007</id><published>2009-12-24T10:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T10:45:47.619-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi - المعلومات'/><title type='text'>Lelaki Keledai Dan Wanita Celaka</title><content type='html'>Hati-hati berbicara dan menulis kata-kata….ALLAH kuasa membalasnya seketika itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah kisah yang terjadi di Mesir dan sempat dimuat oleh majalah yang terbit di Mesir, Al Majallah dan Al Manar serta berbagai media massa lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah 1 : Lelaki Keledai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan diekspos oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.&lt;br /&gt;Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas Mesir, berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, “Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!.”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menit pun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan sembari berkata kepada rekan-rekannya, “Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, “Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu.” Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil ‘aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia masuk rumah, dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke ‘Wastapel’ di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal ini, Dr.’Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, “Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati ?!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Majalah “al-Majallah”, volume bulan Shafar 1423 H sebagai yang dinukil oleh Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya “Nihâyah azh-Zhâlimîn”, Seri ke-9, h.73-74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah 2 : Wanita celaka….Ketika Allah mengabulkan permintaan ‘vila’nya di neraka….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini ditulis oleh redaksi majalah Al-Manar, Mesir. Ia mengisahkan, “Musim panas merupakan ujian yang cukup berat bagi seorang muslimah. Ia dituntut untuk tetap mempertahankan pakaian kesopannanya. Gerah dan panas tak lantas menjadikan mereka menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan jilbab, kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki manfaat multi fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari kairo ke Alexandria, di sebuah mikrobus, ada seorang gadis muda yang berpakaian kurang layak untuk di deskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja, cara berpakaiannya mengundang “perhatian” orang didalam mikrobus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa cara berpakaiannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tidak baik bagi dirinya sendiri. Di samping mengingatkan bahwa cara berpakaian seperti itu melanggar aturan syar’i. Orang tua tersebut berbicara agak hati-hati dan pelan-pelan, sebagaimana layaknya seorang bapak berbicara kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa respon perempuan muda tersebut ? rupanya dia tersinggung lalu ia mengekspresikan kemarahannya dengan berkata, “Jika memang bapak mau, ini ponsel saya, tolong pesankan saya tempat di neraka tuhan anda !” Orang tua tersebut hanya bisa beristighfar sembari mengelus dadanya; kasihan nian gadis itu, semoga Allah memberinya hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik berikutnya suasana begitu senyap, penumpang mikrobus mulai terlelap dalam kantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sampailah perjalanan di ujung tujuan. Kini para penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi terhalangi oleh perempuan muda itu yang masih terlihat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangunkan saja !” teriak seorang penumpang.&lt;br /&gt;“Iya bangunkan saja” teriak penumpang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perempuan muda tersebut tetap bungkam. Salah seorang penumpang lain mencoba mendekati si perempuan muda tersebut dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Astaghfirullahal ‘Azhim ! Apakah yang terjadi ? ternyata perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi, ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan NERAKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan seisi Mikrobus berucap Istighfar sembari menggeleng-gelengkan kepala. Sebuah akhir kehidupan yang menakutkan; mati dalam keadaan menantang ALLAH. Apakah Allah langsung memenuhi permintaan ‘vila’nya untuk tinggal di neraka sana ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca kisah di atas mungkin pembaca ada yang bertanya-tanya dalam hati. Mengapa Mesir yang terkenal dengan al Azhar dan banyak ulama ada orang yang berani mengatakan demikian??? Maka perlu diingat bahwa orang yang pernah mengaku dirinya Tuhan juga ada di Mesir, yaitu Fir’aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang mengatakan bahwa Mesir baina Naar wa Nuur antara api dan cahaya, sama-sama mengeluarkan sinar, tapi yang satu bisa membakar dan yang satu menerangi. Atau ada orang yang mengatakan bahwa Mesir antara Moses dan Ramsis, antara Musa dan Fir’aun, maka penduduknya pun ada yang bijak seperti Musa dan ada yang jahat seperti Fir’aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ungkapan yang sering dilontarkan ketika penerimaan dan orientasi mahasiswa baru adalah “al qahirah, fa in lam taqharha qoharotka” Kairo atau Sang Penakluk, apabila Anda tidak bisa menaklukkannya maka Anda yang akan ditaklukkan. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa baru bisa terarah jalannya dan tidak terlena dengan kehidupan baru Kairo, Mesir.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-6095545678515216007?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/6095545678515216007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/12/lelaki-keledai-dan-wanita-celaka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6095545678515216007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6095545678515216007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/12/lelaki-keledai-dan-wanita-celaka.html' title='Lelaki Keledai Dan Wanita Celaka'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-885167640670583435</id><published>2009-12-21T09:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T09:41:01.565-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuntunan Shalat - كيفية الصلاة'/><title type='text'>Do'a Dan Bacaan Dalam Shalat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Doa-Doa Iftitah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW membuka bacaan dengan doa-doa yang banyak dan bermacam-macam. Beliau SAW memuji Alloh, mengagungkanNya dan menyanjungNya. Rasulullah telah memerintahkan demikian kepada orang yang tidak benar sholatnya. Beliau bersabda ”Tidak sempurna sholat seseorang sehingga ia bertakbir, bertahmid dan menyanjungNya serta membaca ayat-ayat al-Qur’an yang dihapal.” (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bacaan iftitah (pembukaan), terkadang Beliau SAW membaca doa sebagai berikut:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allahumma ba’id baini wa baina khotoyaya kama ba’adta bainal masyriki wal maghribi, Allahumma naqqini min khotoyaya kama yunaqqo atstsaubul abyadu minad danas, Allahummaghsilni min khotoyaya bil ma’i was tsalji wal barodi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Allahu akbar kabiiraa wal-hamdulillahi katsiiraa wa subhaanallahi bukrotan wa atsiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawati wal ardha haniifan muslimaan wa maa ana minal-musyrikiin. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi robbil’aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Subhaanaka Allohumma wabihamdika wa tabaarakasmuka wadduka walaa ilaha ghoiruka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang artinya ”Mahasuci Engkau ya Alloh, Maha Terpuji Engkau, Mahamulia Engkau serta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahatinggi kehormatanMu dan tiada tuhan selain Engkau (HR Ibnu Mundih dan Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Tata Cara Bacaan Dalam Sholat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membaca Ta’awwudz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW membaca ta’awwudz dengan mengucapkan ”A’udzubillah minasyaithonirrojim min hamazihi wanafkhihi wanafatsihi” (Aku berlindung kepada Alloh darigodaan setan yang terkutuk dari semburannya, kesombongannya, dan embusannya) (HR Abu Daud, Ibnu Majah, Daruquthni &amp;amp; Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang Beliau SAW menambahinya dengan ”A’udzubillahis-samii’il’alim minasysyaithoonirrojim” (Aku berlindung kepada Alloh Yang Mahamendengan lagi Mahamengetahui dari godaan setan yang terkutuk) (HR Abu Daud, Tirmidzi &amp;amp; Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Beliau SAW membaca ”Bismillahir-rahman-nirrahim” (Dengan nama Alloh Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang) (dengan tanpa mengangkat/mengeraskan suara). (HR Bukhari, Muslim &amp;amp; Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membaca Surat al-Faatihah, Ayat per Ayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW membaca surat al-Faatihah dengan memotong setiap ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bismillaahir-rahmanir-rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Alhamdulillaahirab-bil’aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sampai dengan akhir ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Rasulullah SAW membaca al-Fatihah sampai akhir surah. Beliau SAW tidak menyambung ayat dengan ayat berikutnya. Demikian yang diriwayatkan Abu Daud dan Sahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membaca al-Faatihah Sebagi Rukun Dan Keutamaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau selalu mengagunggkan surat ini dengan sabdanya ”Tidak sah sholat seseorang apabila belum membaca surah al-Faatihah (dan seterusnya). (HR Bukhari, Muslim dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengeraskan Bacaan Bagi Makmum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Rasulullah SAW membolehkan makmum membaca al-Fatihah dengan keras. Akan tetapi pada suatu sholat Subuh Beliau SAW merasa terganggu oleh bacaan seorang makmum. Setelah selesai sholat Beliau SAW bersabda ”Apakah kalian tadi ikut membaca bacaan imam?” Mereka menjawab “Benar, akan tetapi dengan cepat wahai Rasulullah” Rasulullah berkata “Janganlah kalian lakukan kecuali kalian membaca al-Fatihah. Sesungguhnya tidak sah sholat seseorang kecuali membacanya.” (HR Bukhari, Abu Daud &amp;amp; Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemudian membaca cara ini dilarang oleh Nabi SAW. Yaitu ketika Rasulullah SAW kembali dari sholat jahr (sholat yang dibolehkan membaca al-Qur’an dengan keras). Dalam sebuah riwayat dikatakan pertisiwa itu terjadi pada sholat Subuh. Beliau bersabda ”Adakah tadi kalian mengikutiku membaca al-Qur’an dengan suara keras?” Seseorang menjawab ”Aku wahai Rasulullah” Nabi SAW berkata ”Kenapa ada yang membaca demikian sehingga mengganggu bacaanku?” Abu Hurairah berkata ”Maka para sahabat berhenti membaca al-Qur’an dengan keras dalam sholat dimana Rasulullah mengeraskan bacaannya ketika mereka mendengar teguran dari Rasulullah. (Mereka membaca tanpa suara pada sholat dimana imam tidak mengeraskan bacaan)” (HR Malik, Humaidi, Abu Daud dan Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berdiam saat imam membaca al-Qur’an menjadi syarat kesempurnaan bermakmum. Rasulullah SAW bersabda ”Sesungguhnya dijadikannya imam itu agar diikuti oleh makmum,maka apabila mengucapkan takbir, ikutilah mengucapkan takbir. Janganlah membaca al-Qur’an, diam dan dengarkanlah.” (HR Abu Daud, Muslim &amp;amp; Abu Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu makmum yang mendengarkan bacaan imam tidak perlu lagi turut membacanya. Sabda Rasulullah SAW ”Barang siapa yang sholat bermakmum maka bacaan imam adalah menjadi bacaannya juga.” (HR Daruquthni, Ibnu Majah &amp;amp; Ahmad). Ini untuk sholat-sholat yang jahr (imam mengeraskan bacaannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kewajiban Membaca Tanpa Suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada sholat-sholat yang harus membaca tanpa suara, Rasulullah SAW telah menetapkan kehaursan membaca al-Qur’an padanya. Jabir berkata ”Kami membaca al-Faatihah dan surah al-Qur’an pada sholat Dzuhur dan Ashar dibelakang imam pada dua rakaat pertama, sedangkan pada dua rakaat berikutnya membaca al-Faatihah (saja).”(Riwayat Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Imam Mengucapkan Amin Dengan Mengangkat Suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Bukhari dan Abu Daud disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW selesai membaca al-Faatihah, Beliau SAW mengucapkan amin dengan suara jelas dan panjang. Orang-orang yang bermakmumpun dianjurkan untuk mengucapkannya. Sabda Beliau SAW ”Apabila imam sholat mengucapkan ”Ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaaliin” maka katakanlah ”Amin”. (Sesungguhnya malaikiat berkata ”Amin” dan imampun mengucapkan ”Amin”).Dalam lafal lain disebutkan bahwa jika seorang imam sholat mengucapkan amin, makaikutilah dengan mengucapkan amin. Apabila ucapan amin itu bersama dengan ucapan malaikat, (Dalam lafal lain disebutkan : Apabila seseorang mengucapkan amin dalam sholat, dan para malaikat di langit mengucapkan amin dengan bersamaan) niscaya dosa-dosanya akan diampuni.” (HR Bukhari, Muslim &amp;amp; Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga bersabda ”Tidak ada suatu yang paling menjadikan orang-orang Yahudi iri kepada kalian kecuali ucapan salam dan amin (dibelakang imam).” (HR Bukhari, Ibnu Majah dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bacaan Setelah Membaca al-Faatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca al-Faatihah, Rasulullah SAW membaca surah lainnya. Terkadang membaca surah panjang dan kadang surah pendek karena suatu penyebab seperti sedang dalam perjalanan, sakit batuk atau sakit lainnya. Atau mendengar tangis anak kecil sebagaimana yang disebutkan oleh Anas bin Malik ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Boleh Hanya Membaca al-Faatihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’adz pernah sholat Isya berjamaah dengan Rasulullah SAW di akhir waktu, lalu pulang. Disana ia sholat lagi bersama sahabat-sahabatnya sebagai imam. Dalam jamaah itu terdapat seorang anak muda bernama Sulaim dari bani Salamah. Anak muda itu merasakan sholatnya terlalu lama, maka ia keluar dan sholat sendiri di pojok masjid. Usai sholat ia bergegas keluar masjid dan menunggang untanya langsung meninggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sholat Mu’adz diberitahu akan kejadian ini. Ia berkata ”Sungguh hal ini perbuatan munafik!. Aku akan laporkan apa yang diperbuatnya kepada Rasulullah.” Anak muda itu juga berkata ”Aku juga akan adukan apa yang dilakukan kepada Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya mereka datang kepada Rasulullah. Mu’adz mengadukan apa yang dilakukan anak muda itu, dan anak muda itupun melaporkan apa yang diperbuat oleh Mu’adz. Ia berkata ”Wahai Rasulullah dia telah sholat yang lama denganmu. Lalu ia pulang dan mengimami kami dengan lama”. Rasulullah menjawab ”Wahai Mu’adz akankah engaku membuat fitnah?” Rasulullah bertanya kepada anak muda itu ”Apa yang engkau lakukan dalam sholatmu?” Ia menjawab ”Aku membaca al-Faatihah, lalu berdoa memohon surga kepada Allah, dan berlindung dari siksa neraka. Aku tidak tahu apa yang engaku baca dengan suara lirih dan yang dibaca Mu’adz” Nabi menyahut ”Aku dan Mu’adz seperti ini (telunjuk dan jari tengah).” Anak muda itu berkata ”Akan tetapi Mu’adz akan tahu kalau musuh datang, sedangkan mereka telah diberitahu bahwa musuh telah datang di tempat mereka.” Orang yang meriwayatkan hadits ini berkata ”Kaum tersebut kemudian datang menyerang dan anak muda itu gugur sebagai syahid. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada Mu’adz ”Setelah peristiwa itu bagaimana kamu dengan orang yang mengadukanmu kepadaku?” Mu’adz menjawab ”Wahai Rasulullah, Allah Mahabenar dan saya keliru. Anak muda itu telah gugur sebagai syahid.” (HR Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Ahmad, Abu Daud, Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Membaca al-Faatihah Dengan Suara Keras dan Tanpa Suara Pada Sholat Lima Waktu Dan Sholat Lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sholat Subuh dan pada rakaat pertama dan kedua pada sholat Maghrib dan ’Isya Rasulullah SAW membaca al-Faatihah dan surah lainnya dengan suara keras. Sedangkan pada sholat Dzuhur dan Ashar Beliau SAW membacanya dengan tanpa suara. Para sahabat mengetahui apa yang dibaca oleh Rasulullah SAW dalam sholat-sholat yang tanpa suara dari gerakan jenggotnya dan terkadang Nabi SAW sendiri memperdengarkan bacaannya. Demikian penjelasan Bukhari dan Abu Daud. Beliau SAW juga membaca dengan mengangkat (mengeraskan) suara pada sholat Jum’at , ’Idul Fitri, ’Idul Adha, Istisqa’ (sholat meminta hujan), dan sholat Kusuf (gerhana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Bacaan-Bacaan Sholat Nabi SAW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan sholat Rasulullah SAW bermacam-macam. Kadang Nabi SAW membaca surat ar-Rum (60 ayat), kadang ash-Shaffat (182 ayat), kadang surat Zalzalah (7 ayat) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Bacaan Tartil dan Memerdukan Suara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah terhadap Rasulullah SAW adalah agar membaca al-Qur’an dengan tartil, tidak pelan, dan tidak terlalu cepat. Tetapi dibaca kalimat per kalimat sehingga bacaan satu surah lebih lama daripada dibaca dengan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau SAW bersabda ”Kelak akan dikatakan kepada orang yang membaca al-Qur’an ”Bacalah, telitilah dan tartillah sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah diakhir ayat yang engkau baca.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menyuruh para sahabatnya untuk membaca al-Qur’an dengan suara merdu dalam sabdanya ”Hiasilah al-Qur’an dengan suaramu. Sesungguhnya suara yang bagus dapat menjadikan al-Qur’an bertambah indah.” (HR Bukhari, Abu Daud &amp;amp; Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda ”Sesungguhnya orang yang bagus suaranya adalah apabila engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengarkan suara bacaan al-Qur’an sedangkan kamu mengira bahwa dia adalah orang yang takut kepada Allah.” (HR Thabrani, Ibnu Mubarak &amp;amp; Abu Nu’aim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Membetulkan Bacaan Imam Yang Salah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Daud, Ibnu Hibban dan Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menyuruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membetulkan imam yang salah membaca al-Qur’an. Beliau pernah melakukan sholat dan salah dalam membaca al-Qur’an. Usai sholat Beliau bertanya kepada Ubay, ”Apakah engkau sholat bermakmum dengan saya?” Ubay menjawab ”Benar” Beliau menimpali ” Kenapa tidak membetulkan bacaanku yang salah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Berta’awwudz Dan Meludah Saat Sholat Untuk Menghilangkan Gangguan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Muslim dan Ahmad disebutkan bahwa Utsman bin Abi ’Ash berkata kepada Rasulullah SAW ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menggangguku ketika aku membaca al-Qur’an saat sholat sehingga sholatku kacau.” Rasulullah SAW bersabda ”Itulah setan yang bernama Khinzib. Jika engkau merasakan keahdirannya, bacalah ta’awwudz dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali.” Utsman berkata ”Aku kemudian melakukannya sehingga Allah mengeyahkan setan dariku.” &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-885167640670583435?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/885167640670583435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/12/doa-dan-bacaan-dalam-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/885167640670583435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/885167640670583435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/12/doa-dan-bacaan-dalam-shalat.html' title='Do&apos;a Dan Bacaan Dalam Shalat'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-8703122590698949426</id><published>2009-12-21T09:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T09:15:26.029-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuntunan Shalat - كيفية الصلاة'/><title type='text'>Tata Cara Shalat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/Sy-s61VRHuI/AAAAAAAAAEY/JM-WZx2u7tk/s1600-h/sujud2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/Sy-s61VRHuI/AAAAAAAAAEY/JM-WZx2u7tk/s320/sujud2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417739003498667746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Mengahadap Kiblat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW dalam melaksanakan sholat fardhu dan sunnah menghadap kiblat. Beliau pun memerintahakannya demikian dalam sabdanya kepada orang yang tidak benar sholatnya, ”Bila engkau berdiri untuk melakukan sholat maka sempurnakanlah wudhumu, kemudian menghadaplah kiblat, lalu bertakbirlah” (HR. Bukhari dan&lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya Rasulullah SAW biasanya melakukan sholat sunnah diatas kendarannya (unta). Beliau juga melakukan witir diatas kendaraannya dan mengadap kemana saja kendaraannya menghadap (timur maupun barat). Alloh berfirman dalam QS al-Baqarah ayat 115 (artinya) ”Maka kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Alloh”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Bukhari dan Ahmad disebutkan bahwa apabila hendak melakukan sholat fardhu, Rasulullah SAW turun dari tunggangannya lalu menghadap kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Berdiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam sholat fardhu dan sunnah Rasulullah SAW melakkukannya sambil berdiri sesuai dengan perintah Alloh SWT dalam QS al-Baqarah ayat 238 (artinya) ”Berdirilah untuk Alloh (dalam sholatmu) dengan khusyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat Tirmidzi dan Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan sholat menjelang datang ajalnya sambil duduk. Dalam kesempatan lain Beliau melakukan sholat sambil duduk, yaitu ketika dalam keadaan sakit. Sedangkan orang-orang dibelakangnya mengikutinya sambil berdiri. Lalu Rasulullah SAW memberikan isyarat agar mereka duduk, maka merekapun duduk. Setelah selesai sholat Beliau bersabda ”Kalian tadi hampir saja melakukan apa yang telah&lt;br /&gt;dilakukan oleh bangsa Romawi dan Persia, dimana mereka berdiri di depan rajanya sedangkan rajanya duduk. Maka janganlah kalian melakukannya. Sesungguhnya keberadaan imam adalah agar diikuti. Bila ia ruku, maka rukulah; bila berdiri maka berdirilah; dan jika sholat sambil duduk maka duduklah bersama-sama”. (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat orang sakit sambil duduk, seperti sabda Beliau ”Shalatlah sambil berdiri. Bila tidak bisa, sambil duduk. Bila tidak bisa sambil terlentang.” (HR. Bukhari, Abu Daud &amp;amp; Ahmad). Juga Beliau bersabda ”Barangsiapa melakukannya dengan berdiri, maka itu lebih utama. Adapun bagi yang melakukannya sambil duduk maka baginya separoh pahala yang berdiri. Barangsiapa yang sholat sambil tidur (terlentang) baginya separuh pahala orang yang sholat sambil duduk. Yang dimaksud disini adalah orang yang sakit.” (HR. Bukhari, Abu Daud &amp;amp; Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Rasulullah SAW mengunjungi orang yang sakit lalu melihat orang itu melakukan sholat diatas bantal. Rasulullah SAW mengambil bantal itu dan melemparkannya. Orang itu lalu mengambil ’ud (papan kayu) untuk sholat diatasnya. Tatapi Nabi SAW mengambil dan membuangnya lalu bersabda ”Sholatlah diatas tanah bila engkau bisa. Bila tidak cukuplah dengan isyarat, dan hendaknya isyarat sujudnya lebih rendah dari rukumu.” (HR. Thabrani, Bazzar dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Bukhari dan Ahmad, Rasulullah SAW berdiri di dekat pembatas. Jarak antara beliau dan pembatas sekitar  hasta. Menurut Bukhari dan Muslim, jarak antara tempat sujudnya dan tembok cukup untuk dilalui seekor kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda ”Janganlah engkau sholat kecuali dengan pembatas, dan janganlah engkau membiarkan seseorang lewat di depanmu dikala sholat. Jika dia memaksakan kehendaknya lewat di depanmu, bunuhlah dia karena sesungguhnya ia bersama dengan setan.” (HR. Ibnu Khuzimah); dan juga ”Jika seseorang dari kalian melakukkan sholat pada pembatas hendaknya mendekatkan pada batas itu sehingga setan tidak dapat memutus sholatnya.” (HR Abu Daud, Bazzar dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Beliau sholat di tempat terbuka, tidak ada sesuatu sebagai pembatas (didepan tempat sholat), maka beliau menancapkan tombak didepannya. Lalu beliau melakukan sholat menghadap pembatas itu, sedangkan orang-orang bermakmum dibelakangnya. Hal ini sebagaimana dikatakan Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah. Beliau bersabda, ”Apabila seseorang diantara kalian meletakkan tiang sepanjang pelana di depannya, maka sholatlah menghadapnya dan hendaknya tidak menghiraukan orang yang lewat dibelakang tiang itu.” (HR Muslim dan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khuzimah, Thabrani dan Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah membiarkan sesuatu yang melewati antara dirinya dan pembatasnya. Pernah Beliau SAW sholat lalu lewat didepannya seekor kambing. Maka Rasulullah SAW mendahuluinya maju kedepan sampai perutnya menempel di dinding (sehingga kambing itu melewati belakang Beliau).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Rasulullah SAW sholat wajib, Beliau SAW menggenggam tangannya. Usai sholat mereka bertanya “Wahai Rasulullah, adakah sesuatu yang baru dalam sholat?” Beliau menjawab “Tidak, hanya saja setan hendak lewat di depanku. Lalu aku cekik sampai lidahnya terasa dingin di tanganku. Demi Alloh, seandainya saudaraku, Nabi Sulaiman tidak mendahuluiku, maka aku akan ikat setan itu pada sebuah tiang masjid sehingga dapat dilihat anak-anak kecil penduduk Madinah.” (HR Ahmad, Daruquthni dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda ”Apabila seseorang melakukkan sholat menghadap sesuatu sebagai pembatas dari orang lain, maka apabila seseorang melampaui batas didepannya itu maka hendaknya mendorong sekuatnya atau semampunya (dalam riwayat lain disebutkan : hendaknya menghalanginya dua kali). Jika ia tetap menerobos maka bunuhlah ia. Sesungguhnya dia adalah setan.” (HR Bukhari dan Muslim); juga Beliau bersabda ”Apabila orang yang lewat di depan orang yang sholat itu mengetahui dosanya, niscaya dia akan lebih baik berdiri 40 (empat puluh) tahun daripada berlalu didepan orang yang sholat.” (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda ”Sholat seseorang menjadi putus apabila tidak dibatasi dengan semacam pelana didepannya lalu dilewati oleh wanita haid (balig), keledai dan anjing hitam” Abu Dzar berkata ”Wahai Rasulullah, apakah bedanya anjing hitam dan anjing berwarna merah?” Beliau menjawab ”Anjing hitam adalah setan.” (HR Muslim, Abu Daud &amp;amp; Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW melarang orang melakukan sholat menghadap kubur dengan sabdanya ”Janganlah kalian sholat menghadap kubur dan janganlah duduk diatasnya.” (HR Muslim, Abu Daud &amp;amp; Ibnu Khuzimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Niat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda ”Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung dari niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya” (HR Bukhari &amp;amp; Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Takbir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Muslim dan Ibnu Majah, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membuka sholatnya dengan ucapan Allohu Akbar (Alloh Mahabesar). Beliaupun memerintahkan demikian kepada orang yang tidak benar dalam sholatnya, sebagaimana sabda Beliau SAW ”Tidaklah sholat seseorang itu menjadi sempurna sampai ia berwudhu dengan benar, lalu berkata Allohu Akbar” (HR Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau SAW juga bersabda ”Kunci sholat adalah suci, tahrimnya pengharamannya adalah takbir dan thalilnya penghalalannya adalah salam.” (HR Abu Daud, Tirmidzi &amp;amp; Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Ahmad dan Hakim disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengangkat suaranya dalam takbir sehingga terdengar oleh orang-orang yang makmum dibelakangnya. Rasulullah SAW bersabda ”Apabila imam mengucapkan Allohu Akbar, maka katakanlah Allohu&lt;br /&gt;Akbar” (HR Ahmad dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Mengangkat Tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkadang Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya sambil mengucapkan takbir, dan terkadang mengangkatnya sebelum takbir, dan terkadang (mengangkat tangan) setelah ucapan takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau SAW mengangkat kedua tangannya dengan jari terbuka rapat (tidak renggang dan tidak menggenggam). Dan Rasulullah SAW mengangkatnya sampai sejajar dengan kedua bahunya dan terkadang sampai kedua telinganya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Meletakkan Tangan Kanan Diatas Tangan Kiri (Bersedekap)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW meletakkan tangan kanannya diatas tangan kirinya10. Beliau SAW bersabda ”Sesungguhnya para Nabi memerintahkan kepada kita agar mempercepat saat berbuka dan mengakhirkan waktu sahur dan agar meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri kita dalam sholat.” (HR Ibnu Hibban dan Dhiya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. Meletakkan Kedua Tangan (Bersedekap) di Dada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW meletakkan tangan kanan diatas punggung tangan kirinya, pergelangan dan lengan, dan memerintahkan demikain kepada sahabat-sahabatnya. Terkadang Beliau SAW mengenggam lengan kirinya dengan jari-jari tangan kanannya. Beliau SAW meletakkan keduanya diata dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. Khusyu dan Memandang Tempat Sujud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Baihaqi dan Muslim disebutkan bahwa Nabi SAW dalam sholat&lt;br /&gt;menundukkan kepalanya dan pandangannya tertuju ke tanah. Rasulullah melarang mengangkat pandangannya ke langit sebagaimana tercantum dalam hadits riwayat Bukhari dan Abu Daud. Larangan itu dipertegas dengan sabdanya ”Hendaknya orang-orang menghentikan mengarahkan pandangannnya ke langit pada waktu sholat atau tidak dapat kembali lagi kepada mereka (dalam riwayat lain disebutkan : atau mata-mata mereka tercolok)”. (HR Bukhari, Muslim &amp;amp; Siraj).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain disebutkan ”Apabila kalian melakukan sholat maka hendaknya janganlah menolah-noleh karena Alloh akan menghadapkan wajahNya kepada wajah hambanya ketika sholat selama ia tidak menolah-noleh.” (HR Tirmidzi dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Abu Ya’la disebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang tiga perkara dalam sholat. Yaitu sholat dengan cepat seperti ayam yang mematuk, duduk diatas tumit seperti duduknya anjing, dan menoleh-noleh seperti musang. Beliau SAW juga bersabda ”Sholatlah seperti halnya sholat orang yang akan meninggal, yaitu seakan-akan engkau melihat Alloh. Jika engkau tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR Thabrani, Ibnu Majah &amp;amp; Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah sholat dengan baju yang terbuat dari wol yang bergambar, lalu Rasulullah SAW melihat sepintas gambar-gambar itu. Usai sholat Beliau SAW bersabda ”Bawalah bajuku ini kepada Abu Jahm dan bawalah kepadaku kain yang kasar Abu Jahm. Karena bajuku ini telah mengalihkan perhatian sholatku tadi. (dalam riwayat lain dikatakan : Sesungguhnnya aku telah melihat gambarnya saat sholat dan hampir saja aku tergoda).” (HR Bukhari, Muslim &amp;amp; Malik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah mempunyai kain bergambar untuk tirai, Rasulullah SAW sholat menghadapnya. Lalu Rasulullah SAW bersabda ”Jauhkanlah kain itu, sesungguhnya gambarnya mengganggu sholatku.” (HR Bukhari &amp;amp; Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau SAW bersabda ”Tidak sempurna sholatnya orang yang telah terhidang makannya, serta ketika menahan keluarnya angin dan buang air.” (HR Bukhari &amp;amp; Muslim).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-8703122590698949426?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/8703122590698949426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/12/tata-cara-shalat_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/8703122590698949426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/8703122590698949426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/12/tata-cara-shalat_21.html' title='Tata Cara Shalat'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/Sy-s61VRHuI/AAAAAAAAAEY/JM-WZx2u7tk/s72-c/sujud2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-2856645594064228734</id><published>2009-09-21T12:01:00.000-07:00</published><updated>2009-09-21T12:04:18.592-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Santri - أنشطة الطلاب'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi - المعلومات'/><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H.</title><content type='html'>Kami Persatuan Mahasiswa Daud Kholifatulloh di Mesir dengan tulus dan ikhlas mengucapkan kepada seluruh kaum Muslimin &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H.&lt;/span&gt; Mohon maaf lahir dan batin. &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Taqabbalallohu minna wa minkum. Kullu am wa antum bikhairin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hati salah menduga,terkadang mulut salah bicara. Bila Canda membawa luka terkadang lidah mulai berbisa. Maka izinkan tuk berucap taqabbalallohu minna wa minkum. &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf dzahir &amp;amp; batin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terselip khilaf dalam candaku. Tergores luka dalam tawaku, terbelit pilu dalam tingkahku, tersinggung rasa dalam bicaraku. Hari kemenangan telah tiba, moga segala dosa &amp;amp; kesalahan kita terampuni. Mari bersama kita bersihkan dihari yang fitri. &lt;span style="color: rgb(0, 51, 51); font-weight: bold;"&gt;SELAMAT IDUL FITRI&lt;/span&gt;, mohon maaf lahir &amp;amp; batin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mengalir bagaikan air&lt;br /&gt;Ramadhan suci telah berakhir&lt;br /&gt;Bila ada luka yang pernah terukir&lt;br /&gt;Ada khilaf yang sempat tergulir&lt;br /&gt;mari kita sucikan hati&lt;br /&gt;Minal aidzin walfaidzin&lt;br /&gt;maafkan lahir &amp;amp;batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam super dari saya, salam dahsyat dan salam ukhuwah. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-2856645594064228734?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/2856645594064228734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/2856645594064228734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/2856645594064228734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h_21.html' title='SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H.'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-7691195526101816304</id><published>2009-09-11T19:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T20:05:54.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah - الدعوة'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi - المعلومات'/><title type='text'>Gema Ramadhan Di Negeri Cleopatra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SqsMg4s74KI/AAAAAAAAAD4/4mVqj3PjDyw/s1600-h/Subur+%28156%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 199px; height: 246px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SqsMg4s74KI/AAAAAAAAAD4/4mVqj3PjDyw/s320/Subur+%28156%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380407938940395682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmad Farisi Suwaryo&lt;br /&gt;www.ahmadfarisi.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mendengar kata Cleopatra kita langsung teringat pada sebuah negeri dimana disana ada seorang raja yang sangat dzalim. Raja tersebut diberi gelar Fir’aun. Ia pernah mengaku dirinya Tuhan dan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Tidak asing lagi, negeri itu adalah Mesir, namanya terukir dalam kitab suci. Selain itu mesir juga dikenal dengan julukan ardhul anbiya’ atau negeri para nabi. Hal ini didasarkan oleh banyaknya nabi yang diturunkan atau diutus di Mesir. Seperti nabi Musa, Harun dan Yusuf. Mesir juga terkenal dengan julukan Ardhul Kinanah (bumi Kinanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesir merupakan salah satu negeri yang mempunyai peradaban tinggi dan tertua di dunia. Peninggalan-peninggalan sejarah seperti benteng Shalahuddin al Ayyubi, Piramida, Spinx, dan peninggalan-peninggalan kerajaan Fir’aun lainnya masih terjaga rapi hingga sekarang. Bahkan sebagiannya ada yang baru ditemukan sehingga sangat menarik minat para pelancong manca Negara untuk terus berkunjung ke Mesir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasakan bulan suci Ramadhan di Mesir merupakan sebuah kesyukuran dan kesan tersendiri, yang barang kali belum tentu kita temukan di Negara lain. Dalam menyambut bulan suci, biasanya orang-orang Mesir akan membuat berbagai macam jenis manisan untuk berbuka puasa. Manisan yang mereka buat beraneka ragam. Berbagai jenis kurma juga dijual di pinggir-pinggir jalan, sampai ada nama kurma Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang bulan Ramadhan, mereka akan mengadakan ceramah-ceramah di masjid yang berkaitan dengan keutamaan bulan Ramadhan, sehingga orang-orang dapat mengambil manfaatnya secara langsung dan mempersiapkan diri untuk menyambut bulan yang mulia dan penuh barakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dari orang Mesir adalah sifat kesadaran dan sikap saling menghormati. Pada siang hari bulan Ramadhan, biasanya restaurant-restaurant dan warung-warung makan tutup, ia baru akan dibuka kembali menjelang buka puasa sampai waktu sahur selesai guna melayani para Sha’imin (orang-orang yang berpuasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan di Mesir, sebagaimana di negeri Arab lainnya, membutuhkan perjuangan ekstra. Selain kultur budaya dan adat yang berbeda, faktor alam pun membuat banyak perbedaan. Di Mesir pada musim panas waktu siang jauh lebih panjang dibanding waktu malam. Tahun ini Ramadhan jatuh pada akhir musim panas di mana waktu maghrib tiba pukul 18.30 malam, bahkan sebelum jam Mesir dimundurkan 1 jam, mahgrib tiba pukul 19.30 dan subuh pada pukul 4.00 dini hari. Sehingga total waktu berpuasa tahun ini hampir 15 jam, jauh lebih panjang dibanding waktu berpuasa di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan adalah syahrul Qur’an, dimana pada bulan inilah al-Qur’an al-Karim diturunkan. Setiap selesai shalat fardhu masjid-masjid di Mesir selalu diramaikan oleh orang-orang yang membaca al-Qur’an. Bahkan tidak jarang kita temukan orang-orang yang membaca al-Qur’an di bis-bis umum, jalan-jalan, pertokoan, mall-mall dan perkantoran. Sungguh sebuah fenomena yang menyejukkah qalbu dan membangkitkan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran orang Mesir akan keutamaan bulan Ramadhan sangat tinggi, hal ini tidak terlepas dari pemahaman agama mereka serta ceramah-ceramah para syaikh tentang keutamaan bulan yang penuh ampunan dan rahmat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedermawanan mereka pada bulan Ramadhanpun meningkat. Banyak orang-orang kaya maupun perusahaan-perusahaan yang membuka jamuan gratis buka puasa di pinggir-pinggir jalan. Jamuan gratis atau yang dinamakan “Maidah Rahman” disediakan bagi para musafir, kaum dhuafa’ dan siapa saja yang mau datang. Adapun menunya biasanya nasi lemak campur makrunah, ayam bakar dan sayur kacang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas orang Indonesia di Mesir sekarang jumlahnya lebih dari lima ribu jiwa, 85% di antaranya adalah para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar, sebuah universitas tertua di dunia. Mereka tersebar di beberapa kota seperti Kairo, Zaqaziq, Manshoura, Zamalik dan Thantha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo adalah kota yang sangat ramai dan padat penduduk. Jalan-jalan tidak pernah lengang dari kendaraan yang berlalu lalang. Pada musim panas seperti sekarang ini, orang-orang biasa begadang, sehingga malam tidak pernah sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar Mahasiswa Indonesia di Mesir berdomisili di kawasan Madinat Nasr atau Nasr City . Ketika berjalan-jalan di kawasan ini kita terasa seperti sedang berada di negerinya sendiri. Di sini banyak terdapat restaurant Asia, baik yang dari Indonesia , Malaysia maupun Thailand .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah Dokky terdapat masjid yang diberi nama Masjid Indonesia Kairo (MIK), masjid ini dibangun untuk komunitas orang Indonesia . Di lantai atas masjid ini digunakan untuk sekolah dengan nama Sekolah Indonesia Cairo (SIC), sebuah sekolah bergengsi untuk anak-anak Indonesia di Mesir yang mayoritasnya adalah anak-anak para pejabat KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan, MIK dengan dana dari para pejabat kedutaan, biasanya menyediakan angkot antar jemput bagi para mahasiswa Indonesia . Di MIK masyarakat dan mahasiswa Indonesia malaksanakan shalat tarawih bersama, kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan dan diakhiri dengan jamuan makan ala masakan-masakan Indonesia . Setiap hari menu yang disajikan berganti-ganti, terkadang bakso, ketupat, mie ayam, pempek Palembang dan lain-lain. Acara seperti itu bertujuan untuk mempererat silaturrahmi antar warga yang tersebar di berbagi kota dan untuk melepaskan kerinduan akan masakan tanah air. (ah/frs)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SqsOCHq93mI/AAAAAAAAAEI/0qT3BHGeKKM/s1600-h/10225_1118894415800_1330221242_30319328_2572129_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 227px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SqsOCHq93mI/AAAAAAAAAEI/0qT3BHGeKKM/s320/10225_1118894415800_1330221242_30319328_2572129_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380409609405980258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SqsPTDVHlWI/AAAAAAAAAEQ/LBCyR4QoctU/s1600-h/10225_1118894655806_1330221242_30319329_298983_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SqsPTDVHlWI/AAAAAAAAAEQ/LBCyR4QoctU/s320/10225_1118894655806_1330221242_30319329_298983_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380410999810004322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-7691195526101816304?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/7691195526101816304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/09/gema-ramadhan-di-negeri-cleopatra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7691195526101816304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7691195526101816304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/09/gema-ramadhan-di-negeri-cleopatra.html' title='Gema Ramadhan Di Negeri Cleopatra'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SqsMg4s74KI/AAAAAAAAAD4/4mVqj3PjDyw/s72-c/Subur+%28156%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-2062095812940136004</id><published>2009-08-21T13:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T14:02:06.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum - أحكام الشريعة'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qur&apos;an dan Hadits - القرآن و الحديث'/><title type='text'>Amalan-Amalan Sunnah Pada Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ahmad Farisi Suwaryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Assalamu ‘alaykum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan wa Akhwat yang dimuliakan oleh Alloh, tamu agung bulan Ramadhan sudah tiba, ibadah puasa pun -tinggal menunggu hitungan jam- akan segera kita awali. Bahkan mungkin di belahan bumi sana seperti Indonesia sudah memasukinya. Seluruh ummat muslim dari segala penjuru dunia serentak berbondong-bondong menyambut kedatangannya dengan menghidupkan suasana yang penuh rahmat, barakah dan maghfirah. Ramadhan merupakan pesta ibadah bagi umat Islam serta momen yang tepat untuk kita lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta, Alloh Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas persiapan apakah yang sudah kita lakukan sebagai umat Islam untuk menyambutnya? Sudahkah kita tahu amalan-amalan yang dianjurkan untuk kita lakukan pada bulan Ramadhan? Sungguh bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi kita untuk mengisi rekening kebajikan dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya di sisi Alloh. Karena pada bulan ini pahala ibadah sunnah dilipatkan menjadi pahala wajib dan pahala ibadah wajib dilipatkan menjadi tujuh puluh kali lipat, subhanalloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana sabda Rasululloh saw: “Barang siapa yang&lt;br /&gt;melaksanakan amalan sunnah pada bulan Ramadhan, maka pahalanya sama&lt;br /&gt;dengan pahala melaksanakan ibadah wajib pada bulan selain Ramadhan.&lt;br /&gt;Dan barang siapa yang melaksanakan ibadah wajib pada bulan Ramadhan,&lt;br /&gt;maka pahalanya sama dengan pahala yang melaksanakan tujuh puluh ibadah&lt;br /&gt;wajib pada bulan selain Ramadhan” (HR. Baihaki).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudahlah wajar kalau para sahabat pernah mengharap seandainya seluruh bulan dalam setahun adalah semuanya bulan Ramadhan. Teladan kita Rasululloh SAW ketika datang bulan Ramadhan beliau memberi kabar gembira kepada para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أََبَِِِي هُرَيْرَةََ رَضِي اللهُ عَنْهُ ، قالَ : ( كانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى اللهُ عليه وَسَلّمَ يُبَشِّرُ أصْحابَهُ يقولُ : قَدْ جاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضانَ شَهْرٌ مُبارَكٌ كَتَبَ اللهُ عليكم صِيامَهُ ، فيهِ تُفْتَحُ أََبوابُ الجَنّةِ ، وتُغْلَقُ فِيهِ أبْوابُ الجَحِيْمِ ، وتُغَلُّ فِيه الشَياطينُ فيه لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَها فَقَدْ حُرِمْ) رواه أحمد والنسائي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra ia berkata, Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Alloh mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan an-Nasa`i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian adalah amalan-amalan sunnahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Bersahur dan menyegerakan berbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً&lt;br /&gt;“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyegerakan berbuka akan mendatangkan kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ&lt;br /&gt;“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali berbuka puasa dengan kurma, atau manis-manisan kalau tidak ada maka dengan minum air. ” Rasululloh saw berbuka dengan rutbaat (kurma segar) sebelum beliau shalat, apabila tidak ada maka dengan beberapa tamar (kurma) dan apabila tidak ada, beliau meminum air. (HR Abu Dawud, Hakim dan menshahihkannya serta Tirmidzi meng-hasankannya). Lihat kitab fiqhus sunnah terbitan al Fathul I’lam al Araby, hal: 521.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Membaca Al Qur’an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan apapun itu kesibukan dan profesinya. Alqu’an merupakan dusturuna undang-undang kita sebagai ummat Muhammad saw. Maka seyogyanya kita tidak pernah melupakannya untuk membacanya setiap hari, karena al-Qur’an dapat memberi syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat. Rasululloh bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ&lt;br /&gt;“Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya” (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pemandangan yang sangat menarik yang saya perhatikan selama saya berada di Kairo, dimana saya sering menemukan orang-orang membaca al Qur’an di jalan-jalan umum, bus, mall-mall bahkan terminal. Tidak jarang juga para eksekutif meluangkan waktunya untuk membaca al Qur’an di kantor. Sebuah pemandangan yang bagi saya sangat mengharukan sekali dan membuat hati berdebat-debar. Suasana ruhiah seperti ini belum pernah saya temukan di Indonesia, bahkan di Saudi sekalipun saya belum pernah melihat orang-orang yang sedang bergelantungan di dalam bus yang penuh sesak akan tetapi masih menyempatkan diri membaca al Qur’an. Subhanallohu wal hamdulillah wa laa ilaha illallohu wallohu akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh selalu memperbanyak membaca al-Qur`an di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadits Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ قَامَ لَيْلَةً حَتَّى يُصْبِحَ وَلاَ صَامَ شَهْرًا كَامِلاً غَيْرَ رَمَضَانَ وَلاَ أَعْلَمُ نَبِيَّ الله ِقَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِى لَيْلَةٍ&lt;br /&gt;“Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah membaca al-Qur`an semuanya, sembahyang sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan.” HR. Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah melakukan tadarus al-Qur`an bersama Jibril di setiap bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Shalat tarawih berjamaah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Tarawih disyariatkan berdasarkan hadits Aisyar radhiyallahu anha, ia berkata: “Sesungguhnya Rasululloh keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau. Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya. Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasululloh hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah sama bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya.” Rasululloh wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Menghidupkan qiyamul lail&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama salaf selalu mencari kesempatan untuk menghidupkan malamnya dengan shalat dan membaca Al-Quran sehingga tersentuh jiwanya. Dan apabila membaca ayat yang menerangkan kabar gembira, hatinya terselip harapan yang menggebu-gebu seolah apa yang di janjikan itu ada di pelupuk matanya. Sebaliknya, apabila membaca ayat Al-Qur’an yang menerangkan ancaman maka hati dan kedua telinganya terasa terbius, seolah dahsyatnya suara api neraka berada di ujung telinganya, lalu mereka pun meletakkan keningnya di atas bumi sambil memohon kepada Allah agar dijauhkan dari pedihnya api neraka dan meminta pertolongan agar diberi kemenangan atas musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a:”Kemuliaan seorang mu’min teletak pada solatnya yang ia dirikan di tengah malam dan kehormatannya terletak pada ketidak-tergantungannnya terhadap orang lain”. Dari Mughirah r.a, Rasulullah s.a.w selalu bangun tengah malam melaksanakan solat malam hingga bengkak kedua telapak kakinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Memberi buka puasa (tafthir shaim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa sangat dianjurkan oleh Islam, meski hanya dengan memberinya segenggam kurma, memberi minum orang puasa yang sedang dalam perjalanan ataupun memberi buka puasa dengan sebungkus nasi kucing kepada orang-orang yang membutuhkan untuk berbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran memberi buka puasa atau tafthir shaim ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Bersedekah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan paling dermawannya beliau adalah di bulan Ramadhan. Beliau bersabda, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ, وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِى رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibri menemui beliau” (HR. al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Memperbanyak doa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil dan do’anya orang yang teraniaya“. (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majjah dan Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiga do’a yang tidak akan ditolak, do’a orang tua terhadap anak nya, do’a orang yang sedang berpuasa, dan do’a orang yang sedang dalam perjalanan.” (Kitab Silsilah ash-Shahiihah no 1797)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. I`tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Orang yang beri’tikaf akan menyibukkan diri dengan beribadah kepada-Nya, hingga kecintaannya semata hanya kepada Alloh SWT, mengalahkan kecintaannya kepada selain Alloh. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan keutamaan yang dipilih oleh Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari `Aisyah r.a. bahwasanya Nabi Muhammad saw selalu beri`tikaf di malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan hingga ajal menjemputnya, kemudian sunnah ini dihidupkan lagi oleh isteri-isteri Rasululloh selepas kematiannya” (Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Melaksanakan ibadah umrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji, seperti dalam hadits yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عُمْرَةٌ فِى رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah amalan-amalan sunnah pada bulan Ramadhan, semoga kita bisa melewati hari-harinya dengan beribadah, dan bisa melaksanakan sunnah-sunnah yang dianjurkan oleh Rasululloh saw. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-2062095812940136004?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/2062095812940136004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/08/amalan-amalan-sunnah-pada-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/2062095812940136004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/2062095812940136004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/08/amalan-amalan-sunnah-pada-bulan.html' title='Amalan-Amalan Sunnah Pada Bulan Ramadhan'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-6525991631294004080</id><published>2009-08-04T01:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T01:38:49.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum - أحكام الشريعة'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa - الفتاوى'/><title type='text'>BATASAN MELIHAT CALON ISTRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SnfzK2QwcwI/AAAAAAAAADw/VpPXq6ABLcg/s1600-h/jilbab_kartun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 176px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SnfzK2QwcwI/AAAAAAAAADw/VpPXq6ABLcg/s320/jilbab_kartun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366024848725275394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apabila seorang pemuda datang untuk meminang seorang putri apakah ia wajib melihatnya ? Apakah juga boleh perempuan itu membuka kepalanya agar tampak lebih jelas kecantikannya bagi pelamar ? Dengan hormat saya mohon penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Tidak apa-apa, akan tetapi tidak wajib. Dan dianjurkan kalau ia melihat perempuan yang dilamar dan perempuan itu juga melihatnya, karena Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada lelaki yang melamar seorang perempuan agar melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian itu adalah lebih menumbuhkan rasa cinta kasih diantara keduanya. Jika perempuan itu membuka muka dan kedua tanganya serta kepalanya maka tidaklah mengapa. Sebagian Ahli ilmu (Ulama) berpendapat : Cukup muka dan kedua tangan saja. Pendapat yang shahih adalah tidak ada pelamar melihat kepala (perempuan yang dilamar), muka, kedua tangan dan kedua kakinya, berdasarkan hadits di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi hal itu tidak boleh dilakukan secara berduaan, melainkan harus didampingi oleh ayah perempuan itu atau saudaranya yang laki-laki atau lainnya. Sebab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Jangan sampai seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita, kecuali didampingi oleh mahramnya". [Muttafaq 'alaihi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tiada seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan melainkan yang ketiganya adalah syetan". [Riwayat Imam At-Turmudzi dan Imam Ahmad dari hadits Ibnu Umar, dari hadits Jabir dan dari hadits 'Amir bin Rabi'ah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Majalah Al-Buhuts Al-Ilmiyah, edisi 136 dan 137, Fatwa Ibnu Baz]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Haq] ana ambil dari situs http://www.almanhaj.or.id semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-6525991631294004080?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/6525991631294004080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/08/batasan-melihat-calon-istri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6525991631294004080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6525991631294004080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/08/batasan-melihat-calon-istri.html' title='BATASAN MELIHAT CALON ISTRI'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SnfzK2QwcwI/AAAAAAAAADw/VpPXq6ABLcg/s72-c/jilbab_kartun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-3055875310888932512</id><published>2009-06-22T07:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T07:42:42.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi - المعلومات'/><title type='text'>Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah</title><content type='html'>Tanggal : 19/06/2009 8:07:00   Sumber : DIKTIS&lt;br /&gt;PENGUMUMAN&lt;br /&gt;Nomor : Dj.I/Dt.I.IV/4/PP.04/765/2009&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SELEKSI NASIONAL&lt;br /&gt;CALON MAHASISWA KE TIMUR TENGAH&lt;br /&gt;TAHUN AKADEMIK 2009-2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi meningkatnya minat calon mahasiswa Indonesia ke Timur Tengah yang tidak dibarengi dengan kualitas memadai, Departemen Agama akan melakukan penyeleksian dengan menguji kemampuan akademik, hafalan/bacaan Al Qur’an dan bahasa Arab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;1.      Menyaring para lulusan Madrasah Aliyah/sederajat yang potensial dan mempunyai bakat dan  minat yang kuat dalam pengembangan keilmuan dan perguruan bahasa Arab.&lt;br /&gt;2.      Mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu ke-Islaman dan bahasa Arab dalam rangka mencerdaskan calon ilmuwan dalam kehidupan bangsa dan bernegara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Persyaratan Mengikuti Seleksi&lt;br /&gt; 1. Warga Negara RI yang beragama Islam.&lt;br /&gt;      2. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh panitia&lt;br /&gt;      3. Pas photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar&lt;br /&gt;     4. Melampirkan salinan ijazah Madrasah Aliyah Negeri atau Swasta yang mengikuti ujian negara dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;         a).   Usia ijazah tidak lebih dari 2 (dua) tahun.&lt;br /&gt;   b). Bagi peminat belajar ke Al-Azhar berijazah Pondok Pesantren yang mu’adalah (akreditasi) ijazahnya dengan  tsanawiyah (SLTA) Al-Azhar masih berlaku sampai sekarang.&lt;br /&gt;   c).  Bagi yang belum memiliki ijazah (STTB), harus melampirkan surat keterangan lulus dari sekolah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Mata Ujian&lt;br /&gt;1. Ujian Lisan (menggunakan bahasa Arab) meliputi : Bahasa Arab (percakapan, terjemah dan pemahaman teks) dan  hafalan/bacaan Al-Qur’an minimal 3 juz;&lt;br /&gt;2. Ujian Tulis (menggunakan bahasa Arab) meliputi : Bahasa Arab (memahami teks, tata bahasa dan insya’) dan Pengetahuan Agama Islam.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;E. Waktu Pendaftaran dan Pelaksanaan Ujian&lt;br /&gt;1. Pendaftaran                              : tanggal 22 Juni 2009 s.d. 15 Juli 2009  setiap jam kerja.&lt;br /&gt;2. Pelaksanaan seleksi diatur sebagai berikut :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;No Ujian Tanggal WIB WITA WIT    &lt;br /&gt;1 Ujian Tulis 22 Juli  2009 08.00 – 10.00 09.00 – 11.00 10.00 – 12.00    &lt;br /&gt;2 Ujian Lisan 23 Juli  2009 Menyesuaikan dengan waktu setempat  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;F. Tempat Pendaftaran dan Seleksi&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;No. Lokasi Ujian Tempat Pendaftaran&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;1. Departeman Agama Pusat Departeman Agama Pusat&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;2. IAIN Sunan Gunung Djati Bandung IAIN Sunan Gunung Jati Bandung danSTAIN Cirebon    &lt;br /&gt;3. UIN Yogyakarta UIN Yogyakarta&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;4. IAIN Walisongo Semarang IAIN Walisongo Semarang, STAIN Kudus, STAIN Purwokerto, STAIN Salatiga dan STAIN Surakarta.    &lt;br /&gt;5. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang IAIN Surabaya, UIN Malang, STAIN Kediri, STAIN Tulung Agung, STAIN Ponorogo, STAIN Pamekasan dan STAIN Jember.    &lt;br /&gt;6. IAIN Ar-Raniry Banda Aceh IAIN Ar Raniry Aceh NAD,  STAIN Lhoukseumawe dan STAIN Cok Kala Langsa    &lt;br /&gt;7. IAIN Sumatera Utara Medan IAIN Sumatera Utara Medan dan STAIN Padang Sidempuan     &lt;br /&gt;8. IAIN Imam Bonjol Padang IAIN Imam Bonjol Padang, STAIN Bukittinggi, STAIN Batusangkar dan STAIN Kerinci.    &lt;br /&gt;9. IAIN Raden Fatah Palembang IAIN Raden Fatah Palembang, IAIN Sulthan Thoha Jambi, STAIN Bangka Belitung dan STAIN Bengkulu    &lt;br /&gt;10. UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru    &lt;br /&gt;11. UIN Ala’uddin Makasssar IAIN Ala’uddin Makasar, STAIN Pare-Pare, STAIN Watampone, STAIN Palopo, STAIN Kendari, STAIN Palu dan STAIN Jayapura.    &lt;br /&gt;12. IAIN Mataram IAIN Mataram    &lt;br /&gt;13. IAIN Gorontalo IAIN Gorontalo, STAIN Menado, STAIN Ambon dan STAIN Ternate    &lt;br /&gt;14. IAIN Antasari Banjarmasin IAIN Antasari Banjarmasin dan STAIN Palangkaraya  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;G. Hasil Ujian Seleksi&lt;br /&gt;1.   Hasil seleksi akan diumumkan oleh Departemen Agama tanggal 31 Juli 2009 melalui website : www.ditpertais.net&lt;br /&gt;   2.   Peserta seleksi non beasiswa ke Al-Azhar yang dinyatakan lulus dapat memproses berkas pendaftarannya melalui KBRI Kairo.&lt;br /&gt;   3.   Jumlah nilai kelulusan peserta non beasiswa minimal 70/100.&lt;br /&gt;   4.  Hasil ujian yang telah ditandatangani oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam akan dikirim ke perwakilan RI di Timur Tengah dan perwakilan negara tujuan di Jakarta untuk dijadikan acuan dalam  proses pendaftaran dan pengajuan visa serta layanan kekonsuleran.&lt;br /&gt;   5. Untuk mendapatkan visa dari Kedutaan Besar Mesir di Jakarta peserta non beasiswa yang lulus seleksi dan telah mendaftarkan diri di Universitas Al-Azhar, dapat mengajukan permohonan rekomendasi kepada Direktur Pendidikan Tinggi Islam Depag RI dengan melampirkan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Bukti pendaftaran (ishol)&lt;br /&gt;b. Surat Keterangan dari KBRI Kairo&lt;br /&gt;b. Foto copy Paspor&lt;br /&gt;c. Foto copy Ijazah yang telah dilegalisir&lt;br /&gt;         d. Surat Pernyataan kesanggupan finansial selama masa studi, yang ditanda tangani di atas materai Rp 6.000 oleh calon mahasiswa dan orang tua/wali dengan melampirkan copy Bank Draft minimal Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).&lt;br /&gt;6.      Keberangkatan ke luar negeri berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah RI/Kedutaan Besar negara tujuan di Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;H. Tim Pelaksana Seleksi&lt;br /&gt;1.  Tim pelaksana Pusat dibentuk dan ditunjuk oleh Dirjen Pendidikan Islam.&lt;br /&gt;2. Tim pelaksana Daerah dibentuk dan ditunjuk oleh Rektor UIN/IAIN/Ketua STAIN bersangkutan.&lt;br /&gt;3. Tim Penguji baik tulis maupun lisan ditunjuk oleh Dirjen Pendidikan Islam dan keputusan tim penguji tidak dapat diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.ditpertais.net&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          Jakarta,  16  Juni  2009&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-3055875310888932512?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/3055875310888932512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/seleksi-calon-mahasiswa-ke-timur-tengah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/3055875310888932512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/3055875310888932512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/seleksi-calon-mahasiswa-ke-timur-tengah.html' title='Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-6774354264956798920</id><published>2009-06-15T15:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T15:35:22.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah - السيرة'/><title type='text'>Why I am Proud To Be Muslim</title><content type='html'>Sesungguhnya nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada manusia di dunia ini adalah nikmat Iman dan Islam, dimana dengan kedua nikmat tersebut, seseorang dapat menggapai kenikmatan yang hakiki. Kedua nikmat tersebut adalah sebuah jembatan emas yang akan mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan yang nyata. Ianya adalah cahaya yang menerangi kegelapan malam. Ianya adalah telaga bening di tengah sahara padang pasir. Ianya adalah petunjuk jalan bagi musafir yang sedang kebingungan.&lt;br /&gt;Tiada kenikmatan yang lebih besar daripada nikmat Iman dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berhenti sejenak untuk mencoba merenungi firman Allah yang menunjukkan betapa besarnya kedua nikmat tadi, betapa Allah memberi gelar kepada orang-orang yang diberi ke dua nikmat tadi sebagai umat terbaik, betapa kita harus bersyukur dan bangga menjadi seorang Muslim, sebagai orang yang mendapatkan nikmat Iman dan Islam. Allah berfirman kepada kaum Muslimin:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS, Ali Imran: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat ayat ini Allah telah menegaskan bahwa orang-orang Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Karena mereka adalah orang-orang yang menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Pada ayat lain Allah juga berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS, Ali Imran: 139)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya. Bahkan Allah tidak akan menerima orang-orang yang mencari agama selain agama Islam. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu )daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS, Ali Imran: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita tahu bahwa Allah telah memuji orang-orang Muslim dan menyebutnya bahwa mereka adalah umat terbaik dan orang-orang yang paling tinggi derajatnya, lantas apa yang harus kita lakukan sebagai orang yang telah mengaku dirinya Muslim? Bukankah di sana ada tugas berat yang mesti kita pikul? Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang menolong agamanya. Meskipun sekiranya ia tidak sempat melihat kemenangan di dunia, sesungguhnya Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya kalau saya menyebutkan di sini sebuah kisah yang sangat mempesona, kisah yang dapat menggetarkan hati, kisah yang mampu membuat mata menangis bagi orang yang mau menghayatinya. Yaitu kisah seorang sahabat agung, duta pertama yang diutus oleh Rasul, Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush’ab bin Umair adalah seorang remaja Quraisy paling tampan, paling menonjol, dan paling bersemangat. Para penulis sejarah biasa menyebutnya sebagai “pemuda Makkah yang menjadi sanjungan semua orang”. Dia lahir di Makkah dan dibesarkan dalam limpahan kenikmatan. kedua orang tuanya adalah orang yang kaya raya dan terpandang. Dia adalah anak yang sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Makkah pada saat itu sedang hangat-hangatnya membicarakan Muhammad, orang  yang selama ini dikenal jujur itu tiba-tiba menyatakan bahwa dirinya telah diutus Allah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Mengajak umat manusia beribadah kepada Allah yang Maha Esa. Perhatian warga Makkah terpusat pada berita ini. Tiada yang menjadi buah pembicaraan mereka kecuali tentang Rasulullah SAW dan agama yang dibawanya.  Kabar ini pun terdengar juga oleh Mush’ab bin Umair, pemuda tampan yang sangat dimanja ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat serius memperhatikan perkembangan berita tersebut. Diantara berita yang didengarkannya ialah Rasulullah bersama pengikutnya biasa berkumpul di satu tempat yang jauh dari gangguan orang-orang Quraisy. Yaitu, di bukit Shafa, di rumah Arqam bin Abul Arqam. Dia pun segera mengambil keputusan. Di suatu senja, dia bergegas ke rumah Arqam bin Abul Arqam. Ia bertekad untuk datang ke tempat perkumpulan itu dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang yang mengaku diutus oleh Allah. &lt;br /&gt;Mush’ ab masuk dan duduk di sudut ruangan, ketika rasulullah membaca ayat-ayat Al Qur’an, Mushab terlena, terpesona oleh kalimat-kalimat itu. Dia terbuai, melayang entah ke mana. Rasulullah mendekatinya, mengusap dada Mushab dengan penuh kasih sayang. Dada yang sedang panas bergejolak itu akhirnya menjadi tenang dan damai, setenang samudra yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, hanya dalam waktu yang sangat singkat, ia telah masuk Islam. Karena takut dengan orang tuanya, ia menyembunyikan keislamannya. Akan tetapi pada akhirnya kabar keislamannya tercium juga oleh orang tuannya. Ibunya sangat marah dengan berita itu, lantas ia mengurungnya di dalam kamar beberapa hari dengan penjagaan ketat orang-orang Ibunya. Hingga terdengar oleh Mush’ab bahwa para sahabat Rasulullah akan berhijrah ke Habasyah. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Mushab. Dengan sedikit strategi dia berhasil mengecoh ibu dan para penjaganya. Ia berhasil lolos dari kurungan, lalu ikut hijrah ke Habasyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, dia menghampiri kaum muslimin yang sedang duduk di sekeliling Rasulullah SAW. Melihat penampilan Mushab, mereka menundukkan pandangan, bahkan ada yang menangis. Mereka melihat Mushab memakai jubah usang yang bertambal-tambal. Padahal, masih segar dalam ingatan mereka bagaimana penampilannya sebelum masuk Islam. Pakaiannya ibarat bunga di taman, menebarkan aroma wewangian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush’ab lama tidak berjumpa dengan Ibunya, terakhir bertemu dengan ibunya adalah ketika Ibunya hendak mengurungnya lagi sewaktu Mush’ab kembali dari Habasyah, akan tetapi niat untuk mengurungnya dibatalkan lantaran Mush’ab mengancam akan membunuh orang-orang bawahan ibunya bila rencana itu sampai dilakukan. Keduanya pun kembali berpisah dengan cucuran air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang ibu mengusirnya dari rumah, “Pergilah sesuka hatimu. Aku bukan ibumu lagi.” Mushab menghampiri ibunya dan berkata, “Wahai Ibu, aku sangat sayang kepada Ibu. Karena itu, bersaksilah bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang pernah dialaminya, dan memilih hidup miskin serta kekurangan. Pemuda ganteng dan parlente itu, kini hanya mengenakan pakaian yang sangat kasar, sehari makan dan beberapa hari rela menahan lapar. Akan tetapi, jiwanya yang telah dihiasi aqidah suci dan cahaya ilahi, mengubah dirinya menjadi seorang manusia yang lain, menjadi seorang yang sangat tabah dan berkepribadian kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Rasulullah mengutus Mush’ab ke Madinah untuk melakukan tugas dakwah. Tugasnya adalah mengajarkan agama Islam kepada orang-orang Anshar yang telah beriman dan berbaiat kepada Rasulullah di bukit Aqabah. Juga untuk mengajak orang lain menganut agama Islam, dan mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijrah Rasulullah ke kota itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush’ab terus berdakwah kepada penduduk Madinah hingga mereka berbondong-bondong masuk Islam. Dan ketika terjadi perang uhud antara kaum Muslimin dan kafir Quraisy, ia berperang dengan sangat gigih. Pada waktu itu ia bertugas sebagai pembawa bendera pasukan. Tatkala barisan kaum muslimin porak-poranda, Mushab tetap gigih berperang. Seorang tentara berkuda musuh, Ibnu Qamiah menyerangnya dan berhasil menebas tangan kanannya hingga putus. Mushab mengucapkan, “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh para Rasul.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bendera itu ia ambil dengan tangan kirinya dan ia kibarkan. Musuh pun menebas tangan kirinya hingga putus. Mushab membungkuk ke arah bendera pasukan, lalu dengan kedua pangkal tangannya ia mendekap dan mengibarkan bendera itu, sambil mengucapkan, “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh para Rasul.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang berkuda itu menyerangnya lagi dengan tombak, menghunjamkannya ke dada Msuh’ab. Mushab pun gugur, dan bendera pun jatuh’.” Tidak ada yang bisa dipakai untuk mengkafaninya kecuali sehelai kain. Jika ditutupkan  dari kepalanya, kedua kakinya kelihatan. Jika ditutupkan dari kakinya, maka kepalanya kelihatan. Maka, Rasulullah bersabda, ‘Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan tutupilah kakinya dengan rumput idzkhir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kisah sahabat agung Mush’ab bin Umair, Ia rela meninggalkan segala kenikmatan dan kemewahan dunia yang dulu pernah didapatkannya. Ia lebih memilih hidup miskin dan kekurangan demi Islam. Ia telah korbankan seluruh hidupnya demi meninggikan kalimat haq dan menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya. Ia mengetahui bahwa kenikmatan dunia adalah kenikmatan yang semu dan fana, sedang kenikmatan Akhirat adalah kenikmatan yang sesungguhnya, sebagaimana tersebut dalam syair: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirat adalah keaslian, &lt;br /&gt;Akhirat adalah kehidupan&lt;br /&gt;Dunia itu kefanaan&lt;br /&gt;Dunia itu kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pegang benda Aslinya&lt;br /&gt;Pasti kena tujuannya&lt;br /&gt;Siapa gapai bayang-bayangnya&lt;br /&gt;Pastikan terpedaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(seruling daud)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-6774354264956798920?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/6774354264956798920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/why-i-am-proud-to-be-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6774354264956798920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6774354264956798920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/why-i-am-proud-to-be-muslim.html' title='Why I am Proud To Be Muslim'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-5165199831223457681</id><published>2009-06-09T13:48:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T14:32:55.494-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuntunan Shalat - كيفية الصلاة'/><title type='text'>Wirid Setelah Shalat Fardhu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/Si7Od6PDlFI/AAAAAAAAADo/gh3LtpIXYvI/s1600-h/shalat1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 234px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/Si7Od6PDlFI/AAAAAAAAADo/gh3LtpIXYvI/s400/shalat1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345436820979291218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membaca : Istighfar 3 X,  astaghfirulloh, astaghfirulloh, astaghfirulloh&lt;br /&gt;Allohumma anta assalaam ma minka assalaam tabarokta yaa dzal jalaali wal ikroom&lt;br /&gt;Allohumma a’ini ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallohu wahdahu laa ayariika lahu, lahu almulku wa lahu al hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir. (Dibaca 1 X setelah sholat Dhuhr, Asar dan Isya, dibaca 10 X setelah sholat maghrib dan shubuh)&lt;br /&gt;La haula wa la quwwata illa billah, laa ilaaha illalloh wa la na’budu illaa iyyaahu, lahu anni’mah wa lahu alfadhl wa lahu atstsanaa’ul hasan, laa ilaaha illalloh  mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun.&lt;br /&gt;Allohumma laa mani’a lima a’thoita wa laa mu’thi lima mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minka aljaddu.&lt;br /&gt;Membaca :&lt;br /&gt;· Ayat al Kursyi, Allohu laa ilaha illa huwa alhayyul qoyyum.......&lt;br /&gt;· Surat al Ikhlash, Qul huwallohu ahad.....&lt;br /&gt;· Surat al Falaq, Qul a’udzu birobbil falaq...&lt;br /&gt;· Surat Annas, Qul a’udzu birobbinnaas...&lt;br /&gt;(surat-surat ini dibaca 1 X  setelah sholat Dhuhr, Asar dan Isya, dan dibaca 3X setelah sholat maghrib dan shubuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca :&lt;br /&gt;· Subhanalloh 33 X&lt;br /&gt;· Alhamdulillah 33 X&lt;br /&gt;· Allohu akbar 33 X  yang demikian adalah 99 X, dan untuk menyempurnakan 100 X membaca :&lt;br /&gt;·  Laa ilaaha illallohu wahdahu laa ayariika lahu, lahu almulku wa lahu al hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahasa Arabnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dzikr Ba’da Shalat Fardhu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Membaca : Istighfar 3 x ((أستغفرالله , أستغفرالله , أستغفرالله&lt;br /&gt;kemudian membaca : (اللهم أنت السلام و منك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام)&lt;br /&gt;membaca : (اللهم أعني علي ذكرك و شكرك و حسن عبادتك)&lt;br /&gt;membaca :(لا اله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك و له الحمد وهو علي كل شيئ قدير)&lt;br /&gt;membaca : (لا حول ولا قوة إلا بالله ، لا اله إلا الله ولا نعبد إلا إياه ، له النعمة وله الفضل و له الثناء الحسن، لااله إلا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون)&lt;br /&gt;membaca : (اللهم لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت ولا ينفع ذا الجد منك الجد&lt;br /&gt;membaca :&lt;br /&gt;· Ayat kursy (الله لا اله إلا هو الحي القيوم ....)&lt;br /&gt;· surat al Ikhlash (... ( قل هو الله أحد&lt;br /&gt;· surat al Falaq (قل أعوذ برب الفلق...)&lt;br /&gt;· surat Annas ( قل أعوذ برب الناس....)&lt;br /&gt;membaca :&lt;br /&gt;· subhanalloh 33 x  (سبحان الله)&lt;br /&gt;·  alhamdulillah 33 x ( الحمد لله)&lt;br /&gt;·  Allohu akbar 33 x (الله أكبر) Yang demikian berjumlah 99 x, untuk menggenapkan 100 x membaca:&lt;br /&gt;( لا اله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك و له الحمد وهو علي كل شيئ قدير)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : semua wirid yang tercantum disini berdasarkan hadits shahih dan dicontohkan oleh Rasululloh SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Artinya : &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Afwan, sesuatu yang Anda cari&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;belum tersedia..... coba klik beribu-ribu kali...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-5165199831223457681?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/5165199831223457681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/wirid-setelah-shalat-fardhu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/5165199831223457681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/5165199831223457681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/wirid-setelah-shalat-fardhu.html' title='Wirid Setelah Shalat Fardhu'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/Si7Od6PDlFI/AAAAAAAAADo/gh3LtpIXYvI/s72-c/shalat1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-1191108116900191326</id><published>2009-06-05T11:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T11:51:26.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Santri - أنشطة الطلاب'/><title type='text'>Enaknya Dikasih Judul Apaan Ya???</title><content type='html'>Opsss… dalam tulisan ini saya hanya ingin sedikit bercerita mengenai kepindahan saya…eh, kayaknya ga penting banget ya untuk saya ceritakan di blog ini. Habisnya mau nulis apa juga belum ada bahan, ujian saya juga belum selesai, karena gara-gara Barack Hussein Obama ujian saya yang tanggal 4 yang seharusnya terakhir dan tinggal ongkang-ongkang menunggu hasil ujian, terpaksa harus diundurkan jadi tanggal 21 nanti, jadinya ya saya masih jarang ngeblog. Tapi daripada blognya ga pernah diisi saya nulis aja sembarangan. So kalau ga mau baca ya udah, tutup aja…! Atau cari aja tulisan lain yang kiranya bermanfaat, gitu aja kok repot. He he he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekitar 3 minggu ini saya pindah tinggal, yang sebelumnya di distrik 7 bersama teman-teman sebangsa dan setanah air, dengan menyewa rumah, maksud saya nge-kost ghitu, sekarang saya tinggal di masjid bersama orang Mesir. Daerah yang sekarang saya tempati ini namanya Zahra’ daerahnya kampung, dan agak masuk ke dalam. Kendatipun tidak begitu jauh dari jalan raya, namun kesan kampungnya begitu terasa. Baik itu cara berpakain penduduknya, cara berinteraksi dengan sesama dan kebiasaan mereka sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kota pada umumnya cara berpakaiannya lebih rapi dan tidak suka berbasa basi. Tidak terlalu banyak tanya kecuali yang perlu saja, dan sedikit cuek dengan orang lain. Mungkin mereka lebih mengutamakan waktu mereka sendiri daripada untuk  mencampuri urusan orang lain. Tapi kalau saya menilai masyarakat Mesir secara global, pada umumnya mereka baik-baik, ramah dan suka membantu. Orang Mesir sangat senang dengan orang asing yang belajar ke Mesir, terutama mereka yang belajar di Universitas Al-Azhar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan orang Mesir kalau ketemu orang asing, mereka akan menanyakan kabar dan asal daerah mereka, kalau saya menjawab saya dari Indonesia, mereka akan langsung mengucapkan ahsanu naas (sebaik-baik manusia). Eh… tapi jangan GeeR dulu lho, karena mereka ke orang Malaysia juga akan mengatakan begitu, ke orang Rusia juga mereka akan ngomong begitu. Intinya mereka suka memuji orang walau terkadang sangat berlebihan. Walau bagaimanapun memuji lebih baik daripada mencaci,  betul ga bro?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mesir sangat sulit membedakan antara orang Indonesia, Korea, China dan Jepang. Mereka sering mengira saya orang Jepang… saya sering dipanggil “Yabany” (orang Jepang) terkadang mereka menanyakan ke saya “anta min shin?” kamu dari china? Padahal mata saya nggak sipit seperti orang china dan kulit saya pun kulit orang Indonesia. Terkadang saya juga dipanggil “ya kury..!” (Hai orang Korea), apa benar sih saya seperti orang Korea? Kalau benar…pertanyaannya adalah, bintang Korea yang mana yang mirip dengan saya? Hah ngelantur…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok…kembali ke laptop, maksud saya ke cerita mengenai kepindahan saya ke masjid. Apa alasan saya  pindah ke masjid? Pertama adalah, karena saya ingin lebih konsen belajar, ingin mendapatkan ketenangan dan agar bisa lebih rajin shalat berjamaah 5 waktu di masjid…lha namanya juga tinggal dimasjid masa shalatnya di mall?&lt;br /&gt;Yang ke dua adalah, karena tinggal di masjid itu gratis, jadi tidak repot-repot bayar kost tiap bulan, bayar listrik, air dan lain lain. Jadi lebih meringankan masalah finansial saya. Kayaknya poin ini lebih cocok ditempatkan di alasan pertama deh… cos memang saya keberatan bayar kost yang sudah 3 bulan ini naik.&lt;br /&gt;Alasan yang ketiga adalah, karena saya ingin lebih berinteraksi dengan orang Asing, terutama orang Arab, tujuannya agar bisa mempraktekan bahasa. Masa hidup di Arab tinggalnya sama orang Indonesia terus, keenakan dong ga ada tantangan…huih. Contohnya karena saya lebih sering tinggal sama orang Padang, akhirnya saya malah sampai bisa bahasa Padang, akan tetapi bahasa Arab saya tidak nambah-nambah… apalagi bahasa Inggrisnya. Kalau aku ditanya pakai bahasa inggris dijamin tidak akan aku jawab. Itu sudah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-1191108116900191326?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/1191108116900191326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/enaknya-dikasih-judul-apaan-ya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/1191108116900191326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/1191108116900191326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/enaknya-dikasih-judul-apaan-ya.html' title='Enaknya Dikasih Judul Apaan Ya???'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-8537072410077952913</id><published>2009-06-05T11:33:00.001-07:00</published><updated>2009-06-05T11:46:16.898-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita - الأخبار'/><title type='text'>Obama Merubah Jadwal Ujianku</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SilnikcaXGI/AAAAAAAAADg/48uBdQp06Tw/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343916276447861858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 253px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SilnikcaXGI/AAAAAAAAADg/48uBdQp06Tw/s320/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Presiden Amerika Barack Husein Obama ke Mesir (Kamis/4/6/09) sempat merubah jadwal ujian di seluruh universitas yang ada di kairo, yang mana seharusnya ujian tersebut dilaksanakan pada hari kamis, menjadi dimundurkan beberapa hari berikutnya. Saya pun yang seharusnya ujian terakhir pada hari kamis, terpaksa harus rela menunggu ujian pada tanggal 21 juni mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa Mesir sampai sedemikian rupa untuk melakukan sambutan Obama, sehingga merubah jadwal ujian seluruh kampus yang ada di Kairo. Beberapa hari sebelumnya juga dikabarkan banyak terjadi penangkapan wafidin (warga Negara asing) oleh polisi Mesir di kawasan Hay al Ashir. Sehingga turun instruksi dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI) lewat off line yang isinya menghimbau agar para Mahasiswa tidak keluar rumah pada hari Kamis, kalaupun terpaksa harus keluar rumah diharuskan membawa Passport dan identitas lainnya yang masih valid.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat kabar yang terbit di Mesir, Al Wathan, memberitakan bahwa Mesir telah menurunkan 500 orang pengawal, 8 pesawat, 50 mobil mewah dan 25 ribu tentara guna menyambut dan mengamankan Obama. Sebuah pengamanan yang sangat berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengunjungi Kairo, Obama terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Arab Saudi di Riyadh untuk mengadakan pembicaraan seputar masalah Timur Tengah dan memperbaiki hubungan AS dengan Negara-negara Islam, yang mana selama 8 tahun terakhir ini hubungan AS dengan Negara-negara Islam sangat buruk akibat ulah Bush yang dinilai sangat arogansi. Dalam acara tersebut Obama sempat meminta nasihat kepada raja Saudi, Abdulloh bin Abdul Aziz menganai penyelesaian masalah Timur Tengah. Dalam kesempatan itu, Obama juga memperoleh hadiah dari sang raja berupa kalung emas raksasa. (ah/frs)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-8537072410077952913?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/8537072410077952913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/obama-merubah-jadwal-ujianku_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/8537072410077952913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/8537072410077952913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/06/obama-merubah-jadwal-ujianku_05.html' title='Obama Merubah Jadwal Ujianku'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SilnikcaXGI/AAAAAAAAADg/48uBdQp06Tw/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-4400782517666669984</id><published>2009-04-25T12:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T16:12:19.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi - المعلومات'/><title type='text'>Daftar Kitab-Kitab Bahasa Arab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNtWXKd5LI/AAAAAAAAADY/lnY22SREsvM/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328723015051895986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 129px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 97px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNtWXKd5LI/AAAAAAAAADY/lnY22SREsvM/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Diumumkan bagi yang membutuhkan kitab-kitab berbahasa Arab, baik untuk dijual/bisnis, perpustakaan pribadi, infak maupun yang lainnya, Insya Alloh kami siap membantu dan mengirimkannya dari Mesir. Harga-harga kitab di Mesir relative murah bila dibandingkan dengan Negara-negara Arab lainnya. Berikut adalah contoh kitab-kitab yang bisa dipesan, sebagai gambaran saja: &lt;table class="MsoNormalTable" style="BORDER-COLLAPSE: collapse" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: windowtext 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: windowtext 1pt solid; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: windowtext 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: windowtext 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;No&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: windowtext 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: windowtext 1pt solid; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: windowtext 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Nama Kitab&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: windowtext 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: windowtext 1pt solid; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: windowtext 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pengarang&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: windowtext 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: windowtext 1pt solid; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: windowtext 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;1&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 2.55in; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Fathul Baary Syarah Shahih Bukhari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 164.4pt; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="219" color="-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ibnu Hajar al-Asqalani&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;14 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;2&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 2.55in; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Shahih Muslim&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 164.4pt; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="219" color="-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Imam Nawawi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;9 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;3&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 2.55in; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solidcolor:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="245" &gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Arbaim Nawawi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 164.4pt; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="219" color="-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Imam Nawawi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;1 &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;jilin&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;4&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 2.55in; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="245" color="-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Riyadhus Shalihin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 164.4pt; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="219" color="-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Imam Nawawi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;2 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 2.55in; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="245" color="-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tafsir Alquranul Adzim&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ibnu Katsir&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;8 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 2.55in; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="245" color="-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jami' li Ahkamil &lt;span class="yshortcuts"&gt;Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Imam Qurthuby&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;20 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;7 &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 5.4pt; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; WIDTH: 2.55in; BORDER-TOP-STYLE: none; PADDING-TOP: 0in; BORDER-RIGHT-STYLE: solid; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: solid" valign="top" width="245" color="-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tafsir Ayatil Ahkam&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Muhammad Ali&lt;/span&gt; Ashobuni&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;2 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;8&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Fiqhu sunnah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sayid Sabiq&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;4 Jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;9 &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kitab al-Um&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Imam Syafi'i&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;11 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;10&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Nailul Authar&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Imam Assyaukani&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;8 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;11&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Subulus Salam&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ibnu Hajar al-Asqalani&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;4 &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;jilin&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;12&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Fatawa&lt;/span&gt; Ibnu Taimiah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ibnu Taimiah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;20 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;13&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Aqidah Thahawiah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Abu Ja'far&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;1 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;14&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Aqidah Wasatiyah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ibnu Taimiah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;1 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;15&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hayatus Sahabah &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Al Kandahlawi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;3 Jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;16&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;I'tisham &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Imam Syatibi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;1 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;17&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Almuwafaqat (Ushul Fiqh)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Imam Syatibi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;2 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;18&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Qashashul Anbiya'&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ibnu Katsir&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;1 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;19 &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Talbishul Iblis&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ibnu Jauzi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;1 jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 29.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="39"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;20&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 2.55in; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="245"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sirah Nabawiyah &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 164.4pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="219"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ibnu Hisyam&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0in; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 48.7pt; PADDING-TOP: 0in; BORDER-BOTTOM: 1pt solid" valign="top" width="65"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;4 Jilid&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Keterangan: &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 39pt; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;·&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Bagi yang berminat atau membutuhkan informasi lebih lanjut bisa hubungi Ahmad Farisi, HP : +20164168501 atau +20110975373&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 39pt; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;·&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Atau kirim email ke elfaris_felistano@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 1in; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;·&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Masalah jumlah jilid setiap penerbit mungkin bisa berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 1in; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;·&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pengiriman biasa via laut dengan menggunakan container.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 1in; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;·&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kitab2 diatas hanya sebagai contoh, yg mungkin sudah lebih dikenal di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 1in; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;·&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Masih banyak kitab2 lain yg berhubungan dg masalah fiqh, Aqidah, Tafsir, Hadits dan sirah. (di Mesir masalah kitab lebih Komplit).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 1in; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;·&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Masalah harga kitab nanti bisa kami cantumkan berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-4400782517666669984?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/4400782517666669984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/daftar-kitab-kitab-bahasa-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/4400782517666669984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/4400782517666669984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/daftar-kitab-kitab-bahasa-arab.html' title='Daftar Kitab-Kitab Bahasa Arab'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNtWXKd5LI/AAAAAAAAADY/lnY22SREsvM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-443737015390526888</id><published>2009-04-25T10:34:00.000-07:00</published><updated>2009-04-25T10:57:07.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Santri - أنشطة الطلاب'/><title type='text'>Mahasiswa Daud Kholifatulloh Di Mesir Adakan Pertemuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNOZjrUVgI/AAAAAAAAADQ/2YowcSROOn4/s1600-h/03.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNOZjrUVgI/AAAAAAAAADQ/2YowcSROOn4/s200/03.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328688985090053634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kairo. Mahasiswa dan alumni Daud Kholifatulloh , Jum’at, 17 April 2009 mengadakan pertemuan di kawasan Rabeah Adawea, Nasr City, Cairo, Mesir. Acara pertemuan ini diadakan di Masjid Robbul Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang bertujuan untuk sharing ide dan mendengarkan nasehat ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Daud Kholifatulloh kecuali satu orang yang tinggal di luar propinsi dan karena jaraknya yang sangat jauh.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu dibicarakan masalah kegiatan mahasiswa Daud Kholifatulloh kedepan yang ditindaklanjuti dengan membentuk struktur organisasi untuk periode 2009/2010.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNLBL8_q7I/AAAAAAAAAC4/U-VSiHVCofs/s1600-h/17042009503.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNLBL8_q7I/AAAAAAAAAC4/U-VSiHVCofs/s320/17042009503.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328685267870002098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNMJI9j7YI/AAAAAAAAADA/JK-_bLiGtIA/s1600-h/17042009500.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNMJI9j7YI/AAAAAAAAADA/JK-_bLiGtIA/s320/17042009500.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328686504017653122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-443737015390526888?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/443737015390526888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/mahasiswa-daud-kholifatulloh-di-mesir.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/443737015390526888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/443737015390526888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/mahasiswa-daud-kholifatulloh-di-mesir.html' title='Mahasiswa Daud Kholifatulloh Di Mesir Adakan Pertemuan'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfNOZjrUVgI/AAAAAAAAADQ/2YowcSROOn4/s72-c/03.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-7810932721796090926</id><published>2009-04-25T09:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-25T12:52:16.108-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat - النصيحة'/><title type='text'>Nasihat Seorang Guru Kepada Muridnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman (QS. Adz Dzaariyaat: 55)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama kami merindukan nasihat dari guru-guru kami yang jauh, ebuah nasihat yang dapat memotifasi kami untuk selalu berpegang teguh pada agama yang mulia ini. Sebuah nasihat yang mampu merubah cara hidup kita menjadi lebih baik. Bagi kami, nasihat yang baik adalah nasihat yang dapat meningkatkan kita kepada ketakwaan apapun itu bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda rasululloh bahwa agama ini adalah sebuah nasihat, maka sudah barang tentu bahwa saling memberi nasihat di antara orang-orang yang beriman sangat dianjurkan. Akan tetapi tradisi yang mulia ini sudah semakin ditinggalkan oleh banyak orang. Mereka semakin enggan mencampuri urusan orang lain walau hanya memberi sebuah nasihat yang baik.. Mereka lebih asyik dengan apa yang sedang mereka lakukan tanpa mau peduli dengan orang lain yang hidup disekitarnya. Padahal ketahuilah… bahwa nasihat itu sangatlah bermanfaat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kemarin ada saudara kami satu pondok yang baru tiba menyusul kami di negeri para nabi dengan membawa beberapa nasihat. Ia mengatakan bahwa ada amanah dari pak Anang yang harus disampaikan. Yaitu amanah sebuah nasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah nasihat dari ketua yayasan Daud Kholifatulloh, Ir. Anang Sulistyo Muhtadi untuk para santrinya yang sedang menuntut ilmu di negeri para nabi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Luruskan niat semata-mata karena Alloh dalam mencari ilmu.&lt;br /&gt;2.  Istiqomah  dalam segala kebaikan&lt;br /&gt;3. Tetap dalam satu jamaah, yaitu jamaah Islam&lt;br /&gt;4. Jangan sombong dan merasa lebih baik dari orang lain.&lt;br /&gt;5.  Berusaha menjadi generasi terbaik yang mampu mendirikan pondok&lt;br /&gt;6.  Sudah harus memikirkan masadepan pondok mulai dari sekarang.&lt;br /&gt;7.  Mencari informasi tentang beasiswa universitas di seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;8.  Mengirim informasi yang berhubungan dengan keilmuan dan kemahasiswaan di Mesir setiap satu minggu sekali&lt;br /&gt;9.  Membentuk organisasi untuk mengadakan dan mengatur kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-7810932721796090926?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/7810932721796090926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/nasihat-guru-kepada-murid-muridnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7810932721796090926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7810932721796090926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/nasihat-guru-kepada-murid-muridnya.html' title='Nasihat Seorang Guru Kepada Muridnya'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-2987064128708958082</id><published>2009-04-25T08:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-25T10:05:57.492-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan - الثقافة'/><title type='text'>Misteri Batu Melayang, Batu Isra' Mi'raj Nabi Muhammad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMp2FOhHYI/AAAAAAAAACQ/jTMWGSWJad0/s1600-h/batu_terbang_palsu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMp2FOhHYI/AAAAAAAAACQ/jTMWGSWJad0/s320/batu_terbang_palsu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328648793202171266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutkan sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan mi'raj ke langit. Sang batu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang percaya begitu saja gambar dan cerita tersebut. Tetapi tak sedikit juga yang bertanya-tanya. Apakah batu tersebut benar-benar ada? Benarkah itu foto asli?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama mencari-cari kebenaran cerita dan foto tersebut, akhirnya ada kejelasan yang diperoleh dari forum diskusi berbahasa arab. Ternyata foto batu ini sudah tersebar jauh dan juga menimbulkan 'kehebohan' di antara mereka. Jika dalam versi indonesia, embel-embel ceritanya adalah tentang kisah isra' mi'raj di atas, maka dalam forum berbahasa arab itu cerita pengiringnya berbeda. Tidak mengenai isra mi'raj. Di situ diceritakan bahwa batu ini berasal dari wilayah Al Ahsa (bukan Al Aqsa), di bagian timur Arab Saudi, di sebuah desa bernama Al Tuwaitsir. Sang batu, konon ceritanya, tiba-tiba melayang setinggi sekitar 10 cm di suatu hari di bulan April, tanpa sebab yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anggota forum tersebut menanggapi dengan menyatakan bahwa ia hidup di wilayah tersebut dan tidak pernah melihat ada batu yang terbang melayang. Ia pun kemudian memberikan foto-foto batu yang dimaksud. Dan ternyata, memang batu tersebut ada, namun mempunyai penyangga di bawahnya. Foto asli batu tersebut menunjukkan bahwa memang batu tersebut cukup unik. Dan dengan mengambil sudut pemotretan yang tepat, dilanjutkan dengan manipulasi hasil pemotretan dengan photoshop atau program pengolah gambar lainnya, orang dengan mudah menghilangkan penyangga tersebut untuk memberi kesan sebagai batu yang melayang di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah foto-foto batu asli dari berbagai sudut pengambilan gambar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMqeDJTolI/AAAAAAAAACY/xZuI8E1VEz8/s1600-h/mk19047_bbbvvv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMqeDJTolI/AAAAAAAAACY/xZuI8E1VEz8/s320/mk19047_bbbvvv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328649479838212690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMrxa1_meI/AAAAAAAAACg/Dqq_DZWrp30/s1600-h/mk19047_bbm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMrxa1_meI/AAAAAAAAACg/Dqq_DZWrp30/s320/mk19047_bbm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328650912128801250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMsKpCVzsI/AAAAAAAAACo/uqbus2rFc8o/s1600-h/mk19047_bmvmbmbmbmb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMsKpCVzsI/AAAAAAAAACo/uqbus2rFc8o/s320/mk19047_bmvmbmbmbmb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328651345435414210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMu-HhItBI/AAAAAAAAACw/vMvNTJuD8b0/s1600-h/batu_pijakan_nabi_isra_miraj1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMu-HhItBI/AAAAAAAAACw/vMvNTJuD8b0/s320/batu_pijakan_nabi_isra_miraj1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328654428814226450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana dengan batu yang merupakan pijakan Nabi saat ber-isra'mi'raj? Di samping ini adalah gambar batu tersebut. Ia berada di Yerusalem, Palestina di wilayah Masjid al Aqsha. Batu inilah yang dilindungi dengan bangunan yang kita kenal sebagai simbol Palestina, yaitu Masjid berkubah Emas, Dome of the Rock, atau Qubah al Shakhra atau masjid Kubah Batu. Apakah batu ini melayang? Wallahua'lam, sepertinya tidak.&lt;br /&gt;Jadi, semoga kita tidak terburu-buru percaya dengan cerita-cerita heboh, ajaib, yang diembel-embeli dengan kisah-kisah islami atau dihubungkan dengan kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;Jangankan cuma batu sebesar itu, Allah pun berkuasa untuk mengangkat bukit Thursina ketika mengambil sumpah kepada kaum Yahudi. Tetapi, kalau memang batu tersebut tidak melayang, tidak terbang, dan ternyata merupakan hasil manipulasi foto belaka, apakah kita akan tetap menyebarkan foto-foto tersebut? Apalagi kisah sang batu yang ingin ikut Nabi ke langit tersebut juga tidak jelas sumbernya.&lt;br /&gt;Semoga halaman ini bermanfaat untuk kebenaran. Sumber :  al-habib.tripoid.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-2987064128708958082?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/2987064128708958082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/misteri-batu-melayang-batu-isra-miraj.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/2987064128708958082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/2987064128708958082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/misteri-batu-melayang-batu-isra-miraj.html' title='Misteri Batu Melayang, Batu Isra&apos; Mi&apos;raj Nabi Muhammad'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SfMp2FOhHYI/AAAAAAAAACQ/jTMWGSWJad0/s72-c/batu_terbang_palsu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-2026992776660626750</id><published>2009-04-22T07:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T07:21:00.050-07:00</updated><title type='text'>Kolom Salam Sapa</title><content type='html'>Ahlan Wa Sahlan……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kabar Sobat? Semoga tetap dalam lindungan Alloh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanahu wa ta’ala&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Bertambah keimanan dan sukses dalam menjalankan setiap tugasnya,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; amin&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolom salam sapa ini disediakan untuk antum yang mau kirim salam, tanya kabar, ta’arruf, temu kangen dan lain sebagainya. Pada kolom ini, Antum juga bisa memberikan info, pengumuman atau beriklan secara gratis, tapi ingat tidak boleh SARA, ghibbah atau mengunjing ya…. Cuz itu nggak baik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya &lt;s&gt;Kripik&lt;/s&gt; kritik, &lt;s&gt;pepesan&lt;/s&gt; pesan dan saran yang membangun dari sobat semua sangat kami harapkan. Kami sadar, bahwa kami hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, karena itu, tegur kami, luruskan kami dan nasihati kami apabila Antum melihat kami keluar dari rel-rel Syariat, agar kami bisa kembali kejalan yang lurus.&lt;br /&gt;Syukran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhukum Fillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdulloh (hamba Alloh) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-2026992776660626750?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/2026992776660626750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/kolom-salam-sapa_22.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/2026992776660626750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/2026992776660626750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/kolom-salam-sapa_22.html' title='Kolom Salam Sapa'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-6557636137447852256</id><published>2009-04-22T04:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T04:50:58.367-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa - الفتاوى'/><title type='text'>Hukum Perdukunan dan Mendatangi Dukun</title><content type='html'>Tentang perdukunan dan hukum mendatangi dukun? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahanah (perdukunan) wazan fa'alah diambil dari kata takahhun, yaitu menerka-nerka dan mencari hakikat dengan perkara-perkara yang tidak ada dasarnya. Perdukunan di masa jahiliyah dinisbatkan kepada suatu kaum yang dihubungi oleh para setan yang mencuri pembicaraan dari langit dan menceritakan apa yang didengarnya kepada mereka. Kemudian mereka mengambil ucapan yang disampaikan kepada mereka dari langit lewat perantaraan para setan dan menambahkan pernyataan di dalamnya. Kemudian mereka menceritakan hal itu kepada manusia. Jika sesuatu terjadi yang sesuai dengan apa yang mereka katakan, maka orang-orang tertipu dengan mereka dan menja-dikan mereka sebagai rujukan dalam memutuskan perkara di antara mereka serta menyimpulkan apa yang akan terjadi di masa depan. Kerena itu, kita katakan, "Dukun adalah orang yang menceritakan tentang perkara-perkara ghaib di masa yang akan datang." Sedangkan orang yang mendatangi dukun itu terbagi menjadi tiga macam: &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya. Ini diharamkan. Hukuman bagi pelakunya ialah tidak diterima shalatnya selama 40 malam, sebagaimana termaktub dalam Shahih Muslim bahwa Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &lt;br /&gt;"Barangsiapa yang datang kepada peramal lalu bertanya kepada-nya tentang suatu perkara, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari atau 40 malam." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dan mempercayai apa yang diberitakannya, maka ini merupakan kekafiran kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Karena ia mempercayainya tentang pengakuannya mengetahui perkara ghaib, sedangkan mempercayai seseorang tentang pengakuannya mengetahui per-kara ghaib adalah mendustakan firman Allah Subhannahu wa Ta'ala , &lt;br /&gt;"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah." (An-Naml: 65). &lt;br /&gt;Karenanya, disinyalir dalam hadits shahih, &lt;br /&gt;"Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya untuk menjelaskan ihwalnya kepada manusia, dan bahwasanya itu adalah perdukunan, pengelabuan dan penyesatan. Ini tidak mengapa. Dalil mengenai hal itu, bahwa Nabi Shalallaahu alaihi wasalam kedatangan Ibnu Shayyad, lalu Nabi Shalallaahu alaihi wasalam menyembunyikan sesuatu untuknya dalam dirinya, lalu beliau bertanya kepadanya, apakah yang beliau sembunyikan untuknya? Ia menjawab, "Asap." Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ÇöÎúÓóÃú Ýóáóäú ÊóÚúÏõæó ÞóÏúÑóßó &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pergilah dengan hina, kamu tidak akan melampui kemampuanmu." &lt;br /&gt;Inilah keadaan orang yang datang kepada dukun, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ia datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya dan tanpa tujuan menjelaskan ke-adaannya (kepada manusia). Ini diharamkan, dan hukuman bagi pelakunya ialah tidak diterima shalatnya selama 40 malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ia bertanya kepadanya dan mempercayainya. Ini kekafiran kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala, yang wajib atas manusia bertaubat darinya dan kembali kepada Allah. Jika tidak bertaubat, maka ia mati di atas kekafiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ia datang kepada dukun dan bertanya kepadanya untuk mengujinya dan menjelaskan keadaannya kepada manusia. Ini tidak mengapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Majmu' ats-Tsamin min Fatawa asy-Syaikh Ibn Utsaimin, jilid 2, hal. 136-137 &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-6557636137447852256?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/6557636137447852256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/hukum-perdukunan-dan-mendatangi-dukun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6557636137447852256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6557636137447852256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/hukum-perdukunan-dan-mendatangi-dukun.html' title='Hukum Perdukunan dan Mendatangi Dukun'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-1611195761572727954</id><published>2009-04-21T16:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T16:37:22.753-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid - التوحيد'/><title type='text'>Keutamaan Tauhid Dan Ampunan Allah Bagi Para Muwahhid</title><content type='html'>Firman Allah Subhanahu wata’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang beriman dan tidak menodai keimanan([1]) mereka dengan kedzoliman (kemusyrikan)([2]) mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang yang mendapat jalan hidayah”, (QS. Al An’am, 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubadah bin Shomit Radhiallahu’anhu menuturkan : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل " أخرجاه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang bersyahadat([3]) bahwa tidak ada sesembahan yang hak (benar) selain Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dan Muhammad adalah hamba dan RasulNya, dan bahwa Isa adalah hamba dan RasulNya, dan kalimatNya yang disampaikan kepada Maryam, serta Ruh dari padaNya, dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkanya ke dalam surga, betapapun amal yang telah diperbuatnya”. (HR. Bukhori &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan pula hadits dari Itban Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" فإن الله حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله "&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala mengharamkan neraka bagi orang-orang yang mengucapkanلا إله إلا الله  dengan ikhlas dan hanya mengharapkan (pahala melihat) wajah Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" قال موسى يا رب، علمني شيئا أذكرك وأدعوك به، قال : قل يا موسى : لا إله إلا الله، قال : يا رب كل عبادك يقولون هذا، قال موسى : لو أن السموات السبع وعامرهن – غيري – والأرضين السبع في كفة، ولا إله إلا الله في كفـة، مالت بهـن لا إله إلا الله " (رواه ابن حبان والحاكم وصححه).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Musa berkata : “Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingatMu dan berdoa kepadaMu”, Allah berfirman :”Ucapkan hai Musaلا إله إلا الله  ”, Musa berkata : “Ya Rabb, semua hambaMu mengucapkan itu”, Allah menjawab :” Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya, selain Aku, dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu timbangan dan kalimatلا إله إلا الله  diletakkan dalam timbangan yang lain, niscaya kalimatلا إله إلا الله  lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban, dan Imam Hakim sekaligus menshohehkannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits (yang menurut penilaiannya hadits itu hasan) dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu ia berkata aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" قال الله تعالى : يا ابن آدم، لو أتيتني بقراب الأرض خطايا، ثم لقيتني لا تشرك بي شيئا، لأتيتك بقرابها مغفرة "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Hai anak Adam, jika engkau datang kepadaKu dengan membawa dosa sejagat raya, dan engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejagat raya pula”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-1611195761572727954?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/1611195761572727954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/keutamaan-tauhid-dan-ampunan-allah-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/1611195761572727954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/1611195761572727954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/keutamaan-tauhid-dan-ampunan-allah-bagi.html' title='Keutamaan Tauhid Dan Ampunan Allah Bagi Para Muwahhid'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-8684263519905621088</id><published>2009-04-18T17:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T15:00:28.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum - أحكام الشريعة'/><title type='text'>HARI ‘ASYURA (10 MUHARRAM) ANTARA SUNNAH DAN BID’AH</title><content type='html'>Sejarah dan Keutamaan Puasa Asyura’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hari ‘syura (tanggal 10 Muharam) meski merupakan hari bersejarah, dan diagungkan, namun orang tidak boleh berbuat bid’ah padanya. Adapun yang dituntunkan syari’at kepada kita pada hari ini hanyalah berpuasa, dengan dijaga jangan sampai bertasyabuh dengan orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari ‘asyura’ di maha jahiliyah, Rasulullah SAW pun melakukannya pada masa masa jahiliah. Tatkala beliau tiba di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi SAW tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘asyura’. Beliau bertanya, “Apa ini?” Mereka menjawab: “Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur”. Maka beliau SAW bersabda, “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka hari itu, Nabipun berpuasa dan mendorong umatnya untuk berpuasa.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hadist ini menunjukkan bahwa suku Quraisy berpuasa pada hari Asyura di masa jahiliyah, dan sebelum hijrahpun Nabi SAW telah melakukannya. Kemudian sewaktu tiba di Madinah, beliau menemukan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu, maka Nabipun berpuasa dan mendorong umatnya untuk berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia adalah hari mendaratnya kapal Nabi Nuh di atas gunung “Judi” lalu Nuh berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur.” (HRS. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa berkata, “Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya, maka Rasulullah bersabda, “Puasalah kalian pada hari itu.” (HSR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW ditanya tentang puasa di hari ‘Asyura’, maka beliau menjawab, “Puasa itu bisa menghapuskan (dosa-dosa kecil) pada tahun kemarin.” (HSR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Berpuasa Di Hari Asyura’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Berpuasa selama tiga hari tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafazh sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam al Huda dan al-Majd Ibnu Taimiyah dalam al-Muntaqa 2/2, “Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan sehari setelahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada riwayat ath-Thahawi menurut penuturan pengarang al-Urf asy-Syadzi, “Puasalah pada hari Asyura dan berpuasalah sehari sebelum atau sesudahnya dan janganlah kalian menyerupai orang Yahudi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun didalam sanadnya ada rawi yang diperbincangkan. Ibnul Qayyim berkata (Zaadul Ma’ad 2/76), “Ini adalah derajat yang paling sempurna”. Syeikh Abdul Haq ad-Dahlawi mengatakan” “Inilah yang paling utama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar di dalam Fathul Baari 4/246 juga mengisyaratkan keutamaan cara ini. Dan termasuk yang memiliki pendapat puasa tiga hari tersebut (9, 10, 11 Muharram) adalah asy-Syaukani (Nailul Authar 4/245) dan Syeikh Muhammad Yusuf al-Banury dalam Ma’arifus Sunan 5/434.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mayoritas ulama’ yang memilih cara seperti ini adalah dimaksudkan untuk lebih hati-hati . Ibnul Qudamah di dalam al-Mughni 3/174 menukil pendapat Imam Ahmad yang memilih cara seperti ini (selama tiga hari) pada saat timbul kerancuan dalam menentukan awal bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Berpuasa pada tanggal 9 dan 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas hadits menunjukkan cara ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura’ dan memerintahkan berpuasa. Para shahabat berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh orang Yahudi”. Maka beliau SAW bersabda, “Di tahun depan Insya allah kita akan berpuasa pada tanggal 9”, tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah SAW telah wafat.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, “Jika aku masih (hidup) pada tahun depan sungguh aku akan puasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata (Fathul Baari 4/245): “Keinginan beliau untuk berpuasa pada tanggal sembilan mengandung kemungkinan bahwa beliau tidak hanya berpuasa pada tanggal sembilan saja, namun juga ditambahkan pada hari kesepuluh. Kemungkinan untuk hati-hati dan mungkin juga untuk menyelisihi orang Yahudi dan Nashara, kemungkinan kedua inilah yang lebih kuat, yang itu ditunjukkan oleh sebagian riwayat Muslim”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Atha’, dia mendengar Ibnu Abbas berkata: “Selisihlah Yahudi, berpuasalah pada tanggal sembilan dan sepuluh”. (Abdurrazaq 4/287)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Berpuasa dua hari yaitu tanggal sembilan dan sepuluh atau sepuluh dan sebelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berpuasalah pada hari ‘Asyura dan selisihilah orang Yahudi, puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (Hadist Dhaif Riwayat Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits marfu’ ini tidak shahih karena tiga illat (cacat):&lt;br /&gt;-Ibnu Abi Laila, lemah, karena hafalannya buruk.&lt;br /&gt;-Dawud bin Ali bin Abdullah bin Abbas, bukan hujjah&lt;br /&gt;-Perawi sanad hadits tersebut secara mauquf lebih tsiqah dan lebih hafal daripada perawi jalan sanad marfu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hadits di atas shahih secara mauquf sebagaimana dalam as-Sunan al-Matsurah karya as-Syafi’I no. 335 dan Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tahzibul Atsar 1/218.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab berkata (Lathaiful Ma’arif, hal: 49): “Dalam sebagian riwayat disebutkan “atau sesudahnya” maka kata “atau:” disini mungkin merupakan keraguan dari perawi atau memang menunjukkan kebolehan …”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/245-246): “Dan ini adalah akhir perkara Rasulullah SAW, dahulu beliau SAW suka menyocoki Ahli Kitab dalam hal yang tidak ada perintah, lebih-lebih bila hal itu menyelisihi orang-orang musyrik. Maka setelah Fathu Makkah dan Islam menjadi termasyhur, beliau suka menyelisihi Ahli Kitab sebagaimana dalam hadits shahih. Maka ini (masalah puasa Asyura’) termasuk dalam hal itu. Maka pertama kali beliau mencocoki Ahli kitab dan berkata: “Kami lebih berhak atas Musa dari pada kalian (Yahudi)”, kemudian beliau menyukai menyelisihi Ahli kitab, maka beliau menambahi sehari sebelum atau sesudahnya untuk menyelisihi Ahli kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rafi’i berkata (at-Talhish al-Habir 2/213): “Berdasarkan ini, seandainya tidak berpuasa pada tanggal sembilan maka dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal sebelas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Berpuasa pada tanggal sepuluh saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz berkata (Fathul Bari 4/246): “Puasa Asyura mempunyai tiga tingkatan, yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan di atasnya ditambah puasa tanggal sembilan dan tingkatan berikutnya ditambah puasa sembilan dan sebelas. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah-Bid’ah Di Hari Asyura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shalat dan dzikir-dzikir khusus, shalat ini disebut dengan sholat Asyura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mandi, bercelak, memakai minyak rambut dan mewarnai kuku (menyemir rambut).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membuat makanan khusus/istimewa, yang tidak seperti biasanya (seperti membuat bubur syura yang terdapat di daerah Sumatera Barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membakar kemenyan.&lt;br /&gt;5. Bersusah-susah dalam kehausan dan menampakkan kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Do’a awal dan akhir tahun yang dibaca pada malam akhir tahun dan awal tahun (sebagaimana termaktub dalam Majmu’ Syarif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menentukan berinfaq dan memberi makan orang-orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memberikan uang belanja yang lebih kepada keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Subki berkata (Ad-Din al-Khalish 8/417): “Adapun pernyataan sebagian orang menganjurkan setelah mandi hari ini 10 Muharram untuk ziarah kepada orang ‘alim, menengok orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memotong kuku, membaca al-Fathihah seribu kali dan bersilaturrahim maka tidak ada dalil yang menunjukkan keutamaan amal-amal itu dikerjakan pada hari itu. Yang benar amalan-amalan ini diperintahkan oleh syari’at di setiap saat, adapun mengkhususkan di hari ini (10 Muharram) maka hukumnya bid’ah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab berkata (Lathaiful Ma’arif hal. 53): “Hadits anjuran memberikan uang belanja lebih dari hari-hari biasa, diriwayatkan dari banyak jalan namun tidak ada satupun yang shahih. Di antara ulama’ yang mengatakan demikian adalah Muhammad bin Abdullah bin al-Hakam. Al-Uqaili berkata: “(Hadits itu) tidak dikenal”. Adapun mengadakan ma’tam (kumpulan orang dalam kesusahan, semacam haul) sebagaimana dilakukan oleh Rafidhah dalam rangka mengenang kematian Husain bin Ali RA maka itu adalah perbuatan orang-orang tersesat di dunia sedangkan ia menyangka telah berbuat kebaikan. Allah dan RasulNya tidak pernah memerintahkan mengadakan ma’tam pada hari lahir atau wafat para nabi maka bagaimanakah dengan manusia/orang selain mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat menerangkan kaidah-kaidah untuk mengenal hadits palsu, al-Hafidz Ibnu Qayyim (al-Manar al-Munif hal. 113 secara ringkas) berkata: “Hadits-hadits tentang bercelak pada hari Asyura’, berhias, bersenang-senang/berpesta, dan sholat di hari ini dan fadhilah-fadhilah lain tidak ada satupun yang shahih, tidak satupun keterangan yang kuat dari Nabi SAW selain hadits-hadits puasa. Adapun selainya adalah bathil seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberi kelonggaran pada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan kelonggaran kepadanya sepanjang tahun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata: “Hadits ini tidak sah/bathil.” Adapun hadits-hadits bercelak, memakai minyak rambut dan memakai wangi-wangian, itu dibuat-buat oleh para tukang dusta. Kemudian golongan lain membalas dengan menjadikan hari Asyura sebagai hari kesedihan dan kesusahan. Dua golongan ini adalah ahli bid’ah yang menyimpang dari as-Sunnah. Sedangkan Ahlu Sunnah melaksanakan puasa pada hari itu yang diperintahkan Rasul SAW dan menjauhi bid’ah-bid’ah yang diperintahkan oleh syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Sholat Asyura maka haditsnya bathil. As-Suyuthi dalam al-Laili 2/29 berkata: “Maudlu’ (hadits palsu)”. Ucapan beliau ini dinukil Asy-Syaukani dalam al-Fawaid al-Majmu’ah hal. 47. Hal senada juga diucapkan ileh Al-‘Iraqi dalam Tanzihus Syari’ah 2/89 dan Ibnul Jauzi dalam al-Maudlu’ah 2/122.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab berkata (Latha’iful Ma’arif): “Setiap riwayat yang menerangkan keutamaan bercelak, berpacar/kiteks dan mandi pada hari Asyura adalah maudlu’ (palsu) tidak shah. Contohnya hadits yang dikatakan dari Abu Hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mandi dan bersuci pada hari Asyura maka tidak akan sakit di tahun itu kecuali sakit yang menyebabkan kematian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini adalah buatan para pembunuh Husain.”&lt;br /&gt;Adapun hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa bercelak dengan batu ismid di hari Asyura maka matanya tidak akan pernah sakit selamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Ulama’ seperti Ibnu Rajab, az-Zarkasyi dan as-Sakhawi menilainya sebagai hadits maudlu’ (palsu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan Ibnul Jauzi dalam Maudlu’at 2/204, Baihaqi dalam Syu’abul Iman 7/379, dan Fadhalil Auqat no. 246 dan al-Hakim sebagaimana dinukil as-Suyuthi dalam al-Lali 2/111. Al-Hakim berkata: “Bercelak di hari Asyura tidak ada satupun atsar/hadits dari Nabi SAW Dan hal ini adalah bid’ah yang dibuat oleh para pembunuh Husain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sedikit pembahasan tentang hari ‘Asyura. Semoga kita bisa mengamalkan sunnah tentang hari ‘Asyura ini dan meninggalkan bid’ah-bid’ahnya. Amin-Red. Wallahu waliyyat-Taufiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: www.alsofwah.or.id yang juga diambil dari majalah as-Sunnah, edisi 03/V/1421=2001, dengan sedikit perubahan)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-8684263519905621088?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/8684263519905621088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/hari-asyura-10-muharram-antara-sunnah_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/8684263519905621088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/8684263519905621088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/hari-asyura-10-muharram-antara-sunnah_18.html' title='HARI ‘ASYURA (10 MUHARRAM) ANTARA SUNNAH DAN BID’AH'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-818508885227998019</id><published>2009-04-18T16:07:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T14:54:40.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum - أحكام الشريعة'/><title type='text'>Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu'?</title><content type='html'>Sumber : www.sysyariah.com &lt;br /&gt;Penulis : Ustadz Abu Ishaq Muslim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang saya hormati, saya ingin menanyakan satu permasalahan. Di daerah saya banyak orang yang mengaku mengikuti madzhab Syafi'iyah, dan saya lihat mereka ini sangat fanatik memegangi madzhab tersebut. Sampai-sampai dalam permasalahan batalnya wudhu' seseorang yang menyentuh wanita. Mereka sangat berkeras dalam hal ini. Sementara saya mendengar dari ta'lim-ta'lim yang saya ikuti bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu'. Saya jadi bingung, Ustadz. Oleh karena itu, saya mohon penjelasan yang gamblang dan rinci mengenai hal ini, dan saya ingin mengetahui fatwa dari kalangan ahlul ilmi tentang permasalahan ini. Atas jawaban Ustadz, saya ucapkan Jazakumullah khairan katsira. &lt;br /&gt;(Abdullah di Salatiga) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Masalah batal atau tidaknya wudhu' seorang laki-laki yang menyentuh wanita memang diperselisihkan di kalangan ahlul ilmi. Ada diantara mereka yang berpendapat membatalkan wudhu' seperti Imam Az-Zuhri, Asy-Sya'bi, dan yang lainnya. Akan tetapi pendapat sebagian besar ahlul ilmi, di antaranya Ibnu Jarir, Ibnu Katsir dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan ini yang rajih (kuat) dalam permasalahan ini, tidak batal wudhu' seseorang yang menyentuh wanita. Wallahu ta'ala a'lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muqbil rahimahullahu ta'ala pernah ditanya dengan pertanyaan yang serupa dan walhamdulillah beliau memberikan jawaban yang gamblang. Sebagaimana yang Saudara harapkan untuk mengetahui fatwa ahlul ilmi tentang permasalahan ini, kami paparkan jawaban Syaikh sebagai jawaban pertanyaan Saudara. Namun, di sana ada tambahan penjelasan dari beliau yang Insya Allah akan memberikan tambahan faidah bagi Saudara. Kami nukilkan ucapan beliau dalam Ijabatus Sa-il hal. 32-33 yang nashnya sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau ditanya: "Apakah menyentuh wanita membatalkan wudlu', baik itu menyentuh wanita ajnabiyah (bukan mahram), istrinya ataupun selainnya?" Maka beliau menjawab: "Menyentuh wanita ajnabiyah adalah perkara yang haram, dan telah diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dalam Mu'jamnya dari Ma'qal bin Yasar radliyallahu 'anhu mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : &lt;br /&gt;Sungguh salah seorang dari kalian ditusuk jarum dari besi di kepalanya lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya. &lt;br /&gt;Diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam Shahih keduanya dari Abi Hurairah radliyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah ditetapkan bagi anak Adam bagiannya dari zina, senantiasa dia mendapatkan hal itu dan tidak mustahil, kedua mata zinanya adalah melihat, kedua telinga zinanya adalah mendengarkan, tangan zinanya adalah menyentuh, kaki zinanya adalah melangkah, dan hati cenderung dan mengangankannya, dan yang membenarkan atau mendustakan semua itu adalah kemaluan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari sini diketahui bahwa menyentuh wanita ajnabiyah tanpa keperluan tidak diperbolehkan. Adapun bila ada keperluan seperti seseorang yang menjadi dokter atau wanita itu sendiri adalah dokter, yang tidak didapati dokter lain selain dia, dan untuk suatu kepentingan, maka hal ini tidak mengapa, namun tetap disertai kehati-hatian yang sangat dari fitnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai masalah membatalkan wudhu' atau tidak, maka menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu' menurut pendapat yang benar dari perkataan ahlul ilmi. Orang yang berdalil dengan firman Allah 'azza wa jalla : &lt;br /&gt;Atau kalian menyentuh wanita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesungguhnya yang dimaksud menyentuh di sini adalah jima' sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma. &lt;br /&gt;Telah diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari di dalam Shahihnya dari 'Aisyah radliyallahu'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat pada suatu malam sementara aku tidur melintang di depan beliau. Apabila beliau akan sujud, beliau menyentuh kakiku. Dan hal ini tidak membatalkan wudhu' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. &lt;br /&gt;Orang-orang yang mengatakan bahwa menyentuh wanita membatalkan wudhu' berdalil dengan riwayat yang datang di dalam as-Sunan dari hadits Mu'adz bin Jabal radliyallahu 'anhu bahwa seseorang mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah mencium seorang wanita”. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terdiam sampai Allah 'azza wa jalla turunkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirikanlah shalat pada kedua tepi siang hari dan pada pertengahan malam. Sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapuskan kejelekan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya : &lt;br /&gt;Berdirilah, kemudian wudhu' dan shalatlah dua rakaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, hadits ini tidak tsabit (kokoh) karena datang dari jalan 'Abdurrahman bin Abi Laila, dan dia tidak mendengar hadits ini dari Mu'adz bin Jabal. Ini satu sisi permasalahan. Kedua, seandainya pun hadits ini kokoh, tidak menjadi dalil bahwa menyentuh wanita membatalkan wudhu', karena bisa jadi orang tersebut dalam keadaan belum berwudhu'. Ini merupakan sejumlah dalil yang menyertai ayat yang mulia bagi orang-orang yang berpendapat membatalkan wudhu', dan engkau telah mengetahui bahwa Ibnu 'Abbas radliyallahu 'anhuma menafsirkan ayat ini dengan jima'. Wallahul musta'an. &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-818508885227998019?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/818508885227998019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/apakah-menyentuh-wanita-membatalkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/818508885227998019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/818508885227998019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/apakah-menyentuh-wanita-membatalkan.html' title='Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu&apos;?'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-7512657202305713008</id><published>2009-04-18T13:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T14:57:50.145-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak - الأخلاق'/><title type='text'>Bakti Seorang Anak Kepada Ibu Bapak</title><content type='html'>Sumber Asysyariah online&lt;br /&gt;Penulis : Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi&lt;br /&gt;Kategori : Akhlak&lt;br /&gt;judul asli: Baktiku kepada Kedua Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang anak, orang tua bisa menjadi ladang untuk menggali pahala akhirat sebanyak-banyaknya. Yaitu dengan cara berbakti, menghormati, mengasihi, dan juga merawatnya ketika orang tua mencapai usia lanjut. Namun sayang, tidak banyak yang mengetahui betapa besar nilai kebaktian seorang anak kepada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam edisi yang lalu telah digambarkan bagaimana besar hak kedua orang tua atas diri anak dikarenakan besarnya pengorbanan mereka terhadap anak-anaknya. Sehingga karena besarnya hak tersebut, Allah Subhanahu wa Ta'ala meletakkan hak keduanya setelah hak-Nya dan hak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (An-Nisa: 36)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Ayat ini merupakan dalil bahwa kedudukan hak orang tua adalah setelah hak Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jika dikatakan mana hak Rasul? Saya katakan: Pada hak Allah Subhanahu wa Ta'ala sudah tercakup hak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebab ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak bisa diwujudkan melainkan dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.” (Al-Qaulul Mufid, 1/37)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang dimaksud kedua orang tua di dalam ayat tersebut?&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu menjelaskan: “(Kata) walidain mencakup ibu, bapak dan seterusnya (garis keturunan) ke atas. Akan tetapi kepada ibu dan bapak yang lebih (ditekankan). Dan semakin dekat hubungannya, maka (penekanan) untuk berbuat baik juga lebih kuat.” (Al-Qaulul Mufid, 1/37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu, Wahai Orang Tuaku 1. Durhaka kepadamu berdua termasuk dosa besar dan mengakibatkan masuk ke dalam neraka. Diriwayatkan dari Abud Darda` radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَاقٌّ وَلاَ مُؤْمِنٌ بِسِحْرٍ وَلاَ مُدْمِنُ خَمْرٍ وَلاَ مُكَذِّبٌ بِقَدَرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak akan masuk surga orang yang durhaka, orang yang beriman dengan sihir, orang yang kecanduan khamr, dan orang yang mendustakan taqdir.”&lt;br /&gt;1 Diriwayatkan juga dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوْقَ اْلأُمَّهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ وَمَنْعًا وَهَاتِ وَكَرِهَ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian kedurhakaan kepada ibu-ibu kalian, mengharamkan mengubur hidup anak-anak wanita, bakhil, rakus dan Allah membenci kalian untuk mengatakan katanya-katanya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.”&lt;br /&gt;2 Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْكَبَائِرِ، قَالَ: اْلإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan persaksian palsu’.”&lt;br /&gt;3 Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ ثَلاَثًا. قَالُوا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: اْلإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ. وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ: أَلاَ وَقَوْلُ الزُّوْرِ. قَالَ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ “Maukah aku beritahukan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau mengulanginya tiga kali. Lalu mereka berkata: “Iya, wahai Rasululah.” Beliau bersabda: “Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau lalu duduk yang tadinya ittika` seraya mengatakan: “Ketahuilah (termasuk juga) persaksian palsu.” Abu Bakrah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus mengulanginya sehingga kami mengatakan: ‘Duhai seandainya beliau berhenti’.”&lt;br /&gt;4 Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْكَبَائِرُ اْلإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَالْيَمِيْنُ الْغَمُوْسُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan sumpah palsu.”&lt;br /&gt;5 Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِثْلُ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan adzabnya oleh Allah di dunia, bersamaan dengan adzab yang Allah simpan untuk di akhirat nanti, daripada perbuatan dzalim dan memutuskan hubungan silaturrahim.”6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mencela mereka berdua termasuk kedurhakaan dan perbuatan yang mendatangkan kutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيْمًا. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila keduanya telah lanjut usia atau salah satu dari keduanya, maka janganlah kamu mengatakan kepada mereka berdua “ah” dan jangan kamu menghardiknya, dan katakanlah ucapan yang baik. Rendahkan sayap kehinaanmu di hadapan keduanya dan katakanlah: ‘Wahai Rabbku, berikanlah kepada keduanya kasih sayang sebagaimana dia berdua telah memeliharaku semenjak kecilku’.” (Al-Isra`: 24)&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Thufail ‘Amir bin Watsilah, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُنْتُ عِنْدَ عَلِيٍّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ: مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسِرُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: فَغَضِبَ وَقَالَ: مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسِرُّ إِلَيَّ شَيْئًا يَكْتُمُهُ النَّاسَ غَيْرَ أَنَّهُ قَدْ حَدَّثَنِي بِكَلِمَاتٍ أَرْبَعٍ. قَالَ: فَقَالَ: مَا هُنَّ يَا أَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ؟ قَالَ: قَالَ: لَعَنَ اللهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَهُ وَلَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ وَلَعَنَ اللهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا وَلَعَنَ اللهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ اْلأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di saat saya berada di sisi ‘Ali bin Abu Thalib, seseorang mendatangi beliau dan berkata: “Apakah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah merahasiakan sesuatu kepadamu?” (‘Amir bin Watsilah) berkata: Lalu ‘Ali marah dan berkata: “‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah merahasiakan sesuatupun kepadaku yang beliau sembunyikan dari orang lain, hanya saja beliau menyampaikan empat kalimat kepadaku.” Lalu orang itu berkata: “Apa keempat perkara itu, wahai Amirul Mukminin?” ‘Ali berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang melindungi pelaku bid’ah dan Allah melaknat orang yang mengubah patok bumi’.”&lt;br /&gt;7 Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash radhiyallahu 'anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ. قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَهَلْ يَشْتُمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ، يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci kedua orang tuanya.” (Para shahabat) berkata: ‘Ya Rasulullah, apakah seseorang (tega) mencaci kedua orang tuanya?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Iya. (Yaitu dengan cara) dia mencaci bapak orang lain lalu orang lain itu membalas mencaci bapaknya, dia mencaci ibu orang lain kemudian orang itu balas mencaci ibunya.”8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Doa engkau berdua wahai ibu dan bapakku, cepat diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka doakanlah agar hidayah Allah Subhanahu wa Ta'ala tercurah padaku dan janganlah berdoa kutukan untukku.&lt;br /&gt;Hal ini telah diperingatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui lisan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لاَ تُوَافِقُوا مِنَ اللهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيْهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيْبُ لَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan kalian berdoa kejelekan untuk diri kalian, dan jangan berdoa kejelekan untuk anak-anak kalian, dan jangan berdoa kejelekan untuk harta benda kalian, karena tidaklah kalian bertemu dengan waktu yang mustajab (bila minta kepada Allah pasti akan dikabulkan) melainkan Allah mengabulkan doa kalian.”&lt;br /&gt;8 Bila engkau tersakiti oleh putra putrimu, janganlah segera berdoa kejelekan buat mereka. Karena doa kedua orang tua termasuk sederetan doa yang mustajab, sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah sabda beliau dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ؛ دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiga doa yang mustajab (dikabulkan) dan tidak ada keraguan padanya (yaitu) doa orang tua, doa orang yang sedang safar dan doa orang yang terdzalimi.”9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bila engkau telah tiada, baktiku akan sampai kepadamu. Hal ini telah di jelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam sabda-sabdanya berikut: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya melainkan tiga perkara (yaitu) shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak yang shalih yang mendoakan (kebaikan) baginya.”&lt;br /&gt;10 Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ أَفَيَنْفَعُهَا إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ فَقَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَإِنَّ لِي مَخْرَفًا وَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنِّي قَدْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: ‘Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia. Apakah akan bermanfaat baginya jika aku bersedekah atas namanya?’ Beliau menjawab: ‘Iya.’ Orang itu berkata: ‘Sesungguhnya aku memiliki kebun yang sudah berbuah dan saya mengangkatmu menjadi saksi bahwa aku telah menyedekahkannya untuk ibuku.”11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika engkau berdua kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka dengarlah nasihat dari Rabbku kepadamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَوَصَّيْنَا اْلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami telah wasiatkan kepada manusia agar berbuat baiklah kepada kedua orang tua, dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan-Ku dan kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, maka janganlah kamu menaati keduanya dan kepadaku kalian akan dikembalikan dan Aku akan mengabarkan kepada kalian apa yang telah kalian perbuat.” (Al-’Ankabut: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan-Ku sedangkan kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, maka janganlah kalian menaati keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik.” (Luqman: 15)&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Asma` bintu Abu Bakr radhiyallahu 'anhuma, dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِي عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قُلْتُ: وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُ أُمِّي؟ قَالَ: نَعَمْ، صِلِي أُمَّكِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibuku datang menjengukku dan dia dalam keadaan musyrik di masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku mengatakan: ‘Dia sangat berkeinginan (untuk bertemu denganku), apakah aku boleh menyambung hubungan dengan ibuku?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Iya, sambunglah hubungan dengan ibumu’.”12 Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah (putri Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wad’i) berkata: “Jika seorang wanita memiliki salah satu dari mahramnya atau keluarganya kafir, dia boleh berbuat baik kepadanya. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِي الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah tidak melarang kalian dari orang-orang kafir yang tidak memerangi kalian dalam agama dan tidak mengusir kalian dari negeri-negeri kalian untuk kalian berbuat baik kepada mereka dan berbuat adil terhadap mereka. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil.” (Al-Mumtahanah: 8) Al-Hafizh Ibnu Katsir mengatakan: “Allah  tidak melarang kalian untuk berbuat baik kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi kalian dalam agama, seperti kaum wanita dan orang-orang lemah dari mereka; أَنْ تَبَرُّوْهُمْ (untuk kalian berbuat baik kepada mereka) dan وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ (kalian berbuat adil).” Lalu beliau menyebutkan hadits Asma` bintu Abu Bakr di atas. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/363) Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan tentang orang kafir yang kita tidak boleh berbuat baik kepada mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِي الدِّيْنِ وَأَخْرَجُوْكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah melarang kalian (untuk berbuat baik) kepada orang-orang kafir yang memerangi kalian dalam agama dan mengeluarkan kalian dari negeri-negeri kalian dan mereka dengan terang-terangan mengusir kalian untuk kalian berloyalitas kepada mereka. Dan barangsiapa yang berloyalitas kepada mereka maka merekalah orang-orang yang berbuat aniaya.” (Al-Mumtahanah: 9)&lt;br /&gt;Ibnu Katsir menjelaskan: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang kalian dari berloyalitas kepada mereka yang memancangkan permusuhannya kepada kalian, memerangi kalian, dan mengusir kalian dengan terang-terangan. Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang kalian mencintai mereka, dan memerintahkan agar kalian memerangi mereka.” Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu berkata: “Telah turun empat ayat dalam Al-Qur`an berkaitan denganku: Pertama: Ibuku bersumpah tidak akan makan dan minum sampai aku meninggalkan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka turunlah ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kedunya memaksamu untuk menyekutukan Aku sedangkan kamu tidak memiliki ilmu tentangnya maka janganlah kalian menaati keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik.” (Luqman: 15)&lt;br /&gt;Kedua: Sesungguhnya dulu aku pernah mengambil pedang yang sangat aku inginkan, lalu aku berkata: “Ya Rasulullah, berikan aku ini.” Lalu turunlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ اْلأَنْفَالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka akan meminta kepadamu harta rampasan perang.” (Al-Anfal: 1)&lt;br /&gt;Ketiga: Aku sakit, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku. Lalu aku mengatakan: “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku ingin membagikan hartaku. Apakah aku boleh berwasiat dengan setengah hartaku?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak.” Lalu aku berkata: “Sepertiganya?” Lalu beliau diam, maka sepertiga (harta) setelah itu boleh (diwasiatkan).&lt;br /&gt;Keempat: Sesungguhnya aku minum khamr bersama sekelompok Anshar. Lalu seseorang dari Anshar memukul hidungku dengan rahang unta. Lalu aku mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, setelah itu Allah menurunkan ayat tentang hukum haramnya khamr.13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika engkau mati dalam keadaan musyrik, engkau tidak mendapatkan baktiku untuk mendoakanmu. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan dalam sebuah firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memintakan ampun bagi kaum musyrikin walaupun mereka adalah kerabat yang paling dekat setelah jelas baginya bahwa mereka menjadi penghuni neraka Jahim (mati dalam keadaan kafir).” (At-Taubah: 113)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Indah nan Penuh Pelajaran pada diri Nabi Ibrahim dan Bapaknya&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيْقًا نَبِيًّا. إِذْ قَالَ لأَبِيْهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لاَ يَسْمَعُ وَلاَ يُبْصِرُ وَلاَ يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا. يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا. يَا أَبَتِ لاَ تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَنِ عَصِيًّا. يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَنِ فَتَكُوْنَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا. قَالَ أَرَاغِبٌ أَنْتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيْمُ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ لأَرْجُمَنَّكَ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا. قَالَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا. وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَأَدْعُو رَبِّي عَسَى أَلاَّ أَكُوْنَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا. فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوْبَ وَكُلاًّ جَعَلْنَا نَبِيًّا. وَوَهَبْنَا لَهُمْ مِنْ رَحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al-Kitab (Al-Qur`an) ini, sesungguhnya dia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Ingatlah ketika dia berkata kepada bapaknya: ‘Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak bisa menolongmu sedikitpun? Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, jangan kamu menyembah setan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Rabb Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Rabb yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan.’ Bapaknya: ‘Bencikah kamu kepada sesembahan-sesembahanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan aku rajam dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.’ Ibrahim berkata: ‘Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Rabbku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa berdoa kepada Rabbku.’ Maka ketika Ibrahim telah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya’qub, dan masing-masing kami angkat menjadi nabi. Dan kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka menjadi buah tutur yang baik lagi tinggi.” (Maryam: 41-50)&lt;br /&gt;Faedah yang terkandung dalam kisah Ibrahim Abul Muwahhidin (bapak orang-orang yang bertauhid):&lt;br /&gt;1. Bersemangat dalam berdakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik kepada keluarga yang dekat atau yang jauh, terlebih lagi kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;2. Bersabar dalam menerima segala ujian di jalan dakwah.&lt;br /&gt;3. Memakai uslub (metode) lemah lembut dalam berdakwah, terlebih kepada orang tua. Di dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala mencontohkan sikap lemah lembut di dalam dakwah di mana Nabi Ibrahim tidak mengajak bicara bapaknya dengan kata: “Wahai bapakku, saya ini orang pintar dan kamu orang bodoh,” atau mengatakan “Kamu tidak punya ilmu sedikitpun.” Namun beliau memakai bentuk pembicaraan dengan kata yang menunjukkan bahwa beliau dan bapaknya mempunyai ilmu, namun ilmu yang sampai kepada beliau belum sampai kepada bapaknya.&lt;br /&gt;4. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan kita untuk mengikuti millah (agama) Nabi Ibrahim. Di antara bentuk mengikuti millah-nya adalah menempuh jalan beliau dalam berdakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan jalan ilmu dan hikmah, lemah lembut lagi penuh kemudahan. Secara bertahap dari satu tingkatan kepada tingkatan yang lain, bersabar di jalan dakwah itu, tidak bosan, bersabar dari segala gangguan makhluk yang diarahkan kepadanya, baik dengan ucapan atau perbuatan. Sebaliknya, memberikan ampunan dan maaf serta gampang berbuat baik dengan ucapan atau perbuatan. (lihat Tafsir As-Sa’di, hal. 443-444)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Indah Isma’il dengan Seorang Ayah yang Mulia Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّ مِنْ شِيْعَتِهِ لإِبْرَاهِيْمَ. إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ. إِذْ قَالَ لأَبِيْهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ. أَئِفْكًا آلِهَةً دُوْنَ اللهِ تُرِيْدُوْنَ. فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ. فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُوْمِ. فَقَالَ إِنِّي سَقِيْمٌ. فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ. فَرَاغَ إِلَى آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلاَ تَأْكُلُوْنَ. مَا لَكُمْ لاَ تَنْطِقُوْنَ. فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِيْنِ. فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ. قَالَ أَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَ. وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ. قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوْهُ فِي الْجَحِيْمِ. فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ اْلأَسْفَلِيْنَ. وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِيْنِ. رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِيْنَ. فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلاَمٍ حَلِيْمٍ. فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ. فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِيْنِ. وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيْمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ. إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاَءُ الْمُبِيْنُ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي اْلآخِرِينَ. سَلاَمٌ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ. كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ. إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ. وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِيْنَ. وَبَارَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَى إِسْحَاقَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِنَفْسِهِ مُبِيْنٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh). (Ingatlah) ketika ia datang kepada Rabbnya dengan hati yang suci. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: ‘Apakah yang kamu sembah itu? Apakah kamu menghendaki sesembahan-sesem-bahan selain Allah dengan jalan berbohong? Maka apakah anggapanmu terhadap Rabb semesta alam?’ Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang. Kemudian ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sakit.’ Lalu mereka berpaling darinya dengan membelakang. Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: ‘Apakah kamu tidak makan? Kenapa kamu tidak menjawab?’ Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat). Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas. Ibrahim berkata: ‘Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.’ Mereka berkata: ‘Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.’ Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina. Dan Ibrahim berkata: ‘Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’ Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: ‘Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu,’ sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.’ Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang shalih. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.” (Ash-Shaffat: 83-113)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah yang diambil dalam kisah Isma’il:&lt;br /&gt;1. Sifat-sifat terpuji yang dimiliki oleh beliau di antaranya al-hilm. Sifat ini mencakup kesabaran, akhlak yang baik, dada yang lapang dan memberikan maaf kepada siapa yang berbuat aniaya kepadanya.&lt;br /&gt;2. Kesabaran dalam mewujudkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;3. Keberanian yang sejati dalam menjunjung tinggi amanat Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;4. Keyakinan yang tinggi dalam melaksanakan perintah yang sangat berat.&lt;br /&gt;5. Anak yang shalih tidak akan menghalangi orang tuanya untuk melaksanakan perintah.&lt;br /&gt;6. Ketabahan dan kesabaran dalam melaksanakan tugas dari Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mendapatkan ganjaran yang besar, baik di dunia ataupun di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengangkat penyebutan sang anak dan sang bapak dengan pujian yang tinggi sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;7. Keberkahan hidup akan didapat dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. (lihat Tafsir As-Sa’di hal. 651-652)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 HR. Al-Imam Ahmad (no. 26212), Al-Imam An-Nasa‘i (no. 5577) dari shahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu 'anhuma dengan lafadz yang lain dan ada tambahan. Juga dari shahabat Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu 'anhuma dalam riwayat Ahmad (no. 5839) dan dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu 'anhu dalam riwayat Al-Imam Ahmad (no. 18747), dihasankan oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i dalam kitab beliau Shahihul Jami’ (5/191).&lt;br /&gt;2 HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 5975 dan Muslim no. 593.&lt;br /&gt;3 HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 5977 dan Muslim no. 127&lt;br /&gt;4 HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 5976 dan Muslim no.126&lt;br /&gt;5 HR. Al-Imam At-Tirmidzi no. 2947&lt;br /&gt;6 HR. Al-Imam Abu Dawud no. 4256, At-Tirmidzi no. 2435, dan Ibnu Majah no. 4021 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 915 dan 976) dan dalam Shahih Adabul Mufrad no. 23&lt;br /&gt;7 HR. Al-Imam Muslim no. 3658&lt;br /&gt;8 HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 5516 dan Muslim no. 6243&lt;br /&gt;8 HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 5328&lt;br /&gt;9 HR. Al-Imam Abu Dawud no. 1313, At-Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3852 dan Al-Bukhari dalam Al-Adab (no. 32) dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam kitab Ash-Shahihah no. 598 dan dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 43.&lt;br /&gt;10 HR. Al-Imam Muslim no. 3084&lt;br /&gt;11 HR. Al-Imam Abu Dawud no. 2496 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Abu Dawud (no. 2566) dan dalam kitab Shahih Al-Adabul Mufrad hal. (no???) 46.&lt;br /&gt;12 HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 5978 dan Muslim no. 1671&lt;br /&gt;13 HR. Al-Imam Muslim no. 4432 dan Al-Bukhari dalam Al-Adab no. 24. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-7512657202305713008?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/7512657202305713008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/bakti-seorang-anak-kepada-ibu-bapak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7512657202305713008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7512657202305713008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/bakti-seorang-anak-kepada-ibu-bapak.html' title='Bakti Seorang Anak Kepada Ibu Bapak'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-5142149803597958794</id><published>2009-04-18T11:56:00.001-07:00</published><updated>2009-04-21T14:55:10.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum - أحكام الشريعة'/><title type='text'>Hukum Ikhtilath</title><content type='html'>Kajian Islam :&lt;br /&gt;Hukum Ikhtilath&lt;br /&gt;oleh : Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh dkk.&lt;br /&gt;Fatwa Penting Tentang Hukum Pergaulan Bebas Antara Laki-laki dan Perempuan&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh rahimahullah ditanya, “Bolehkah pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan?”&lt;br /&gt;Jawab beliau: Pergaulan antara laki-laki dan perempuan ada tiga macam:&lt;br /&gt;Pertama: Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan mahramnya, yang demikian ini jelas dibolehkan.&lt;br /&gt;Kedua: Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan lain untuk tujuan merusak, maka hal ini jelas diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Campur baur antara laki-laki dengan perempuan di lembaga pendidikan, kedai-kedai, perkantoran dan rumah sakit-rumah sakit serta pada acara-acara resepsi. Sebagian orang menyangka bahwa hal tersebut tidak mengundang fitnah baik bagi laki-laki maupun perempuan. Untuk mendudukkan masalah dalam poin ini maka perlu saya beri jawaban secara global dan rinci.&lt;br /&gt;Secara global saya katakan bahwa setiap laki-laki memiliki naluri kuat untuk condong kepada perempuan, begitu juga wanita diberi naluri condong kepada laki-laki dan kelembutan serta sikap lemahnya. Apabila terjadi pergaulan bebas maka akan timbul dampak negatif, karena nafsu manusia cenderung mengajak kepada keburukan dan hawa nafsu cenderung membabi buta dan membisu, dan syaithan selalu menyuruh kepada perbuatan keji dan munkar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jawaban secara rinci antara lain bahwa syariat Islam mengandung tujuan dan sarana, dan setiap sarana selalu mengikuti hukum tujuan. Perempuan menjadi sarana bagi kaum laki-laki untuk memenuhi hajat seksual. Maka agama berusaha menutup rapat-rapat pintu ketergantungan antara satu sama lain. Lebih jelasnya kita uraikan dalil-dalil dari al-Kitab dan as-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil dari al-Qur’an dan Hadits Sebagai Berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil pertama: Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الظَّالِمُون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan wanita (Zulaiha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya perkata, “Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung.” (Yusuf: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menunjukkan tatkala terjadi campur baur antara isteri raja Aziz dengan Yusuf ‘alaihis salam maka Zulaiha menampakkan keinginannya dan minta kepada Yusuf untuk memenuhi hasratnya, tetapi Allah melindunginya dengan rahmat dan penjagaan-Nya sehingga Yusuf selamat, sebagaimana Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Yusuf: 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula bila terjadi campur baur dan pergaulan bebas maka masing-masing melampiaskan keinginan hawa nafsu kepada lawan jenisnya lalu mengerahkan setiap sarana untuk sampai kepada kepuasan hawa nafsunya.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil kedua: Allah memerintahkan kaum laki-laki dan kaum perempuan untuk menahan pandangan, sebagaimana Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada perempuan yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (An Nuur: 30-31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ayat di atas mengisyaratkan bahwa Allah memerintahkan laki-laki mukmin dan perempuan mukminah agar menahan pandangannya. Hakikat perintah ini mengandung hukum wajib. Lalu Allah menjelaskan bahwa yang demikian itu lebih suci dan lebih bersih bagi kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ajaran Islam tidak mentolerir kecuali pandangan pertama yang tidak disengaja, sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Hakim dalam Mustadrak dari Ali radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا عَلِيُّ، لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّمَا لَكَ اْلأُوْلَي وَلَيْسَتْ لَكَ اْلآخِرَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Ali, janganlah kamu meneruskan suatu pandangan kepada pandangan lain, sesungguhnya bagimu hanya pandangan yang pertama dan kamu tidak punya hak untuk pandangan selanjutnya.” (al-Hakim berkata bahwa hadits ini shahih memenuhi syarat Muslim, dan Imam adz-Dzahabi menyetujuinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memerintahkan untuk menahan pandangan karena memandang kepada orang yang diharamkan termasuk bagian dari zina, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُتِبَ عَلَى ابْنِيْ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا الَّنَظْرُ وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاسْتِمَاعِ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوِيْ وَيَتَمَّنَي وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap anak Adam pasti mendapat bagian dari zina yang tidak terelakkan, kedua mata berzina dan zinanya adalah memandang, kedua telinga berzina dan zinanya adalah mendengar, lisan berzina dan zinanya adalah berbicara, tangan berzina dan zinanya adalah memegang kaki berzina dan zinanya adalah berjalan dan hati yang menarik dan berangan-angan lalu kemaluan membenarkan atau mendustakan itu.” (Muttafaqun ‘alaih dan lafazh hadits dari riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut zina karena laki-laki merasakan nikmatnya memandang keindahan tubuh wanita. Pandangan itu masuk ke dalam hati orang yang memandang sehingga hati seorang laki-laki terpikat dan membayangkannya. Maka timbul keinginan dan berusaha untuk melampiaskan keinginan syahwat kepadanya. Oleh karena itu Allah melarang seorang laki-laki memandang wanita karena hal tersebut menimbulkan bahaya dan kerusakan sebagai dampak pergaulan bebas dan pergaulan bebas dilarang karena menyebabkan terjadinya perbuatan yang tidak terpuji bahkan akan berakhir dengan suatu yang lebih buruk.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil ketiga: Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa wanita adalah aurat yang wajib ditutupi seluruh tubuhnya, sebab membuka sebagian tubuh berarti memberi kesempatan laki-laki untuk memandangnya dan pandangannya akan menimbulkan ketergantungan sehingga berusaha dengan segala macam cara untuk memperoleh apa yang diinginkan.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil keempat: Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (an-Nuur: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas, Allah melarang wanita untuk memukulkan kakinya meskipun hukum asalnya adalah boleh, karena dikhawatirkan suara gelang kaki akibat hentakan kaki menimbulkan fitnah yang bisa membangkitkan syahwat orang laki-laki begitu juga pergaulan bebas maka kedua perkara tersebut dilarang.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil kelima: Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَعْلَمُ خَائِنَةَ الأعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُور&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (Ghafir: 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu dan ulama lain menafsiri ayat di atas bahwa seorang laki-laki masuk ke sebuah keluarga yang di antara mereka terdapat perempuan cantik yang lalu lalang di depannya. Tatkala keluarga perempuan memperhatikan sang laki-laki, ia menahan pandangan. Namun tatkala keluarga wanita lalai maka laki-laki tersebut melirik perempuan tersebut. Tatkala keluarganya memperhatikan maka sang laki-laki menahan pandangannya dan setelah lalai iapun memandangnya lagi dan begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyebut mata yang suka mencuri pandangan yang diharamkan dengan sebutan pandangan khianat, terlebih lagi pergaulan bebas.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil keenam: Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأُولَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (Al Ahzab: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan para isteri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang suci lagi bersih dan baik untuk tetap tinggal di rumah, dan perintah ini umum untuk setiap wanita muslimah. Sudah menjadi ketentuan kaidah usul fikih bahwa hukum umum mencakup seluruh jenisnya kecuali ada dalil yang mengkhususkan, sementara dalam dalil ini tidak ditemukan dalil yang menunjukkan pengkhususan hukum. Bila mereka dilarang untuk keluar rumah kecuali untuk suatu keperluan maka bagaimana dengan ikhtilath atau pergaulan bebas. Apalagi sekarang banyak wanita menjadi rusak dan melepas jilbab dan hilangnya rasa malu serta mengikuti hawa nafsu ber-tabarruj (berhias), pamer perhiasan dan keindahan tubuh di hadapan kaum laki-laki bahkan telanjang di depan mereka. Sangat sedikit kesadaran para wali yang bertanggung jawab terhadap perkara wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil-dalil dari as-Sunnah, kami cukup menunjukkan sepuluh dalil, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama:Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya dari Ummu Humaid isteri Abu Humaid as-Saidi bahwa dia datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, saya sangat senang melakukan shalat bersamamu.” Beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّيْنَ الصَّلاَةَ مَعِيْ وَصَلاَتُكِ فِيْ بَيْتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِيْ حُجْرَتِكِ وصَلاَتُكِ فِيْ حُجْرَتُكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِيْ دَارِكِ وَصَلاَتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِيْ مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِيْ مَسْجِدِيْ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku telah mengerti kamu sangat senang shalat bersamaku, tetapi shalatmu di ruanganmu lebih baik daripada shalatmu di beranda dan shalatmu di berandamu lebih baik dari pada shalatmu di rumahmu, dan shalatmu di rumah lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu, dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia meminta untuk dibangunkan masjid di tengah rumahnya yang paling dalam dan tempat itu digelapkan lalu dia shalat di tempat tersebut hingga meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dalam shahihnya dari Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ أَحَبَّ صَلاَةِ اْلمَرْأَة إِلىَ اللهِ فيِ أَشَدِّ مَكَانٍ مِنْ بَيْتِهَا ظُلْمَةً.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya shalatnya wanita yang paling dicintai adalah shalat di tempat dalam rumahnya yang paling gelap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua hadits di atas menunjukkan bahwa shalatnya wanita di rumah lebih baik daripada shalatnya di masjid. Jadi dianjurkan bagi wanita untuk shalat di rumah karena demikian itu lebih utama daripada shalat di masjid meskipun shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Jika demikian maka larangan ikhtilath lebih utama.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dan at-Tirmidzi dan yang lainnya dengan sanad masing-masing dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوْفِ النَّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang terdepan dan sejelek-jelek shaf mereka adalah yang terakhir, dan sebaik-baik shaf wanita adalah yang terakhir dan yang sejelek-jelek shaf mereka adalah yang terdepan.” (Imam at-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini adalah hasan shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas dibolehkan bagi kaum wanita untuk menghadiri shalat jamaah di masjid dengan menempati shaf yang terpisah dengan laki-laki. Shaf yang terjelek bagi wanita adalah yang terdepan dan shaf yang terbaik adalah yang paling belakang. Hal ini karena shaf yang terbelakang jauh dari ikhtilath dan pandangan kaum laki-laki. Shaf terjelek bagi wanita adalah yang terdepan karena akan menimbulkan fitnah di hati tatkala gerak-gerik dan terdengar suaranya oleh laki laki. Begitu juga shaf yang terjelek bagi laki-laki adalah yang paling belakang bila shalat berjamaah bersama kaum wanita karena dia kehilangan posisi yang dekat dengan imam dan dekat dengan shaf wanita sehingga hati dan perasaan terganggu dan boleh jadi merusak ibadah dan mengotori niat dan khusyuk dalam shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam menganggap bahwa dalam ibadah saja yang tidak terdapat ikhtilath tetap dikhawatirkan terjadi fitnah, lalu bagaimana dengan ikhtilath dan pergaulan bebas maka semua kekhawatiran fitnah akan sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, larangan ikhtilath lebih utama daripada larangan wanita menempati shaf yang terdepan dan larangan laki-laki menempati shaf yang paling belakang.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Hadits riwayat Muslim dalam shahihnya dari Zainab isteri Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhuma berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا شَهِدَتْ إحْدَاكُنَّ اْلمَسْجِدَ فَلاَ تَمَسَّ طِيْبًا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika di antara kalian menghadiri masjid maka janganlah mengenakan wewangian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits riwayat Abu Daud dalam Sunannya dan Imam Ahmad dan asy-Syafi’i dalam Musnad mereka dengan sanad mereka masing-masing dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَمْنَعُوْا إِمَاءَ اللهِ مَسَاجِدَ اللهِ وَلَكِنْ لِيَخْرُجْنَ وَهُنََّ تَفِلاَتٌ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu menghalangi kaum wanita dari masjid Allah tetapi hendaklah mereka keluar dalam keadaan tidak mengenakan parfum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Daqiq al-Ied berkata bahwa dalam hadits di atas terdapat larangan mengenakan parfum bagi wanita yang ingin keluar ke masjid untuk shalat. Hal ini karena mengenakan parfum akan mengundang fitnah dan menggerakkan syahwat serta boleh jadi dapat menjadi faktor tergeraknya syahwat wanita itu sendiri. Lalu beliau berkata, “Di antara yang disamakan dengan parfum adalah mengenakan pakaian bagus dan perhiasan menarik serta penampilan yang glamor dan berlebihan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar berkata, “Begitu juga pergaulan bebas antara laki-laki dengan wanita.” Imam al-Khaththabi berkata bahwa yang dimaksud dengan tafilaat adalah bau apek karena tidak mengenakan parfum.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil keempat: Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النَّسَاءِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang ia lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada perempuan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menjelaskan bahwa wanita sebagai sumber fitnah, maka bagaimana bila berkumpul antara sumber fitnah dengan yang terfitnah.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil kelima: Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu 'anhu bahwasannya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَنَاظِرٌ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ فاتَّقُوْا الدَّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dunia itu kenikmatan yang menggoda dan Allah menjadikan kalian sebagai pengatur di dalamnya maka Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Maka berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita karena sesungguhnya fitnah pertama kali Bani Israil bersumber dari wanita.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits di atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh agar berhati-hati terhadap fitnah wanita dan perintah selalu mengandung makna wajib. Bagaimana bisa menghindar dari fitnah bila terjadi pergaulan bebas.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil keenam: Hadits riwayat Abu Daud dalam Sunannya dan Imam al-Bukhari dalam al-Kuna dengan sanadnya masing-masing dari Hamzah bin Abu Usaid al-Anshari dari bapaknya bahwa dia mendengar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang keluar dari masjid sementara di jalan sedang terjadi ikhtilath antara kaum laki-laki dan kaum wanita, maka beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اسْتَأْخِرْنَ فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُقْنَ الطَّرِيْقَ عَلَيْكُنَّ بِحَافَّاتٍ مِنْ لُصُوْقِهِنَّ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ambillah posisi yang paling akhir, sesungguhnya kamu tidak berhak mengambil posisi di tengah jalan dan ambillah yang paling pinggir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafazh hadits milik Abu Daud, Ibnu Atsir berkata dalam kitab Nihayah berkata, “Yahquq tariq artinya mengambil posisi tengah jalan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang ikhtilath di jalan maka bagaimana boleh ikhtilath pada tempat-tempat lain?&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil ketujuh: Hadits riwayat Abu Daud at-Thayalisi dalam Sunannya dan yang lainnya dari Nafi’ yang meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tatkala membangun masjid, beliau membuat pintu khusus untuk wanita lalu bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَلِجُ مِنْ هَذَا البَابِ مِنَ الرِّجَالِ أَحَدٌ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak boleh masuk dari pintu ini seorangpun dari kaum laki-laki. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam at-Tarikhul Kabir dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu dari Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَدْخُلُوْا الْمَسْجِدَ مِنْ بَابِ النِّسَاءِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian (kaum laki-laki) masuk masjid dari pintu wanita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang ikhtilath antara laki-laki dan perempuan dalam pintu masjid baik saat masuk atau keluar, larangan itu hanya sekedar menjaga agar tidak membuka peluang ikhtilath, maka bila pada tempat seperti itu saja dilarang maka pada tempat yang lain tentu lebih dilarang lagi.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil kedelapan:Hadits riwayat Imam al-Bukhari dalam shahihnya dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha berkata bahwa setelah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam salam dari shalatnya maka kaum wanita beranjak pulang, sementara beliau menunggu sejenak di tempatnya. Dalam riyawat kedua bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam salam dari shalat maka kaum wanita langsung pulang hingga mereka memasuki rumah sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pulang. Adapun dalam riwayat ketiga bahwa bila kaum wanita selesai salam dari shalat fardhu langsung berdiri lalu pulang, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama kaum laki-laki tetap berada di masjid sampai dikehendaki Allah dan bila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri maka kaum laki-lakipun berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang ikhtilath maka demikian itu sebagai peringatan bahwa di tempat lain lebih dilarang.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil kesembilan dan kesepuluh: Hadits riwayat ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabir dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لأَنْ يَطْعَنَ فِيْ رَاْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرأةً لاَ تَحِلُّ لَهُ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andaikata kepala seorang di antara kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi maka lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Imam al-Haitsami berkata dalam Majma’uz Zawa’id bahwa perawi hadits adalah perawi hadits shahih. Dan Imam al-Mundziri dalam kitab at-Targhib Wat Tarhib berkata bahwa perawi hadits ini terpercaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لأَنْ يَزْحَمَ رَجُلٌ خِنْزِيْرًا مُتَلَطِّخًا بِطِيْنٍ وَحَمْأَةٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَزْحَمَ مَنْكِبُهُ مَنْكِبَ امْرَأةٍ لا تَحِلُّ لَهُ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andaikata seorang laki-laki berdesak-desakan dengan babi yang berlumuran lumpur dan kotoran maka itu lebih baik daripada berdesaknya bahunya dengan bahu perempuan yang tidak halal baginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita renungkan dalil-dalil yang telah dipaparkan di atas maka menjadi jelaslah bahwa ikhtilath adalah sumber fitnah dan bila ada orang yang menyatakan bahwa ikhtilath tidak menimbulkan fitnah hanyalah bualan belaka. Agama secara tegas melarang pergaulan bebas atau campur baur antara laki-laki dengan wanita dalam rangka memangkas benalu kehancuran dan kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak termasuk ikhtilath bila dalam keadaan darurat atau sangat diperlukan pada tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Semoga Allah menunjukkan orang-orang yang tersesat dari kaum muslimin dan menambah hidayah bagi orang yang telah mendapat hidayah dan semoga Allah memberi taufik kepada para pemimpin untuk menunaikan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta memberi sanksi kepada orang-orang yang ceroboh. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mengabulkan permohonan. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabat. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-5142149803597958794?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/5142149803597958794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/hukum-ikhtilath.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/5142149803597958794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/5142149803597958794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/04/hukum-ikhtilath.html' title='Hukum Ikhtilath'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-182172843165071165</id><published>2009-03-31T16:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T16:23:16.370-07:00</updated><title type='text'>Lebih Baik Poligami Daripada Selingkuh!</title><content type='html'>Kalau hanya melihat judul, sepertinya judul di atas memang sangat profokatif sekali,  bisa diprediksi bahwa tulisan tersebut pasti isinya penulis ingin mensosialisasikan poligami. Maka saya katakan bahwa prediksi itu salah, soalnya pembahasan di sini sama sekali tidak membahas poligami, apalagi pernikahan dini yang pernah hangat dibicarakan di Indonesia. Untuk masalah yang seperti ini, lebih baik saya tutup mulut dulu, kita kembalikan saja kepada diri sipelaku masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita rasakan dan kita cermati, Indonesia sekarang ini sedang mengalami dekadensi moral yang akut. Perselingkuhan atau sering juga dikategorikan sebagai penyakit masyarakat, seakan sudah menjadi hal yang biasa saja. Bukan hanya ada di dunia selebriti saja, bahkan anggota DPR yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, ternyata juga sudah mulai terjangkiti penyakit berbahaya ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tentu tidak akan senang bila mendengar atau melihat orang yang ia sukai berselingkuh dengan orang lain. Betapa sakitnya hati seoarang suami, yang bekerja keras membanting tulang untuk menjemput rizki, bahkan terkadang harus ngelembur kerja di kantor, hanya untuk bisa membahagiakan sang istri yang sangat ia sayangi, ternyata ketika pulang, didapati istrinya di rumah sedang bermesraan dengan lelaki lain. Oh hancurnya hati seorang istri yang ditinggal suami, sedang ia mengurus rumah dan anak-anaknya sendirian, dan ternyata mendengar kabar bahwa suaminya selingkuh dengan perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang kurang sehat tersebut sudah ada ditengah-tengah masyarakat kita, bahkan mungkin sudah ada di keluarga kita sendiri. Masalah penyakit masyarakat ini sebenarnya bisa diminimalisasi dengan cara merubah gaya hidup kita sendiri. Sederhananya adalah, kalau kita tidak ingin pasangan kita selingkuh, maka kita juga harus hati-hati jangan sampai selingkuh. Kalau kita tidak ingin salah satu anggota keluarga kita diselingkuhi orang lain, maka kita juga berusaha untuk tidak menyelingkuhi keluarga orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah pada suatu ketika ada seorang pemuda yang bertanya kepada Rasulullah, "wahai Rasulullah, kalau saya masuk Islam bolehkah saya berzina?" maka dengan kejeniusannya, beliau balik bertanya, relakah kalau anakmu dizinai orang lain? tentu tidak, jawab pemuda itu. Kalau ibumu dizinai orang lain? lanjut Rasulullah. Aku tidak akan rela, jawab pemuda itu lagi. Nah begitulah orang lain pun tidak akan rela keluarganya dizinai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ada seorang suami yang sudah baik sekali pada istrinya, kebutuhannya sudah dipenuhi, apa yang ia mau juga sudah dituruti, namun istrinya masih mau saja dengan orang lain, maka tipe perempuan seperti ini memang bukan tipe perempuan yang setia. Atau mungkin figure suami yang kurang bisa menjadi panutan dan pelindung baginya. Ada juga seorang istri yang sudah setia dan penyayang kepada suami, urusan rumah tangganya selalu beres, menjaga kehormatannya ketika di tinggal suami, namun suaminya masih berani melirik wanita lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi istri yang baik, beranikan diri untuk menanyakan langsung kepada suaminya. Adakah sebenarnya kebutuhan suami yang belum terpenuhi, atau ada alasan lain yang membuat suami mencari pasangan baru. Jangan biarkan suami berhubungan dengan wanita lain tanpa ikatan yang sah, apalagi malah balas dendam dengan melakukan hal yang sama Karena hal itu justru akan menjadikan keluarga hancur berantakan, akan merusak hubungan keluarga secara total, bahkan akan lebih sakit lagi daripada sakitnya dimadu suami. Tulisan ini hanyalah sebuah pendapat, yang bisa jadi salah atau kurang tepat. Maka silahkan pembaca memberi saran, kritik, dukungan maupun pandangan lain yang dapat memperkaya wawasan kita, terima kasih. (ah/frs)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-182172843165071165?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/182172843165071165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/03/lebih-baik-poligami-daripada-selingkuh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/182172843165071165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/182172843165071165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2009/03/lebih-baik-poligami-daripada-selingkuh.html' title='Lebih Baik Poligami Daripada Selingkuh!'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-8740661816078536118</id><published>2008-08-27T22:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T15:07:37.816-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekreasi - الرحلة'/><title type='text'>Pendakian Ke Gunung Sinai</title><content type='html'>Pada musim dingin bulan February 2008 yang lalu, kami mengikuti kegiatan liburan pasca ujian term satu, diantara kegiatan liburannya adalah rihlah ketempat-tempat yang menarik, biasa hal itu untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang sukanya jalan-jalan, bahkan itu sudah menjadi tradisi di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir, khususnya liburan setelah term dua yang selalu jatuh pada musim panas.&lt;br /&gt;Setelah ujian selesai, biasanya masing-masing organisasi baik yang afiliatif maupun almamater sibuk membuat program tour, ada yang mengunjungi perpustakaan-perpustakaan, tempat-tempat sejarah, bahkan tidak jarang yang doyan keluyuran ke pantai, tujuannya adalah untuk refreshing setelah hampir sebulan berkutat dengan diktat yang bertumpuk-bertumpuk, kebetulan tempat yang kami pilih waktu itu adalah bukit Sinai, selain indah dan natural, bukit itu juga menyimpan banyak sejarah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah menyiapkan berbagai kebutuhan yang mesti dibawa, seperti jaket tebal, tutup kapala, kaus tangan serta tidak ketinggalan membawa minuman mineral dan berbagi makanan ringan seperti roti bolu dan syibsy atau potato, (makanan ringan yang paling populer di Mesir) kami melakukan perjalanan kendaraan menuju Sinai sampai ke kaki gunung.&lt;br /&gt;Sudah terbayang dari cerita teman-teman yang pernah mendaki Sinai, bahwa udara malam disana katanya sangat dingin meskipun di musim panas, apalagi sekarang sedang musim dingin?? Tapi semua itu tidak menyurutkan semangat kami sebagai petualang sejati, apalagi tema yang kami buat waktu itu adalah pencarian salju di bukit Sinai. Semua pakaian musim dingin telah kami siapkan, bahkan saya mamakai celana dobel tiga lapis, untuk bagian paling dalam saya memakai trening kemudian celana jean dan untuk di luarnya saya memakai celana gunung. Pada pukul dua belas malam  pendakianpun akhirnya dimulai!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama rombongan yang berjumlah sekitar enam puluh orang, kami mulai bergerak ke atas menuju puncak melewati jalan-jalan berpasir, ada juga rombongan dari Negara jiran Malaysia yang jumlahnya juga sekitar enam puluhan, kami melakukan perjalanan bersama menelusuri jejak-jejak nabi Musa as. Bagi orang yang tidak kuat berjalan jauh juga ada fasilitas kendaraan tanpa roda alias unta-unta padang pasir, banyak unta-unta yang berseleweran mengangkut penumpang menuju bukit, hanya saja tidak sampai ke puncaknya, karena untuk sampai ke puncaknya harus melewati jalan setapak nan terjal yang tidak mungkin bisa dilewati oleh unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketinggian gunung Sinai mencapai 2.285 meter di atas permukaan laut dan semuanya berupa bebatuan, tidak ada pepohonan maupun tumbuhan disana, kecuali ada satu atau dua pohon yang kami temui, berbeda dengan gunung-gunung di Indonesia yang penuh dengan berbagai macam pepohonan. Setelah perjalanan yang melelahkan sekitar 4 jam, akhirnya kami sampai di puncak menjelang subuh. Tidak disangka bahwa di puncak Sinai ternyata ada dua bangunan yang berjajar, Masjid dan Gereja. Kami duduk berkumpul di dalam Masjid untuk melepaskan lelah sekaligus menghindari terpaan angin dingin yang menusuk-nusuk daging sambil menunggu waktu subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat menanti sun rise…&lt;br /&gt;Sebenarnya mengapa perjalanan ke puncak Sinai biasanya di lakukan pada malam hari adalah agar bisa melihat indahnya matahari terbit dari puncak Sinai. Pada detik-detik kemunculannya semua mata tertuju ke cahaya merah di ufuk timur, semuanya menunggu dan menanti… seperti menanti bakal ada kabar gembira yang turun dari langit, atau menanti sebuah jawaban dari rasa penasran. Cahaya merah itu semakin terang…, pandangan orang-orangpun semakin tajam, fokus pada cahaya merah di timur, kini saatnya sunrise tiba... satu…dua…tiga…Allahu akbar…Allaaahu akbar…Allaaahu akbar…!! secara spontan suara takbirpun bergemuruh, menggemparkan kesunyian, bercampur aduk antara suara orang-orang Asia, Afrika dan Eropa, semuanya bertakbir mengagungkan Allah yang telah menciptakan indahnya alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Sinai merupakan salah satu gunung yang paling banyak didaki orang, setiap harinya ada saja orang yang menziarahinya, bagi umat Kristiani maupun Jews, pendakian ke gunung Sinai merupakan perjalanan spiritual sebagaimana umat Islam melakukan umrah ke Makkah, dikisahkan dalam kitab mereka bahwa gunung tersebut diselimuti api dan asap pada saat Musa mendaki ke atasnya untuk menerima Sepuluh Perintah Allah, sementara bangsa Israel yang sedang menunggu di kemah sambil membuat sapi emas untuk dipuja. Waktu itu saya juga bertemu rombongan umat kristiani dari Indonesia, yang katanya mereka ada yang dari Jakarta, Bogor dan Jogjakarta, saya melihat mereka dengan antusias menyanyikan lagu-lagu keagamaan dengan dipimpin oleh salah satu ketua rombongan mereka masing-masing, tidak jarang juga  rombongan dari Afrika maupun Asia yang sampai meratap-ratap dinding gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat menikmati rihlah ini, walaupun untuk mencapai puncak harus berjuang terlebih dahulu menelusuri bebatuan yang terjal, tapi justru itulah yang memberi kepuasan lebih, karena dengan itu kita merasa bahwa kita telah berhasil melewati rintangan, sebab tidak sedikit juga orang yang gagal melewati rintangan itu dan akhirnya berhenti di tengah jalan. Hidup adalah perjuangan, sedangkan perjuangan itu butuh pengorbanan, orang yang tidak mau berkorban tidak akan pernah mendapatkan kemenangan hakiki, barangkali itulah philosophy yang bisa saya ambil dari sebuah pendakian ke puncak Sinai. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-8740661816078536118?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/8740661816078536118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/pada-musim-dingin-bulan-february-2008.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/8740661816078536118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/8740661816078536118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/pada-musim-dingin-bulan-february-2008.html' title='Pendakian Ke Gunung Sinai'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-3173143582871130854</id><published>2008-08-19T02:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T13:53:12.576-07:00</updated><title type='text'>Mengenal Lebih Jauh Aliran Ahmadiyah</title><content type='html'>Berbagai cara telah dilakukan oleh kolonialis untuk bisa menguasai dunia Islam,&lt;br /&gt; :-Sworried salah satu cara yang paling efektif adalah mencari kelompok-kelompok sempalan &gt;:)devil atau gerakan-gerakan destruktif yang kemudian ia bantu&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/20.gif" width=22 height=18 border=0&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  dan ia besarkan, dengan tujuan merusak stabilitas dunia Islam dan merobohkan pondasi agamanya, ia beranggapan bahwa agamalah sebenarnya yang menjadi sumber kekuatan mereka. Apa yang sekarang sedang terjadi di Irak dan negara-negara lain adalah bukti yang sangat konkrit.&lt;br /&gt;Ahmadiyah sebenarnya juga lahir dari rahim politik inggris yang saat itu menjajah India, maka dengan munculnya kelompok ini diharapkan bisa melemahkan semangat jihad kaum Muslimin India melawan penjajahan inggris dan membantunya dalam upaya mencapai tujuan, bukti-bukti yang menguatkan hal ini adalah tulisan-tulisan Mirza Ghulam Ahmad pengagas kelompok ini, ia mengatakan: “ saya telah mengarang puluhan kitab dengan bahasa Arab, Persia dan Urdu, dan saya telah menjelaskan di dalamnya bahwa tidak dibolehkan sama sekali (bejihad) melawan pemerintahan Inggris yang telah berbuat baik kepada kita, tapi –justru sebaliknya- wajib bagi setiap muslim untuk taat dan tunduk terhadap pemerintahan Inggris”. Maka tak aneh jika kemudian Ahmadiyah dan Inggris–sampai saat ini- saling merasa berhutang budi.&lt;br /&gt;Buku ini mencoba menguak hakekat Ahmadiyah, bagaimana kemunculannya, perkembangannya, ideologinya, hubungannya dengan kolonialis Inggris dan rencana-rencana konspirasi mereka terhadap dunia Islam. Yang lebih merariknya lagi, buku ini ditulis oleh tiga tokoh Muslim yang diantaranya berasal dari India negri kelahiran Ahmadiyah, tentu tuan rumah lebih mengetahui segala isi rumahnya, sehingga buku ini sangat berbobot dan tepat untuk dibaca bagi orang yang ingin mengetahui tentang Ahmadiyah secara lebih jauh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-3173143582871130854?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/3173143582871130854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/mengenal-lebih-jauhh-aliran-ahmadiyah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/3173143582871130854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/3173143582871130854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/mengenal-lebih-jauhh-aliran-ahmadiyah.html' title='Mengenal Lebih Jauh Aliran Ahmadiyah'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-6626533539498581690</id><published>2008-08-18T02:00:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T23:07:46.823-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah - السيرة'/><title type='text'>Mustajab Doa Seorang Ibu</title><content type='html'>Do’a Ibu Juraij&lt;br /&gt;Ditulis Oleh: Sa’ad bin Muhammad Ali Abdul Latif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukahri dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah, beliau bersabda :“ Juraij adalah seorang laki-laki ahli ibadah, ia jadikan suatu bangunan untuk beribadah. (suatu saat) ibunya mendatanginya sedangkan ia dalam keadaan shalat, ibunya berkata : “Wahai juraij !”, maka Juraij (bimbang) dan berkata : “Ya Allah (aku memenuhi panggilan) ibuku ataukah (aku meneruskan) shalatku ?” maka ia berketetapan meneruskan shalatnya, ibunyapun pergi. Keesokan hari ibunya mendatanginya lagi dan memanggilnya : “wahai juraij !”, maka Juraij (bimbang) dan berkata : “Ya Allah (aku memenuhi panggilan) ibuku ataukah (aku meneruskan) shalatku ?” maka ia berketetapan meneruskan shalatnya, Keesokan hari ibunya mendatanginya lagi, dan memanggilnya : &lt;span class="fullpost"&gt;“wahai juraij !”, maka Juraij (bimbang) dan berkata : “Ya Allah (aku memenuhi panggilan) ibuku ataukah (aku meneruskan) shalatku ?” maka ia berketetapan meneruskan shalatnya, maka ibunya (jengkel) dan berkata : “Ya Allah janganlah matikan anakku hingga ia melihat pelacur.” Adalah bani Israil membicarakan tentang Juraij dan ibadahnya, maka berkata seorang wanita pelacur yang cantik, : “jika kalian berkehendak, saya akan menggodanya”. Maka wanita tadi menggoda Juraij, akan tetapi Juraij tidak bergeming padanya, lalu wanita itu mendatangi penggembala yang berteduh di tempat peribadatan Juraij, hingga berzina dengannya. Kemudian hamillah wanita itu, maka tatkala melahirkan, ia berkata : “bayi ini anaknya Juraij”, maka merekapun segera meminta Juraij keluar, dan menghancurkan tempat peribadatan Juraij, serta memukulinya. Maka Juraij berkata : “Ada apa kalian ini ?” mereka berkata : “Engkau telah berzina dengan wanita pelacur hingga melahirkan bayi ! lalu Juraij berkata : “Dimana bayi itu ?” kemudian mereka mendatangkan bayi itu. Juraij berkata : “Biarkanlah aku shalat ! lalu Juraij shalat, tatkala selesai, ia datangi bayi itu dan ia tekan perutnya. Lalu ia bertanya (kepada bayi itu) : “Siapa ayahmu ?” bayi itu menjawab : “Fulan, seorang penggembala”. (setelah mendengar pekataan juraij ini) merekapun menghadap Juraij dan menciuminya serta mengusap-usapnya. Kemudian mereka berkata : “Kami akan membangun kembali tempat peribadatanmu dari emas”. Lalu Juraij berkata : “Tidak, kembalikan sebagaimana semula terbuat dari tanah”. Sungguh ibu Juraij telah berdo’a (dan do’a orang tua itu dikabulkan) ketika anaknya tidak memenuhi panggilannya, dan ibunya mendoakan kejelekan atas Juraij, yaitu ia berdo’a agar Juraij melihat wajah pelacur, jika demikian halnya maka melihat wajah pelacur adalah musibah, bahkan musibah yang besar.Dan mata itu berzina, dan zinanya adalah dengan melihat, demikian juga lisan, zinanya adalah berbicara, adapun tangan juga berzina dan zinanya adalah dengan menyentuh, sebagaimana dalam hadits :“Dituliskan bagi bani Adam bagiannya dari zina, yang ia pasti lakukan, kedua mata zinanya dengan melihat, kedua telinga zinanya dengan mendengar, dan lisan zinanya dengan berbicara, dan tangan zinanya adalah dengan memegang, kaki zinanya dengan melangkah, sedangkan hati menginginkan dan berangan-angan, dan yang membenarkan dan mendustakan itu semua adalah kemaluan”. (Hadits riwayat Muslim)Tetapi keadaan kebanyakan para ayah dan Ibu sekarang ini sangat disayangkan, mereka mendorong bahkan menyuruh anak-anak mereka, buah hati mereka untuk terjatuh dalam maksiat ini yaitu melihat dan mengikuti trend para pelacur dan yang semisal mereka, bahkan lebih dari itu !!Alasan dari para orang tua (para ayah dan ibu) bahwasanya hal ini untuk memenuhi keinginan anak-anak mereka !! wajah-wajah para pelacur dan wanita semisal mereka dilihat dengan mata mereka siang dan malam, dalam sampul-sampul majalah yang dihiasi serta dalam layar TV dan lainnya !!Sedangkan kenyataannya, mereka tidak hanya melihat muka saja, bahkan melihat wajah dan seluruh anggota tubuh ! ditambahkan lagi dengan mengikuti berita dan kegiatan-kegiatan mereka (yaitu para artis), dan dengan menghormati serta mengagungkan mereka dengan nama seni, atau kebudayaan, atau kemajuan dan keterbukaan Wahai para orang tua, hingga kapan kalian mendorong dan menyuruh anak-anak kalian kepada hal yang tidak baik akibatnya?Apakah kalian tidak mendengar hadits Rasulullah :"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungan jawab terhadap yang dipimpinnya.” Muttafakun alahi Maka hendaknya kalian menjadi sebaik-baik pemimpin, dan sebaik-baik orang yang bertanggung jawab, hingga kalian memperoleh kebahagiaan didunia dan keselamatan disisi Allah pada hari kiamat (semoga Allah menjaga kalian dari kejahatan jiwa dan kejelekan amal-amal kalian). Dan Allah jualah yang dimintai pertolongannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji': Diterjemahkan dari Majalah al-Ashalah edisi 9 hal 62.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-6626533539498581690?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/6626533539498581690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/mustajab-doa-seorang-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6626533539498581690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6626533539498581690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/mustajab-doa-seorang-ibu.html' title='Mustajab Doa Seorang Ibu'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-7231380438923323018</id><published>2008-08-16T10:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T23:03:50.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Islam - الأدب الإسلامي'/><title type='text'>Syair-syair Seruling Daud # 7</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;www.serulingdaud.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Insan Mujahid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;kedepankan mujahid bermental sirroh&lt;br /&gt;dan kebelakangkan yang lain&lt;br /&gt;gigit Al Qur'an kuat-kuat&lt;br /&gt;agar kamu lebih tahan menerima hantaman pedang duka&lt;br /&gt;berkelitlah di ujung tombak tawakal&lt;br /&gt;agar tak leluasa menembus pertahanan imanmu&lt;br /&gt;tundukkan pandanganmu,&lt;br /&gt;agar semangatmu lebih kuat dan hatimu tenang&lt;br /&gt;jangan berteriak-teriak tentang program dan rencana&lt;br /&gt;agar kau berhasil mencapai kemenangan&lt;br /&gt;tegakkan panji-panji Islam&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;jangan memiringkan dan jangan meninggikannya&lt;br /&gt;jangan meletakkanya kecuali di tangan pemberani&lt;br /&gt;di antara kalian&lt;br /&gt;yang benar-benar sanggup mempertahankan kehormatan&lt;br /&gt;mujahid yang sabar, mujahid yang tabah&lt;br /&gt;disaat berkecamuknya keadaan&lt;br /&gt;mereka itulah yang selayaknya&lt;br /&gt;mengelilingi panji-panji Islam&lt;br /&gt;mereka itulah yang selayaknya&lt;br /&gt;dari samping kiri dan kanan&lt;br /&gt;mereka itulah yang selayaknya&lt;br /&gt;mengawal dari belakang dan depan&lt;br /&gt;masing-masing mujahid hendaknya&lt;br /&gt;merampungkan tugasnya dan memperkuat shofnya&lt;br /&gt;jangan memberi kesempatan pada kebatilan&lt;br /&gt;bergabung dengan kebatilan yang lain&lt;br /&gt;sehingga saudaramu harus menghadapi&lt;br /&gt;dua kebatilan sekaligus&lt;br /&gt;demi Alloh,&lt;br /&gt;sekiranya engkau melarikan diri dari derita dunia&lt;br /&gt;engkau tak kan selamat dari azab akhirat&lt;br /&gt;sedangkan engkau adalah kelompok utama tulang&lt;br /&gt;punggung pilar penyangga perjuangan Islam&lt;br /&gt;melarikan diri dari medan juang&lt;br /&gt;pasti mengundang murka Alloh&lt;br /&gt;dan mendatangkan kenistaan yang berkepanjangan&lt;br /&gt;serta menimpakan aib ke muka secara kesinambungan&lt;br /&gt;padahal orang yang lari dari medan juang&lt;br /&gt;tak kan beroleh tambahan usia&lt;br /&gt;pun tak kan terhalang antara dia dengan ajalnya&lt;br /&gt;mujahid yang bergegas di jalan Alloh&lt;br /&gt;layaknya seorang yang kehausan mendatangi zam-zam&lt;br /&gt;sedangkan surga di bawah kibaran panji perjuangan&lt;br /&gt;surga di bawah kibaran panji perjuangan&lt;br /&gt;hari inilah setiap mujahid akan menghadapi ujian&lt;br /&gt;demi Alloh, sungguh aku lebih merindukan perjumpaan&lt;br /&gt;dengan kalian di jalan alloh&lt;br /&gt;daripada kerinduan kalian ke kampung halaman&lt;br /&gt;yaa Alloh,&lt;br /&gt;bila perusak diri itu tetap menolak kebenaran&lt;br /&gt;bangunkanlah prinsip-prinsip mereka&lt;br /&gt;cerai beraikanlah kekuatan-kekuatan mereka&lt;br /&gt;dan binasakan bersama kebatilan yang dipeluknya&lt;br /&gt;sebagai hukuman atas pelanggaran dan kekerasan hatinya&lt;br /&gt;sungguh setelah sekian lama aku bersabar&lt;br /&gt;seakan mereka tak kan bergeser dari prinsip-prinsip mereka&lt;br /&gt;kecuali dengan tikaman derita yang susul-menyusul&lt;br /&gt;yang akan merobek-robek seluruh angan kosongnya&lt;br /&gt;dengan bencana keras yang akan membuatnya tercekat&lt;br /&gt;dengan merontokkan kebanggaan dan kekuatannya&lt;br /&gt;sampai mereka dilempari kegoncangan dami kegoncangan&lt;br /&gt;dirajam dengan azab demi azab, diinjak kemelaratan&lt;br /&gt;yang datang dari segala penjuru.&lt;o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kita tunggu syair-syair berikutnya.&lt;br /&gt;terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-7231380438923323018?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/7231380438923323018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-7.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7231380438923323018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7231380438923323018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-7.html' title='Syair-syair Seruling Daud # 7'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-6085806470898736966</id><published>2008-08-16T10:28:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T23:18:20.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Islam - الأدب الإسلامي'/><title type='text'>Syair-syair Seruling Daud # 6</title><content type='html'>www.serulingdaud.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Dan Syekh Sejati #2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Al amin datang untuk menterjemahkan Islam&lt;br /&gt;kunci perbendaharaan tersembunyi dari seluruh nabi&lt;br /&gt;kenali dirimu, kelak kan kau kenali Robmu&lt;br /&gt;fahamilah siapa dirimu, maka kelak kau kan kenali Robmu&lt;br /&gt;maqom ulama dan syekh adalah maqom perbendahaan&lt;br /&gt;padanya kita sambungkan rantai emas perjuangan&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kau tiada memahami makna dan arti perkataanku&lt;br /&gt;cari pada hikmah ulama dan syekh dan jadilah murid keduanya&lt;br /&gt;jika kau lain dariku kenalilah ulama dan syekhmu&lt;br /&gt;kulihat kau penuh derita dan kesengsaraan perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarilah!&lt;br /&gt;dirimu adalah bagian dari ikhwanku&lt;br /&gt;jangan pisahkan hizbiyah dari keseluruhan ummat Islam&lt;br /&gt;lekatkan pada Islam karena ia ukhuwah mulia&lt;br /&gt;doktrin dan slogan tiada artinya bagi dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam berseru akulah sang doktrin fitroh&lt;br /&gt;kau tak kan faham meski kau tawarkan sejuta slogan&lt;br /&gt;siapakah ulama dan syekh&lt;br /&gt;merekalah si jubah putih&lt;br /&gt;fahami makna jubah putih&lt;br /&gt;oo. kau yang kehilangan harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jubah hitam adalah makna keberadaan&lt;br /&gt;nafsu ini harus dinafikan&lt;br /&gt;ketika segala sesuatunya dinisbatkan bagi Sang Kholik&lt;br /&gt;tak perduli jubah hitam atau putih&lt;br /&gt;itulah dia ulama dan syekh sejati&lt;br /&gt;ucapannya tiada beda dengan Isa dalam ayunan&lt;br /&gt;inni abdulloh&lt;br /&gt;sesungguhnya diriku hamba Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zamrud Shalafushsholih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan berikan aku dupa&lt;br /&gt;kuharap cawan ini terisi madu dan anggur&lt;br /&gt;jangan kau beri aku darah&lt;br /&gt;karenanya jangan kau sentuh ghiroh agama suciku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akal adalah ibarat raja&lt;br /&gt;sedang nafsu adalah budaknya&lt;br /&gt;akal adalah Al-Qur'an Assunnah&lt;br /&gt;maunya Rosululloh dan para sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang nafsu adalah kemauan diri kita 2X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amalkan Al-qur'an dan Assunnah dan bertaqwalah engkau dengannya&lt;br /&gt;pandanglah papan tulis besar 140 ribu sahabat lebih&lt;br /&gt;dan tinggalkanlah nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan kau beri aku arak&lt;br /&gt;beri aku zam-zam dan bukan selainnya&lt;br /&gt;taman-taman dunia telah kubakar&lt;br /&gt;telah kubakar habis di dalam nafsuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kupetik seribu zamrud salafusshalih&lt;br /&gt;Rosul, sahabat, tabiin, tabiit tabiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amalkan Al-Qur'an dan Assunnah dan bertaqwalah engkau dengannya&lt;br /&gt;pandanglah papan tulis besar 140 ribu sahabat lebih&lt;br /&gt;dan tinggalkanlah nafsu&lt;br /&gt;oh dzat yang bertahta di singgasana arsy&lt;br /&gt;semoga Kau berkenan menganugerahi zamrud-Mu&lt;br /&gt;di dalam qolbu dan di dalam akalku 2X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jubah Imam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada zaitun yang berbuah tin&lt;br /&gt;begitu pun tak mungkin sebaliknya&lt;br /&gt;terlebih pohon duri tak kan berbuah kelezatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau suatu bangsa bobrok moralnya&lt;br /&gt;bagaimana bisa negeri tegak dan kokoh&lt;br /&gt;kalau generasi rontok oleh maksiat&lt;br /&gt;mungkinkah lahir singa-singa kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kampiun tak lahir dari kepalsuan opini&lt;br /&gt;ia terdapat ditengah kehidupan&lt;br /&gt;dzahirnya biasa bahkan terkesan hina&lt;br /&gt;dalam hatinya semangat tak kunjung padam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata-mata buta oleh syahwat dunia&lt;br /&gt;sedang ia tenang dalam kesendirian&lt;br /&gt;pribadinya tak lebih manusia biasa&lt;br /&gt;tapi jiwanya bersama kemerdekaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika ombak kebatilan&lt;br /&gt;menyapu bersih tanpa sisa&lt;br /&gt;tak sedekit pun ia tergores oleh debunya&lt;br /&gt;engkau heran kan kisah ini&lt;br /&gt;ketahuilah ini riel adanya&lt;br /&gt;kegelapanmu tak akan mungkin dapat mencapai cahayanya&lt;br /&gt;bahkan cahayamu berupa syahwat dunia&lt;br /&gt;sedangkan cahaya Alloh cahaya di atas cahaya&lt;br /&gt;itulah pakaianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baca syair-syair breikutnya.....&lt;br /&gt;Selengkapnya...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-6085806470898736966?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/6085806470898736966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6085806470898736966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6085806470898736966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-6.html' title='Syair-syair Seruling Daud # 6'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-4159925283408482743</id><published>2008-08-16T10:25:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T23:23:29.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Islam - الأدب الإسلامي'/><title type='text'>Syair-syair Seruling Daud # 5</title><content type='html'>Mujahid Mutaqien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah mereka manusia mujahid muttaqin&lt;br /&gt;kebenaran inti ucapan&lt;br /&gt;dan kesederhanaan adalah pakaian mereka&lt;br /&gt;kerendahan hati selalu mengiringinya&lt;br /&gt;jiwa mereka diliputi ketenangan dalam segala bencana&lt;br /&gt;sama ketika beroleh nikmat&lt;br /&gt;dan kalaulah bukan kepastian ajal yang telah ditetapkan&lt;br /&gt;niscaya ruh-ruh mereka&lt;br /&gt;tak kan tinggal diam dalam jasad-jasadnya walau sekejab&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikarenakan hidupnya akan Alloh yang Esa&lt;br /&gt;ataupun takutnya akan hukuman darinya 2X&lt;br /&gt;dari Yang Kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) begitu agungnya Alloh dalam hatinya&lt;br /&gt;apa pun selain dia adalah kecil dalam pandangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu kuatnya keyakinan tentang surga&lt;br /&gt;seakan terasa kenikmatan bagaikan melihatnya&lt;br /&gt;begitu kuatnya keyakinan tentang neraka&lt;br /&gt;seakan terasa adzabnya bagaikan menyaksikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hatinya sibuk dan diliputi kekhusukan dari tubuhnya&lt;br /&gt;tak pernah manusia mengkhawatirkan gangguan darinya&lt;br /&gt;tubuh-tubuh muttaqin kurus kering&lt;br /&gt;kebutuhannya pun teramat sedikit&lt;br /&gt;jiwa-jiwa mereka terjauhkan dari perkara yang kurang pantas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan Ummat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayolah ayo muslim siapapun anda&lt;br /&gt;toriqoh, harokah, parpol, organisasi dan orang awwam&lt;br /&gt;atau pun siapa pun engkau&lt;br /&gt;sepanjang engkau muslim&lt;br /&gt;datanglah datang datanglah&lt;br /&gt;dien kita bukan kapal perpecahan 2X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datang datanglah siapapun anda&lt;br /&gt;meski telah kau bongkar aurat wiridmu&lt;br /&gt;datang datanglah siapapun anda&lt;br /&gt;meski telah kau simpangkan manhadmu&lt;br /&gt;datang datanglah siapapun anda&lt;br /&gt;meski telah kau khianati amanah rakyatmu&lt;br /&gt;datang datanglah siapapun anda&lt;br /&gt;meski telah kau selewengkan tujuanmu&lt;br /&gt;datang datanglah siapapun anda&lt;br /&gt;meski telah kau kotori baju taqwamu&lt;br /&gt;seribu kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datang ya datanglah lagi pada Islam&lt;br /&gt;andai kau tobati alloh kan berkenan mengampuni&lt;br /&gt;tiada ukhuwah Islam yang mampu ditolak&lt;br /&gt;apa pun benderamu oh muslim oh muslim&lt;br /&gt;kecuali para kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insan Muttaqien#2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mutaqin tak pernah puas&lt;br /&gt;dengan sedikit amal baiknya&lt;br /&gt;pun tak terkenyangkan oleh yang banyak&lt;br /&gt;selalu mencurigai nafsu sendiri&lt;br /&gt;dan selalu mencemaskan karya baktinya&lt;br /&gt;tak sempat menengok cela manusia lain&lt;br /&gt;bila seseorang melemparkan pujian&lt;br /&gt;gemetarlah tubuh yang ramping itu seraya berkata,&lt;br /&gt;aku lebih memahami diriku darimu&lt;br /&gt;dan Robku lebih tahu dariku akan hal yang kau ucapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya alloh wahai rob kami&lt;br /&gt;jangan kau dera aku karena pujian mereka&lt;br /&gt;jadikanlah kebaikan berlebih dari yang mereka lontarkan&lt;br /&gt;dan ampunilah aku dari yang mereka tiada ketahui&lt;br /&gt;bersambung ke judul syair berikutnya.....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-4159925283408482743?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/4159925283408482743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/4159925283408482743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/4159925283408482743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-5.html' title='Syair-syair Seruling Daud # 5'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-6109910026544142942</id><published>2008-08-16T10:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T23:26:04.538-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Islam - الأدب الإسلامي'/><title type='text'>Syair-syair Seruling Daud # 4</title><content type='html'>http://serulingdaud.com&lt;br /&gt;Ulama Dan Syekh Sejati #1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manakala ulama dan syekh menjadi pengasuh bagi dirimu&lt;br /&gt;kau kan terbang bebas menuju makrifat&lt;br /&gt;mereka adalah hamba alloh yang rela menjual hidupnya&lt;br /&gt;dan hidup hanya bersama Islam&lt;br /&gt;susurilah bayangnya nanti kan kau raih kemerdekaan dalam jejak masa lalunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka meninggalkan bayang-bayangnya yang menuntun ke arah cahaya matahari Islam&lt;br /&gt;meski ulama dan syekh muncul dari seribu bentuk yang beraneka rupa&lt;br /&gt;namun karena Alloh itu Esa dan Islam pun manhaj yang satu&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana fatwa-fatwa mereka, fatwa mereka bisa mendua&lt;br /&gt;taqwa mereka tampil dalam bentuk yang berbeda&lt;br /&gt;tetapi mereka satu dalam makna 2X&lt;br /&gt;dalam dunia terdapat keaneka ragaman makna tujuan mereka seluruhnya sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika sahabat memperoleh hadiah seekor unta&lt;br /&gt;seorang diantaranya tampil sebagai pemotongnya&lt;br /&gt;yang lain mengambil bagian mengelupas kulitnya&lt;br /&gt;sedang yang lain mengambil posisi sebagai juru masaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Rosulpun bersabda, "Aku pencari kayu bakarnya"&lt;br /&gt;semua itu berbeda dalam bentuk dan aneka tetapi satu dalam makna&lt;br /&gt;melaksanakan tugas yang sama syariat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat Dan Syahwat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dalam Islam ada syariat dan hawa nafsu&lt;br /&gt;yang menghendaki syariat bercerminkan Rosululloh dan sahabat&lt;br /&gt;sedang pemerhati hawa nafsu liar&lt;br /&gt;bebas tanpa batas&lt;br /&gt;obor syariat menerangi alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun jika kau ikhwan memiliki keduanya&lt;br /&gt;berarti keberuntungan yang luar biasa&lt;br /&gt;syariat adalah wazir kebahagiaan&lt;br /&gt;baginya bukan suatu kenisbian&lt;br /&gt;tetapi uluhiyah dan rububiyah hakiki&lt;br /&gt;kabar dan penglihatan mulkiyah Islam&lt;br /&gt;selain itu tak dibutuhkan&lt;br /&gt;syariat bak kekasih bersanding menyebabkan&lt;br /&gt;yang selainnya tersisih 3X -kan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mujahid yang telah melewati kanak dan dewasa&lt;br /&gt;tak lagi membutuhkan hawa nafsu dan tabaruj jahiliyah&lt;br /&gt;buat apa lampu besar kalau mentari bertahta di singgasananya&lt;br /&gt;ia adalah insan yang memiliki kedua mata elang&lt;br /&gt;jika kau buta maka diamlah 3X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur Kefasihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kubacakan alur kefasihan padamu hai ikhwan&lt;br /&gt;maka camkanlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika sulaiman tinggalkan istana&lt;br /&gt;maka ifrid mengklaim dirinya raja&lt;br /&gt;ketika akal qur'an sunahmu&lt;br /&gt;tak berkilaukan rosul sahabat juga salafus sholeh&lt;br /&gt;nafsumu kan menggelora ketingkat binatang yang paling jelek&lt;br /&gt;yang paling hina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akal qur'an sunahmu berkilau di sisi tuhanmu&lt;br /&gt;sedangkan nafsumu berada di dasar kegelapan samudra yang paling dalam&lt;br /&gt;pelajari qur'an sunah juga siroh nabawiyah&lt;br /&gt;dan injaklah kegelapan nafsumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelajari Qur'an sunah juga siroh nabawiyah&lt;br /&gt;dan injaklah kegelapan nafsumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasrat nafsu adalah maqom bagi pencuri&lt;br /&gt;seberapapun besar karyanya&lt;br /&gt;ia adalah budak yang ditolak tuannya&lt;br /&gt;pilihlah muhammad dan tinggalkan keledainya&lt;br /&gt;beliau adalah rosululloh agung&lt;br /&gt;dan keledainya adalah nafsu kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akal qur'an sunahmu berkilau di sisi tuhanmu&lt;br /&gt;sedangkan nafsumu berada di dasar kegelapan samudra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelajari qur'an sunah juga siroh nabawiyah&lt;br /&gt;dan injaklah kegelapan nafsumu 4X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** syair-syair Seruling Daud #1, #2, #3 dan seterusnya bukanlah urutan syair, melainkan urutan memostingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung ke syair-syair berikutnya...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-6109910026544142942?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/6109910026544142942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6109910026544142942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/6109910026544142942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-4.html' title='Syair-syair Seruling Daud # 4'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-3723649533741981097</id><published>2008-08-15T01:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T12:13:28.343-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Islam - الأدب الإسلامي'/><title type='text'>Syair-syair Seruling Daud # 3</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Kebangkitan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;ulama dan kyai tinggal simbul&lt;br /&gt;ustadz dan syekh takk lagi mumpuni&lt;br /&gt;ummat sekarat kehilangan pijakan&lt;br /&gt;bak nasi dihadapan orang-orang yang lapar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;para murid telah lari mencari&lt;br /&gt;mencari mentari barat&lt;br /&gt;orang-orang telah bilang kecanggihan&lt;br /&gt;semua ditelan tanpa reserve&lt;br /&gt;mentah dan bulat-bulat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;mabuk di dalam kehidupann khayal&lt;br /&gt;pembual dan pemimpi&lt;br /&gt;mudahnya melepaskan tanggung jawab&lt;br /&gt;perjanjian hidup dengan Illahi Robbi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;tinggallah harapanku&lt;br /&gt;terbawa di pundak muslim hakiki&lt;br /&gt;muslim yang tahu hakikat dirinya&lt;br /&gt;merekalah tonggak pembawa maslahah&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;penanam benih tauhidulloh di bumi ini&lt;br /&gt;merambah seluruh cabang-cabang syar'i&lt;br /&gt;menjulang tinggi, menjulang tinggi&lt;br /&gt;menjulang di ketinggiah fakih&lt;br /&gt;Alloh Alloh Yaa Alloh, Alloh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;pandai mengaktualkan syari'at Al Qur'an&lt;br /&gt;mengajari insan pada kehidupan hakiki&lt;br /&gt;hidup digelimang lumpur tapi tetap suci&lt;br /&gt;kepada merekalah perjuangan ini dipertaruhkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;generasi harapan ummat ini&lt;br /&gt;agar ummat terbangun dari tidur panjangnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Haq Dan Kegelapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;himne ini adalah raungan putra Khotob&lt;br /&gt;padanya tertera prasasti al-Faruq sang ahlillah&lt;br /&gt;kalau kau tiada mengerti tentang haq dan batal&lt;br /&gt;bagaimana kau membedakan mata elang dan kelelawar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;bagiku iman sekalian atau kafir sekalian&lt;br /&gt;bagiku Islam sekalian atau tak sama sekali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;oo... yang tertipu syahwat dunia&lt;br /&gt;ruhmu terpenjara dalam kurung jasad gelapmu&lt;br /&gt;bagaimana aku mengabarkan mentari pada si buta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;betapa dungunya burung yang tak pernah mencoba&lt;br /&gt;terlepas dari sangkar-sangkarnya&lt;br /&gt;jasad senantiasa membanggakan kecantikan dan keelokannya&lt;br /&gt;Islam adalah samudra dan jasad adalah ikannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;jasad adalah sebongkah tanah&lt;br /&gt;keimanan adalah kilauan yang gilang gemilang&lt;br /&gt;milikilah keduanya dan kau bahagia&lt;br /&gt;milikilah keduanya moga-moga kau bahagia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;Fitrah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;akhirat adalah keaslian&lt;br /&gt;akhirat adalah kehidupan&lt;br /&gt;dunia itu kefanaan&lt;br /&gt;dunia itu kematian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;siapa pegang benda aslinya&lt;br /&gt;pasti kena tujuannya&lt;br /&gt;siapa gapai bayang-bayangnya&lt;br /&gt;pastikan terpedaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;hidup adalah aktifitas&lt;br /&gt;sedang kematian adalah mimpi&lt;br /&gt;realita perwujudan bukti dari pergerakan&lt;br /&gt;pergerakan merupakan pertambahan&lt;br /&gt;pertambahan berarti melangkah menuju cita-cita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;adapun mimpi hanya fatamorgana&lt;br /&gt;siapa masuk di dalamnya pastilah&lt;br /&gt;pasti tertipu oleh tiga TA&lt;br /&gt;harTA tahTA dan waniTa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;mukmin sejati tahu harkat dirinya&lt;br /&gt;hidupnya selalu dipenuhi dengan program langit&lt;br /&gt;jauh dari perbuatan yang sia-sia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-3723649533741981097?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/3723649533741981097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/3723649533741981097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/3723649533741981097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-3.html' title='Syair-syair Seruling Daud # 3'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-7022945434248362658</id><published>2008-08-14T23:43:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T12:31:24.590-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Islam - الأدب الإسلامي'/><title type='text'>Syair-syair Seruling Daud # 2</title><content type='html'>&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; www.serulingdaud.com&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Cahaya di Atas Cahaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;pribadi hurriyyah tammah adalah pribadi kaffah&lt;br /&gt;hidup dengan segenggam keyakinan yang utuh&lt;br /&gt;jiwanya penuh dengan hiasan taqwa&lt;br /&gt;pakaian yang tiada pernah terlepaskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;hari ini lembaga suci telah terealisir&lt;br /&gt;benih-benih kalimah haq telah tersebar&lt;br /&gt;engkau tak akan mengenal mereka&lt;br /&gt;meski seharian bergaul dengannya&lt;br /&gt;karena hijab cahaya akhlakul karimah&lt;br /&gt;ketawadu'an baginya jauh dari segala kenikmatan&lt;br /&gt;zuhudnya di tengah keramaian hidup manusia&lt;br /&gt;meski bergelimang harta takkan ada amanah yang tercecer karenanya&lt;br /&gt;hutang-piutang terbereskan seluruhnya&lt;br /&gt;segala amanat tersampaikan&lt;br /&gt;langit dijunjung dalam keridhoan Illahi&lt;br /&gt;bumi dipijak dalam riuhnya perjuangan&lt;br /&gt;dengannya hidup jadi lebih berarti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;setiap peristiwa punya makna&lt;br /&gt;keteguhan dalam gelora derita hidupnya&lt;br /&gt;ketenangan dalam kejalanan setiap langkahnya&lt;br /&gt;sehingga ketika semua lampu padam&lt;br /&gt;cahayanya berasal dari keabadian&lt;br /&gt;dengan cahaya itulah dunia terang benderang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;laa ilaaha illalloohu wahdah&lt;br /&gt;sodaqo wa'dah wa nashoro 'abdah&lt;br /&gt;wa a'azza jundahu wa hazamal ahzaaba wahdah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;Ibda' Binafsikh&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:teal;"&gt;kutiti hari demi hari&lt;br /&gt;ketika muslim bukan lagi cerita, tapi dongeng&lt;br /&gt;bukan lagi kisah tapi khayalan&lt;br /&gt;dimana Islam tak lebih sebagai baju simpanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:teal;"&gt;muslim kini tak faham lagi buah Qur'an&lt;br /&gt;muslim kini berlari dari sistem Islam&lt;br /&gt;muslim kini dibodohkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:teal;"&gt;sehingga perampokpun berkedok Islam&lt;br /&gt;pelacur pencolengpun sama saja&lt;br /&gt;koruptor dan sebagainya dan sebagainya berlabelkan Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:teal;"&gt;adakah engkau pernah bertanya&lt;br /&gt;berapa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang ia baca&lt;br /&gt;berapa sunnah yang ia kerjakan&lt;br /&gt;berapa sahabat yang ia ketahui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:teal;"&gt;ironis memang, muslim tak kenal lagi keislamannya&lt;br /&gt;sekulerisme, kapitalisme telah menghapus dinnya&lt;br /&gt;sehingga Islam di matanya tak lagi kehidupan&lt;br /&gt;kehidupan baginya liarnya dansa iblis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:teal;"&gt;sungguh, meskipun begitu tetap kumulai langkah dari diriku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Kabut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;dosa-dosa ummat ini sungguh sangat menjengkelkan&lt;br /&gt;ulamanya keluar kandang pesantren&lt;br /&gt;ribut untuk berebut tahta dan dunia&lt;br /&gt;tendensi kebenaran dijadikan tameng&lt;br /&gt;besilat lidah tak lagi takut dosa&lt;br /&gt;apapun argumentasinya pasti kutolak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;kemana para santri, mereka lari dalam sepi&lt;br /&gt;semrawut dalam ketidaktahuan&lt;br /&gt;dan ketika telur tak lagi menetaskan jagoan&lt;br /&gt;mereka membikin kambing hitam&lt;br /&gt;seraya telunjuk teracung kuat&lt;br /&gt;tanpa sadar empat jari terarah pada diri sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;kemana alim robbani&lt;br /&gt;mereka tetap pada tugasnya&lt;br /&gt;jangan bingung oleh gelombang&lt;br /&gt;tenanglah dalam ketemaraman kabut&lt;br /&gt;niscaya mata kelelawarmu, samar melihatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;teguhkan pendirian hai muslim dan muslimah!!!&lt;br /&gt;jubah kebesaranmu kibaskanlah&lt;br /&gt;bangun dan bercerminlah pada alim robbani&lt;br /&gt;Abdal takkan mati kecuali diganti&lt;br /&gt;bumi ini tiada kosong oleh paku-paku alam&lt;br /&gt;bahkan sekukuh imam mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;kadang aku juga heran&lt;br /&gt;teramat parahkah kebutaan ummat untuk difahamkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;***semua syair diciptakan oleh Ir. Anang Sulistyo Muhtadi&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;bersambung ke syair-syair berikutnya.....&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-7022945434248362658?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/7022945434248362658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-2.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7022945434248362658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/7022945434248362658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-2.html' title='Syair-syair Seruling Daud # 2'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-1447394748589696219</id><published>2008-08-14T22:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T12:29:59.289-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Islam - الأدب الإسلامي'/><title type='text'>Syair-syair Seruling Daud # 1</title><content type='html'>&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;Kata Seruling Daud berasal dari hadits Rosululloh SAW, suatu hari Nabi Muhammad SAW mendengar suara sahabatnya, Abu Musa Al Asy'ari yang sangat merdu ketika mengalunkan bacaan ayat suci Al Qur'an, spontan beliau berhenti dan mendengarkan suara itu, selanjutnya beliau bersabda,&lt;br /&gt;"Sungguh Engkau telah dikaruniai sebuah seruling (kemerduan suara) dari sebagian seruling-seruling yang dianugerahkan kepada Daud a.s.".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;Dan semua syair diciptakan oleh Ir. Anang Sulistyo Muhtadi (Pimpinan Pondok Pesantren Daud Khalifatullah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Eksistensi Pribadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;lembaga pribadi tetap utuh&lt;br /&gt;selama hati terpenuhi dzikrulloh&lt;br /&gt;sepanjang siang dan malam&lt;br /&gt;sepenuh suasana duduk, berdiri dan berbaring&lt;br /&gt;bahkan setiap tarikan nafasnya&lt;br /&gt;kesadaran penuh atas kontrol Ilahi&lt;br /&gt;baginya qolbu di tangan Ilahi&lt;br /&gt;dan ia faham tuk meraih keridhoan-Nya&lt;br /&gt;akal adalah buhul yang paling kuat&lt;br /&gt;apapun yang kembali pada Qur'an dan Sunnah adalah akal&lt;br /&gt;Rosululloh dan sahabat manifestasinya&lt;br /&gt;wujud nyata Qur'an dan sunnah di dalam kehidupan&lt;br /&gt;karena Rosul dan sahabat&lt;br /&gt;standart terbaik di dalamm kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;bahkan segala yang kesudahannya&lt;br /&gt;rahmatan lil alamin adalah akal&lt;br /&gt;sepanjang untuk tingginya syi'ar-syi'ar Islam&lt;br /&gt;adapun ar ro'yu kebalikannya&lt;br /&gt;akal bercahaya sedangkan nafsu kegelapan&lt;br /&gt;seperti timur dan barat&lt;br /&gt;menghadap yang satu berarti membelakangi yang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;engkau tiada terlarang menikmati dunia ini&lt;br /&gt;sepanjang tiada merusak kesejahteraan qolbu dan akalmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Baiti Jannati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;subhaanalloh alhamdulillah laa ilaaha illallo alloohu akbar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;abah sebagai qowwam&lt;br /&gt;pemimpin dengan kepribadian kaffah&lt;br /&gt;menuntun keluarga kepada kehidupan yang Islami&lt;br /&gt;Alloh sebagai tujuan hidupnya&lt;br /&gt;Rosululloh sebagai tauladannya&lt;br /&gt;Al Qur'an dan Sunnah panduan hidupnya&lt;br /&gt;muttaqien cita-cita tertingginya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;umi adalah simbul ketaatan&lt;br /&gt;ke surga ia pun mengikutinya&lt;br /&gt;ke neraka dia mencegahnya&lt;br /&gt;pendidik pemula berdasarkan arahan qowwam&lt;br /&gt;perekat kasih sayang terhadap segala kelemahan&lt;br /&gt;selimut pelaksanaan syari'at&lt;br /&gt;teladan terdekat fitrah aulad&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;aulad adalah obyek&lt;br /&gt;tetapkan ia dalam fitrah Islam&lt;br /&gt;ajari tauhid di tujuh tahun pertama&lt;br /&gt;tegakkan sholat di tujuh tahun kedua&lt;br /&gt;jadikan teman di tujuh tahun ketiga&lt;br /&gt;dididik secara Islam&lt;br /&gt;suapi dengan buah Qur'an&lt;br /&gt;teladani dengan siroh nabawiyah&lt;br /&gt;nanti &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; terhindar dari dzolimin, musrikin, dan kafirin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;mudah-mudahan kelak menjadi alim robbani&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Benih-benih Jama'ah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;wadah ini jadikan pipa kehidupan&lt;br /&gt;dengan tersampainya syi'ar-syi'ar Islam&lt;br /&gt;layanilah manusia, karena kalaulah bukan seiman&lt;br /&gt;pastilah ia sama manusianya seperti kalian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;pijakan lembaga ini tertumpu pada keluarga Islami&lt;br /&gt;bersatu untuk satu langkah yang sama&lt;br /&gt;dalam derap perjuangan menggapai ridho Alloh Azza wa Jalla&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;tiada eksklusivisme padanya&lt;br /&gt;baginya ketinggian adalah ummat&lt;br /&gt;baginya kekayaan adalah titipan rahmat&lt;br /&gt;tiada kasta-kasta padanya&lt;br /&gt;yang paling mulia siapa diantaranya yang paling taqwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;fastabiqul khoirot menuju yang Maha Satu&lt;br /&gt;tersingkir segala kedengkian&lt;br /&gt;tiada perlombaan batal&lt;br /&gt;ta'awanu 'alal birri wa taqwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;hidup ini terasa kenikmatannya&lt;br /&gt;bersama hamba-hamba yang solih&lt;br /&gt;terajut tali ukhuwah&lt;br /&gt;bagaikan kebun yang luas menghijau&lt;br /&gt;yang siap menghasilkan benih-benih perjuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;&lt;br /&gt;the bond should be our life,&lt;br /&gt;when the messages of Islam,&lt;br /&gt;be beard throughout the universe, serve be the humans&lt;br /&gt;cuz if not in the same faith,&lt;br /&gt;they're still humans in the same shape with you&lt;br /&gt;our live should be base on islamic family, united to be the&lt;br /&gt;one unite, in the one same&lt;br /&gt;step, in the fire of strugle, to reach&lt;br /&gt;the bless from Alloh Azza wa Jalla to the most high...&lt;br /&gt;to the most high&lt;br /&gt;there is no exclusivism for him&lt;br /&gt;the highness is the mankinds of the univers&lt;br /&gt;richness is only gift of blessings from Alloh Azza wa Jalla&lt;br /&gt;no social level, the most glorious one is those who are the most in his taqwa&lt;br /&gt;you'll find the meaning of life to live&lt;br /&gt;with the real moslem, to be one in the moslems brotherhood,&lt;br /&gt;just like the big&lt;br /&gt;big green garden....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 102);"&gt;Insan Mutaqin #1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;bila hati muttaqien terhalang&lt;br /&gt;dari ketaatan yang dirasa berat&lt;br /&gt;ia pun mengcouternya dengan menampik, satu hari kesenangan&lt;br /&gt;kepuasan jiwanya menyumber dari suatu yang tak pernah kering&lt;br /&gt;dari keadilan akhirat dan penolakan&lt;br /&gt;yang terpusat pada kefanaan dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;diramunya kemurahan hati dengan ilmu&lt;br /&gt;diselaraskan lidah dengan perbuatan&lt;br /&gt;dekat sekali cita-citanya&lt;br /&gt;amat sedikit kesalahannya&lt;br /&gt;tawadhu'dan khusu' memenuhi relung hatinya&lt;br /&gt;mudah terpuaskan jiwanya&lt;br /&gt;sederhana dalam perkara makan&lt;br /&gt;bersahaja meliputi segala urusan&lt;br /&gt;teguh dalam menggigit dinul Islam&lt;br /&gt;terkendali kuat hawa nafsunya&lt;br /&gt;tertahan kukuh gejolak emosinya&lt;br /&gt;itulah insan muttaqien mulia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;bila insan muttaqien berjalan di keramaian dunia yang fana&lt;br /&gt;kebaikannya selalu diharapkan, gangguannya tak pernah dikhawatirkan&lt;br /&gt;bila bersama manusia yang lengah, tak pernah alpa dari Alloh&lt;br /&gt;bila bersama manusia yang sholih, tak pernah dilalaikan dalam berdzikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;*** bersambung ke syair-syair berikutnya….&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-1447394748589696219?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/1447394748589696219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/1447394748589696219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/1447394748589696219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/syair-syair-seruling-daud-i.html' title='Syair-syair Seruling Daud # 1'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5822851659100898127.post-737062732915167539</id><published>2008-08-14T14:26:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T05:34:45.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah - الدعوة'/><title type='text'>Peran Dai Dalam Mengusung Peradaban</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;ahmadfarisi.wordpress.com &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri. {QS. Fushshilat:33}&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Sebagian ahli tafsir mengatakan, bahwa yang dimaksud da’i disini adalah  muadzin, dimana ia mengajak manusia untuk mengagungkan Allah Swt, mengakui keesaan-Nya dan bersaksi dengan risalah nabi-Nya Muhammad Saw. Akan teteapi tidak menutup kemungkinan bahwa ayat di atas juga ditujukan untuk da’i dalam arti  yang umum, yaitu orang yang menyeru manusia kepada Allah dan berbuat kebaikan. Kita semua dituntut untuk menjadi dai, baik itu dai untuk dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bahkan dai untuk umatnya, sehingga umat ini nantinya bisa menjadi peradaban tertinggi, sebagaimana yang pernah diraihnya oleh para pendahulu kita, salafuna shalih.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Urgensi dakwah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Dakwah adalah sebuah sarana yang paling urgen dalam mengusung suatu peradaban yang kita dambakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Ahmad Deedat, seorang dai yang telah mendunia pernah mengatakan sebuah perkataan yang sangat bagus tentang urgensi dakwah, "Bahwa seratus ribu sahabat  &lt;i&gt;radhiallahu'anhum&lt;/i&gt; yang menghadiri peristiwa haji wada' hanya sepuluh ribu diantara mereka yang dikubur di Madinah. Pergi kemanakah lainnya? Sungguh mereka benar-benar memahami makna kesaksian dan risalah nabinya yang harus disampaikan, mereka menyebar keseluruh penjuru, dengan menaiki kuda dan untanya untuk berdakwah kepada Allah dan menyampaikan risalah nabinya kepada dunia. Itulah para pendahulu kita, mereka telah melaksanakan perannya yang cemerlang dimana kalian tidak mampu walau sekedar menjaga diri dan anak-anak kalian. Wahai saudaraku, apakah kalian memilih bersungguh-sungguh dengan berpartisipasi dalam peperangan ini ataukah tetap berdiam diri ditempatmu kemudian kalah, dan kalian akan digantikan oleh kaum selainmu".  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Barangkali itulah suatu gambaran mengapa islam pernah memimpin dunia, maka tidak lain jawabannya adalah karena setiap individu dari umat ini sadar akan tanggung jawabnya sebagai dai, yang siap mengayunkan langkahnya menuju kemenangan, dengan melaksanakan pesan-pesan yang terkandung dalam al-Quran dan as-Sunnah, maka tidaklah aneh jika dikemudian hari Islam menjadi peradaban yang peling maju dan modern di dunia. Kita ambil contoh saja di Cordova, salah satu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; besar di Sepanyol yang pernah berada di bawah lindungan  peradaban Islam. Ada sabuah kesaksian dari orang Sepanyol yang mengatakan, bahwa Cordova tempo dulu adalah kota yang paling  megah di Eropa, di Cordova bunga-bunga ada dimana-mana dan lampu-lampu menerangi jalanan, dimana kota-kota di Eropa lainnya masih gelap, orang Cordova tinggal dirumah-rumah besar dan mewah, dimana orang Paris masih tinggal di gubuk-gubuk pinggir sungai, jalan-jalan di Cordova halus dan rapi dimana jalanan di kota-kota Eropa lainnya masih becek dan kotor. Itulah sebuah kesaksian yang jujur  dari orang Eropa sendiri tentang kemajuan peradaban Islam., sehinnga mereka merasa silau dengan peradaban Islam yang begitu maju dan modern yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Maka dari sinilah orang-orang Eropa mulai mencari sebab-sebab kebangkitan Islam dengan mempelajari ilmunya, bahasanya  dan peradabannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Peluang dan tantangan dakwah di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Dalam setiap hal tidak akan  terlepas dengan yang namanya tantangan dan peluang, karena itu merupakan sunnatullah yang pasti ada dan tidak bisa dihindari, dan itulah jalan yang akan ditempuh oleh seorang dai dengan segala lika-likunya, sehingga persiapan matang sebelum memasuki arena ini merupakan suatu keharusan, agar dakwahnya dapat membuahkan hasil sebagaimana yang ia inginkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Tantangan seorang dai dalam berdakwah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Barang kali dalam masalah ini, kita bisa mengklasifikasinya kedalam dua kelompok .&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kelompok pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  yaitu tantangan yang ditimbulkan dari luar Islam, antara lain maraknya kristenisasi  yang terorganisir, yayasan dan organisasi zionis, orientalis yang selalu menyerang dan membuat karagu-raguan terhadap Islam serta kelompok-kelompok yang sudah keluar dari Islam, seperti Bahaiyah, para pengikut nabi palsu dan lain sebagainya, bahkan inilah sebenarnya yang lebih berbahaya, karena mereka masih menisbatkan diri kepada Islam padahal sejatinya sedang merobohkannya, sehingga mengecohkan banyak orang yang minim pemahamannya terhadap hakikat Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kelompok kedua:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; adalah tantangan yang ditimbulkan dari dalam Islam itu sendiri, maka tidaklah heran, apabila nanti akan kita dapati orang - yang masih mengaku Muslim- mengajak dengan terus terang dan tidak tahu malu untuk meninggalkan peradaban Islam dan segala macam karakteristiknya. Kemudian ia mencoba secara paksa  dan mengajak orang lain untuk menggantikannya dengan peradaban selain Islam. Ia beranggapan bahwa peradaban yang ia usung merupakan pemikiran yang cocok untuk diterapkan, padahal pada hakikatnya pemikran itu sama sekali tidaklah cocok, bahkan dapat mencabik-cabik agamanya sendiri, dari situlah kemudian muncul gerakan-gerakan seperti sekulerisme, liberalisme, komunisme, hedonisme dan lain sebagainya. Terkadang pemikiran ersebut tanpa sadar telah meracuni pemahaman sebagian masyarakat, terutama orang yang awam tentang agam Islam, bahkan telah memasuki pemikiran keluarga kita sendiri dan bercampur dengan pemikiran Islam, sehingga membutakan banyak sisi yang positif dari Islam. Sayang sekali memang, tetapi itulah suatu realita yang tengah terjadi., dan seorang dai agar mampu melewati onak duri yang menghadang, serta dapat menjawab berbagai tantangan tersebut membutuhkan kelihaian, kesabaran dan keuletan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Peluang seorang dai dalam berdakwah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  Sebenarnya ada banyak hal yang layak dibanggakan bagi seorang dai, dengan menyebarnya &lt;i&gt;shahwah&lt;/i&gt; Islam di berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sambutan baik para pemuda untuk mempelajari ilmu agama, dan sikap terbukanya masyarakat terhadap&lt;i&gt; tsaqafah&lt;/i&gt; dan peradaban Islam. Maka bisa kita lihat dan rasakan suatu perubahan yang signifikan mengenai pandangan masyarakat terhadaap Islam, khususnya di negeri kita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dimulai dengan maraknya pengajian-pengajian agama di berbagai elemen masyarakat, dakwah kampus, dialog agama serta menjamurnya pameran-pameran buku Islami, itu semua merupakan peluang emas bagi para aktifis yang  sedang bergelut di ladang dakwah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Maka dari itu, persiapkanlah wahai para calon dai&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;sebelum memasuki perjalanan yang panjang dan menantang. Semoga kita selalu mendapat petunjuk dari Allah Swt dan dianugerahi kepribadian yang istiqomah dalam berdakwah li i'lai kalimatillah. Amin &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5822851659100898127-737062732915167539?l=almaida-bs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almaida-bs.blogspot.com/feeds/737062732915167539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/peran-dai-dalam-mengusung-peradaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/737062732915167539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5822851659100898127/posts/default/737062732915167539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almaida-bs.blogspot.com/2008/08/peran-dai-dalam-mengusung-peradaban.html' title='Peran Dai Dalam Mengusung Peradaban'/><author><name>Admin Daud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16844436053540035232</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_aJ6DYYMeFiM/SKUTxp2oE5I/AAAAAAAAAA0/U1vtaUvl1H4/S220/DSC01700.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
