Kami Persatuan Mahasiswa Daud Kholifatulloh di Mesir dengan tulus dan ikhlas mengucapkan kepada seluruh kaum Muslimin SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallohu minna wa minkum. Kullu am wa antum bikhairin.
Bila hati salah menduga,terkadang mulut salah bicara. Bila Canda membawa luka terkadang lidah mulai berbisa. Maka izinkan tuk berucap taqabbalallohu minna wa minkum. Selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf dzahir & batin.
Terselip khilaf dalam candaku. Tergores luka dalam tawaku, terbelit pilu dalam tingkahku, tersinggung rasa dalam bicaraku. Hari kemenangan telah tiba, moga segala dosa & kesalahan kita terampuni. Mari bersama kita bersihkan dihari yang fitri. SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin.
Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci telah berakhir
Bila ada luka yang pernah terukir
Ada khilaf yang sempat tergulir
mari kita sucikan hati
Minal aidzin walfaidzin
maafkan lahir &batin
Salam super dari saya, salam dahsyat dan salam ukhuwah.
Lanjut baca...
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H.
Admin Daud, 21 September 2009Gema Ramadhan Di Negeri Cleopatra
Admin Daud, 11 September 2009
Oleh: Ahmad Farisi Suwaryo
www.ahmadfarisi.wordpress.com
Kalau mendengar kata Cleopatra kita langsung teringat pada sebuah negeri dimana disana ada seorang raja yang sangat dzalim. Raja tersebut diberi gelar Fir’aun. Ia pernah mengaku dirinya Tuhan dan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Tidak asing lagi, negeri itu adalah Mesir, namanya terukir dalam kitab suci. Selain itu mesir juga dikenal dengan julukan ardhul anbiya’ atau negeri para nabi. Hal ini didasarkan oleh banyaknya nabi yang diturunkan atau diutus di Mesir. Seperti nabi Musa, Harun dan Yusuf. Mesir juga terkenal dengan julukan Ardhul Kinanah (bumi Kinanah).
Mesir merupakan salah satu negeri yang mempunyai peradaban tinggi dan tertua di dunia. Peninggalan-peninggalan sejarah seperti benteng Shalahuddin al Ayyubi, Piramida, Spinx, dan peninggalan-peninggalan kerajaan Fir’aun lainnya masih terjaga rapi hingga sekarang. Bahkan sebagiannya ada yang baru ditemukan sehingga sangat menarik minat para pelancong manca Negara untuk terus berkunjung ke Mesir.
Merasakan bulan suci Ramadhan di Mesir merupakan sebuah kesyukuran dan kesan tersendiri, yang barang kali belum tentu kita temukan di Negara lain. Dalam menyambut bulan suci, biasanya orang-orang Mesir akan membuat berbagai macam jenis manisan untuk berbuka puasa. Manisan yang mereka buat beraneka ragam. Berbagai jenis kurma juga dijual di pinggir-pinggir jalan, sampai ada nama kurma Obama.
Menjelang bulan Ramadhan, mereka akan mengadakan ceramah-ceramah di masjid yang berkaitan dengan keutamaan bulan Ramadhan, sehingga orang-orang dapat mengambil manfaatnya secara langsung dan mempersiapkan diri untuk menyambut bulan yang mulia dan penuh barakah.
Hal yang menarik dari orang Mesir adalah sifat kesadaran dan sikap saling menghormati. Pada siang hari bulan Ramadhan, biasanya restaurant-restaurant dan warung-warung makan tutup, ia baru akan dibuka kembali menjelang buka puasa sampai waktu sahur selesai guna melayani para Sha’imin (orang-orang yang berpuasa).
Ramadhan di Mesir, sebagaimana di negeri Arab lainnya, membutuhkan perjuangan ekstra. Selain kultur budaya dan adat yang berbeda, faktor alam pun membuat banyak perbedaan. Di Mesir pada musim panas waktu siang jauh lebih panjang dibanding waktu malam. Tahun ini Ramadhan jatuh pada akhir musim panas di mana waktu maghrib tiba pukul 18.30 malam, bahkan sebelum jam Mesir dimundurkan 1 jam, mahgrib tiba pukul 19.30 dan subuh pada pukul 4.00 dini hari. Sehingga total waktu berpuasa tahun ini hampir 15 jam, jauh lebih panjang dibanding waktu berpuasa di Tanah Air.
Bulan Ramadhan adalah syahrul Qur’an, dimana pada bulan inilah al-Qur’an al-Karim diturunkan. Setiap selesai shalat fardhu masjid-masjid di Mesir selalu diramaikan oleh orang-orang yang membaca al-Qur’an. Bahkan tidak jarang kita temukan orang-orang yang membaca al-Qur’an di bis-bis umum, jalan-jalan, pertokoan, mall-mall dan perkantoran. Sungguh sebuah fenomena yang menyejukkah qalbu dan membangkitkan semangat.
Kesadaran orang Mesir akan keutamaan bulan Ramadhan sangat tinggi, hal ini tidak terlepas dari pemahaman agama mereka serta ceramah-ceramah para syaikh tentang keutamaan bulan yang penuh ampunan dan rahmat ini.
Kedermawanan mereka pada bulan Ramadhanpun meningkat. Banyak orang-orang kaya maupun perusahaan-perusahaan yang membuka jamuan gratis buka puasa di pinggir-pinggir jalan. Jamuan gratis atau yang dinamakan “Maidah Rahman” disediakan bagi para musafir, kaum dhuafa’ dan siapa saja yang mau datang. Adapun menunya biasanya nasi lemak campur makrunah, ayam bakar dan sayur kacang.
Komunitas orang Indonesia di Mesir sekarang jumlahnya lebih dari lima ribu jiwa, 85% di antaranya adalah para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar, sebuah universitas tertua di dunia. Mereka tersebar di beberapa kota seperti Kairo, Zaqaziq, Manshoura, Zamalik dan Thantha.
Kairo adalah kota yang sangat ramai dan padat penduduk. Jalan-jalan tidak pernah lengang dari kendaraan yang berlalu lalang. Pada musim panas seperti sekarang ini, orang-orang biasa begadang, sehingga malam tidak pernah sepi.
Sebagian besar Mahasiswa Indonesia di Mesir berdomisili di kawasan Madinat Nasr atau Nasr City . Ketika berjalan-jalan di kawasan ini kita terasa seperti sedang berada di negerinya sendiri. Di sini banyak terdapat restaurant Asia, baik yang dari Indonesia , Malaysia maupun Thailand .
Di daerah Dokky terdapat masjid yang diberi nama Masjid Indonesia Kairo (MIK), masjid ini dibangun untuk komunitas orang Indonesia . Di lantai atas masjid ini digunakan untuk sekolah dengan nama Sekolah Indonesia Cairo (SIC), sebuah sekolah bergengsi untuk anak-anak Indonesia di Mesir yang mayoritasnya adalah anak-anak para pejabat KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia).
Pada bulan Ramadhan, MIK dengan dana dari para pejabat kedutaan, biasanya menyediakan angkot antar jemput bagi para mahasiswa Indonesia . Di MIK masyarakat dan mahasiswa Indonesia malaksanakan shalat tarawih bersama, kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan dan diakhiri dengan jamuan makan ala masakan-masakan Indonesia . Setiap hari menu yang disajikan berganti-ganti, terkadang bakso, ketupat, mie ayam, pempek Palembang dan lain-lain. Acara seperti itu bertujuan untuk mempererat silaturrahmi antar warga yang tersebar di berbagi kota dan untuk melepaskan kerinduan akan masakan tanah air. (ah/frs)

Lanjut baca...
Amalan-Amalan Sunnah Pada Bulan Ramadhan
Admin Daud, 21 Agustus 2009Oleh : Ahmad Farisi Suwaryo
Ikhwan wa Akhwat yang dimuliakan oleh Alloh, tamu agung bulan Ramadhan sudah tiba, ibadah puasa pun -tinggal menunggu hitungan jam- akan segera kita awali. Bahkan mungkin di belahan bumi sana seperti Indonesia sudah memasukinya. Seluruh ummat muslim dari segala penjuru dunia serentak berbondong-bondong menyambut kedatangannya dengan menghidupkan suasana yang penuh rahmat, barakah dan maghfirah. Ramadhan merupakan pesta ibadah bagi umat Islam serta momen yang tepat untuk kita lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta, Alloh Azza wa Jalla.
Lantas persiapan apakah yang sudah kita lakukan sebagai umat Islam untuk menyambutnya? Sudahkah kita tahu amalan-amalan yang dianjurkan untuk kita lakukan pada bulan Ramadhan? Sungguh bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi kita untuk mengisi rekening kebajikan dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya di sisi Alloh. Karena pada bulan ini pahala ibadah sunnah dilipatkan menjadi pahala wajib dan pahala ibadah wajib dilipatkan menjadi tujuh puluh kali lipat, subhanalloh.
Hal ini sebagaimana sabda Rasululloh saw: “Barang siapa yang
melaksanakan amalan sunnah pada bulan Ramadhan, maka pahalanya sama
dengan pahala melaksanakan ibadah wajib pada bulan selain Ramadhan.
Dan barang siapa yang melaksanakan ibadah wajib pada bulan Ramadhan,
maka pahalanya sama dengan pahala yang melaksanakan tujuh puluh ibadah
wajib pada bulan selain Ramadhan” (HR. Baihaki).
Maka sudahlah wajar kalau para sahabat pernah mengharap seandainya seluruh bulan dalam setahun adalah semuanya bulan Ramadhan. Teladan kita Rasululloh SAW ketika datang bulan Ramadhan beliau memberi kabar gembira kepada para sahabatnya.
عَنْ أََبَِِِي هُرَيْرَةََ رَضِي اللهُ عَنْهُ ، قالَ : ( كانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى اللهُ عليه وَسَلّمَ يُبَشِّرُ أصْحابَهُ يقولُ : قَدْ جاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضانَ شَهْرٌ مُبارَكٌ كَتَبَ اللهُ عليكم صِيامَهُ ، فيهِ تُفْتَحُ أََبوابُ الجَنّةِ ، وتُغْلَقُ فِيهِ أبْوابُ الجَحِيْمِ ، وتُغَلُّ فِيه الشَياطينُ فيه لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَها فَقَدْ حُرِمْ) رواه أحمد والنسائي
Dari Abu Hurairah ra ia berkata, Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:
“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Alloh mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan an-Nasa`i).
Demikian adalah amalan-amalan sunnahnya:
1. Bersahur dan menyegerakan berbuka
Rasululloh SAW bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menyegerakan berbuka akan mendatangkan kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Mengawali berbuka puasa dengan kurma, atau manis-manisan kalau tidak ada maka dengan minum air. ” Rasululloh saw berbuka dengan rutbaat (kurma segar) sebelum beliau shalat, apabila tidak ada maka dengan beberapa tamar (kurma) dan apabila tidak ada, beliau meminum air. (HR Abu Dawud, Hakim dan menshahihkannya serta Tirmidzi meng-hasankannya). Lihat kitab fiqhus sunnah terbitan al Fathul I’lam al Araby, hal: 521.
2. Membaca Al Qur’an
Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan apapun itu kesibukan dan profesinya. Alqu’an merupakan dusturuna undang-undang kita sebagai ummat Muhammad saw. Maka seyogyanya kita tidak pernah melupakannya untuk membacanya setiap hari, karena al-Qur’an dapat memberi syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat. Rasululloh bersabda :
اقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ
“Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya” (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). HR. Muslim.
Ada pemandangan yang sangat menarik yang saya perhatikan selama saya berada di Kairo, dimana saya sering menemukan orang-orang membaca al Qur’an di jalan-jalan umum, bus, mall-mall bahkan terminal. Tidak jarang juga para eksekutif meluangkan waktunya untuk membaca al Qur’an di kantor. Sebuah pemandangan yang bagi saya sangat mengharukan sekali dan membuat hati berdebat-debar. Suasana ruhiah seperti ini belum pernah saya temukan di Indonesia, bahkan di Saudi sekalipun saya belum pernah melihat orang-orang yang sedang bergelantungan di dalam bus yang penuh sesak akan tetapi masih menyempatkan diri membaca al Qur’an. Subhanallohu wal hamdulillah wa laa ilaha illallohu wallohu akbar.
Rasululloh selalu memperbanyak membaca al-Qur`an di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadits Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata:
وَلاَ قَامَ لَيْلَةً حَتَّى يُصْبِحَ وَلاَ صَامَ شَهْرًا كَامِلاً غَيْرَ رَمَضَانَ وَلاَ أَعْلَمُ نَبِيَّ الله ِقَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِى لَيْلَةٍ
“Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah membaca al-Qur`an semuanya, sembahyang sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan.” HR. Ahmad.
Dalam hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah melakukan tadarus al-Qur`an bersama Jibril di setiap bulan Ramadhan.
3. Shalat tarawih berjamaah
Shalat Tarawih disyariatkan berdasarkan hadits Aisyar radhiyallahu anha, ia berkata: “Sesungguhnya Rasululloh keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau. Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya. Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasululloh hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda,
“Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah sama bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya.” Rasululloh wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
4. Menghidupkan qiyamul lail
Para ulama salaf selalu mencari kesempatan untuk menghidupkan malamnya dengan shalat dan membaca Al-Quran sehingga tersentuh jiwanya. Dan apabila membaca ayat yang menerangkan kabar gembira, hatinya terselip harapan yang menggebu-gebu seolah apa yang di janjikan itu ada di pelupuk matanya. Sebaliknya, apabila membaca ayat Al-Qur’an yang menerangkan ancaman maka hati dan kedua telinganya terasa terbius, seolah dahsyatnya suara api neraka berada di ujung telinganya, lalu mereka pun meletakkan keningnya di atas bumi sambil memohon kepada Allah agar dijauhkan dari pedihnya api neraka dan meminta pertolongan agar diberi kemenangan atas musuh-musuhnya.
Dari Abu Hurairah r.a:”Kemuliaan seorang mu’min teletak pada solatnya yang ia dirikan di tengah malam dan kehormatannya terletak pada ketidak-tergantungannnya terhadap orang lain”. Dari Mughirah r.a, Rasulullah s.a.w selalu bangun tengah malam melaksanakan solat malam hingga bengkak kedua telapak kakinya”.
5. Memberi buka puasa (tafthir shaim)
Memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa sangat dianjurkan oleh Islam, meski hanya dengan memberinya segenggam kurma, memberi minum orang puasa yang sedang dalam perjalanan ataupun memberi buka puasa dengan sebungkus nasi kucing kepada orang-orang yang membutuhkan untuk berbuka.
Anjuran memberi buka puasa atau tafthir shaim ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:
” Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim)
6. Bersedekah
Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan paling dermawannya beliau adalah di bulan Ramadhan. Beliau bersabda, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ, وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِى رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ
“Rasulullah adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibri menemui beliau” (HR. al-Bukhari).
7. Memperbanyak doa
“Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil dan do’anya orang yang teraniaya“. (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majjah dan Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan).
“Tiga do’a yang tidak akan ditolak, do’a orang tua terhadap anak nya, do’a orang yang sedang berpuasa, dan do’a orang yang sedang dalam perjalanan.” (Kitab Silsilah ash-Shahiihah no 1797)
8. I`tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Orang yang beri’tikaf akan menyibukkan diri dengan beribadah kepada-Nya, hingga kecintaannya semata hanya kepada Alloh SWT, mengalahkan kecintaannya kepada selain Alloh. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan keutamaan yang dipilih oleh Alloh SWT.
Diriwayatkan dari `Aisyah r.a. bahwasanya Nabi Muhammad saw selalu beri`tikaf di malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan hingga ajal menjemputnya, kemudian sunnah ini dihidupkan lagi oleh isteri-isteri Rasululloh selepas kematiannya” (Bukhari Muslim).
9. Melaksanakan ibadah umrah
salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji, seperti dalam hadits yang berbunyi:
عُمْرَةٌ فِى رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji.”
Demikianlah amalan-amalan sunnah pada bulan Ramadhan, semoga kita bisa melewati hari-harinya dengan beribadah, dan bisa melaksanakan sunnah-sunnah yang dianjurkan oleh Rasululloh saw. Amin.
Lanjut baca...
BATASAN MELIHAT CALON ISTRI
Admin Daud, 04 Agustus 2009
Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apabila seorang pemuda datang untuk meminang seorang putri apakah ia wajib melihatnya ? Apakah juga boleh perempuan itu membuka kepalanya agar tampak lebih jelas kecantikannya bagi pelamar ? Dengan hormat saya mohon penjelasannya.
Jawaban.
Tidak apa-apa, akan tetapi tidak wajib. Dan dianjurkan kalau ia melihat perempuan yang dilamar dan perempuan itu juga melihatnya, karena Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada lelaki yang melamar seorang perempuan agar melihatnya.
Yang demikian itu adalah lebih menumbuhkan rasa cinta kasih diantara keduanya. Jika perempuan itu membuka muka dan kedua tanganya serta kepalanya maka tidaklah mengapa. Sebagian Ahli ilmu (Ulama) berpendapat : Cukup muka dan kedua tangan saja. Pendapat yang shahih adalah tidak ada pelamar melihat kepala (perempuan yang dilamar), muka, kedua tangan dan kedua kakinya, berdasarkan hadits di atas.
Akan tetapi hal itu tidak boleh dilakukan secara berduaan, melainkan harus didampingi oleh ayah perempuan itu atau saudaranya yang laki-laki atau lainnya. Sebab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Jangan sampai seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita, kecuali didampingi oleh mahramnya". [Muttafaq 'alaihi]
Sabda beliau juga.
"Artinya : Tiada seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan melainkan yang ketiganya adalah syetan". [Riwayat Imam At-Turmudzi dan Imam Ahmad dari hadits Ibnu Umar, dari hadits Jabir dan dari hadits 'Amir bin Rabi'ah]
[Majalah Al-Buhuts Al-Ilmiyah, edisi 136 dan 137, Fatwa Ibnu Baz]
[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Haq] ana ambil dari situs http://www.almanhaj.or.id semoga bermanfaat.
Lanjut baca...
Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah
Admin Daud, 22 Juni 2009Tanggal : 19/06/2009 8:07:00 Sumber : DIKTIS
PENGUMUMAN
Nomor : Dj.I/Dt.I.IV/4/PP.04/765/2009
SELEKSI NASIONAL
CALON MAHASISWA KE TIMUR TENGAH
TAHUN AKADEMIK 2009-2010
A. Latar Belakang
Untuk mengantisipasi meningkatnya minat calon mahasiswa Indonesia ke Timur Tengah yang tidak dibarengi dengan kualitas memadai, Departemen Agama akan melakukan penyeleksian dengan menguji kemampuan akademik, hafalan/bacaan Al Qur’an dan bahasa Arab.
B. Tujuan
1. Menyaring para lulusan Madrasah Aliyah/sederajat yang potensial dan mempunyai bakat dan minat yang kuat dalam pengembangan keilmuan dan perguruan bahasa Arab.
2. Mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu ke-Islaman dan bahasa Arab dalam rangka mencerdaskan calon ilmuwan dalam kehidupan bangsa dan bernegara.
C. Persyaratan Mengikuti Seleksi
1. Warga Negara RI yang beragama Islam.
2. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh panitia
3. Pas photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar
4. Melampirkan salinan ijazah Madrasah Aliyah Negeri atau Swasta yang mengikuti ujian negara dengan ketentuan sebagai berikut :
a). Usia ijazah tidak lebih dari 2 (dua) tahun.
b). Bagi peminat belajar ke Al-Azhar berijazah Pondok Pesantren yang mu’adalah (akreditasi) ijazahnya dengan tsanawiyah (SLTA) Al-Azhar masih berlaku sampai sekarang.
c). Bagi yang belum memiliki ijazah (STTB), harus melampirkan surat keterangan lulus dari sekolah.
D. Mata Ujian
1. Ujian Lisan (menggunakan bahasa Arab) meliputi : Bahasa Arab (percakapan, terjemah dan pemahaman teks) dan hafalan/bacaan Al-Qur’an minimal 3 juz;
2. Ujian Tulis (menggunakan bahasa Arab) meliputi : Bahasa Arab (memahami teks, tata bahasa dan insya’) dan Pengetahuan Agama Islam.
E. Waktu Pendaftaran dan Pelaksanaan Ujian
1. Pendaftaran : tanggal 22 Juni 2009 s.d. 15 Juli 2009 setiap jam kerja.
2. Pelaksanaan seleksi diatur sebagai berikut :
No Ujian Tanggal WIB WITA WIT
1 Ujian Tulis 22 Juli 2009 08.00 – 10.00 09.00 – 11.00 10.00 – 12.00
2 Ujian Lisan 23 Juli 2009 Menyesuaikan dengan waktu setempat
F. Tempat Pendaftaran dan Seleksi
No. Lokasi Ujian Tempat Pendaftaran
1. Departeman Agama Pusat Departeman Agama Pusat
2. IAIN Sunan Gunung Djati Bandung IAIN Sunan Gunung Jati Bandung danSTAIN Cirebon
3. UIN Yogyakarta UIN Yogyakarta
4. IAIN Walisongo Semarang IAIN Walisongo Semarang, STAIN Kudus, STAIN Purwokerto, STAIN Salatiga dan STAIN Surakarta.
5. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang IAIN Surabaya, UIN Malang, STAIN Kediri, STAIN Tulung Agung, STAIN Ponorogo, STAIN Pamekasan dan STAIN Jember.
6. IAIN Ar-Raniry Banda Aceh IAIN Ar Raniry Aceh NAD, STAIN Lhoukseumawe dan STAIN Cok Kala Langsa
7. IAIN Sumatera Utara Medan IAIN Sumatera Utara Medan dan STAIN Padang Sidempuan
8. IAIN Imam Bonjol Padang IAIN Imam Bonjol Padang, STAIN Bukittinggi, STAIN Batusangkar dan STAIN Kerinci.
9. IAIN Raden Fatah Palembang IAIN Raden Fatah Palembang, IAIN Sulthan Thoha Jambi, STAIN Bangka Belitung dan STAIN Bengkulu
10. UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru
11. UIN Ala’uddin Makasssar IAIN Ala’uddin Makasar, STAIN Pare-Pare, STAIN Watampone, STAIN Palopo, STAIN Kendari, STAIN Palu dan STAIN Jayapura.
12. IAIN Mataram IAIN Mataram
13. IAIN Gorontalo IAIN Gorontalo, STAIN Menado, STAIN Ambon dan STAIN Ternate
14. IAIN Antasari Banjarmasin IAIN Antasari Banjarmasin dan STAIN Palangkaraya
G. Hasil Ujian Seleksi
1. Hasil seleksi akan diumumkan oleh Departemen Agama tanggal 31 Juli 2009 melalui website : www.ditpertais.net
2. Peserta seleksi non beasiswa ke Al-Azhar yang dinyatakan lulus dapat memproses berkas pendaftarannya melalui KBRI Kairo.
3. Jumlah nilai kelulusan peserta non beasiswa minimal 70/100.
4. Hasil ujian yang telah ditandatangani oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam akan dikirim ke perwakilan RI di Timur Tengah dan perwakilan negara tujuan di Jakarta untuk dijadikan acuan dalam proses pendaftaran dan pengajuan visa serta layanan kekonsuleran.
5. Untuk mendapatkan visa dari Kedutaan Besar Mesir di Jakarta peserta non beasiswa yang lulus seleksi dan telah mendaftarkan diri di Universitas Al-Azhar, dapat mengajukan permohonan rekomendasi kepada Direktur Pendidikan Tinggi Islam Depag RI dengan melampirkan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
a. Bukti pendaftaran (ishol)
b. Surat Keterangan dari KBRI Kairo
b. Foto copy Paspor
c. Foto copy Ijazah yang telah dilegalisir
d. Surat Pernyataan kesanggupan finansial selama masa studi, yang ditanda tangani di atas materai Rp 6.000 oleh calon mahasiswa dan orang tua/wali dengan melampirkan copy Bank Draft minimal Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).
6. Keberangkatan ke luar negeri berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah RI/Kedutaan Besar negara tujuan di Jakarta.
H. Tim Pelaksana Seleksi
1. Tim pelaksana Pusat dibentuk dan ditunjuk oleh Dirjen Pendidikan Islam.
2. Tim pelaksana Daerah dibentuk dan ditunjuk oleh Rektor UIN/IAIN/Ketua STAIN bersangkutan.
3. Tim Penguji baik tulis maupun lisan ditunjuk oleh Dirjen Pendidikan Islam dan keputusan tim penguji tidak dapat diganggu gugat.
Sumber : www.ditpertais.net
Jakarta, 16 Juni 2009
Lanjut baca...
Why I am Proud To Be Muslim
Admin Daud, 15 Juni 2009Sesungguhnya nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada manusia di dunia ini adalah nikmat Iman dan Islam, dimana dengan kedua nikmat tersebut, seseorang dapat menggapai kenikmatan yang hakiki. Kedua nikmat tersebut adalah sebuah jembatan emas yang akan mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan yang nyata. Ianya adalah cahaya yang menerangi kegelapan malam. Ianya adalah telaga bening di tengah sahara padang pasir. Ianya adalah petunjuk jalan bagi musafir yang sedang kebingungan.
Tiada kenikmatan yang lebih besar daripada nikmat Iman dan Islam.
Marilah kita berhenti sejenak untuk mencoba merenungi firman Allah yang menunjukkan betapa besarnya kedua nikmat tadi, betapa Allah memberi gelar kepada orang-orang yang diberi ke dua nikmat tadi sebagai umat terbaik, betapa kita harus bersyukur dan bangga menjadi seorang Muslim, sebagai orang yang mendapatkan nikmat Iman dan Islam. Allah berfirman kepada kaum Muslimin:
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS, Ali Imran: 110)
Lewat ayat ini Allah telah menegaskan bahwa orang-orang Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Karena mereka adalah orang-orang yang menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Pada ayat lain Allah juga berfirman:
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS, Ali Imran: 139)
Ayat di atas menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya. Bahkan Allah tidak akan menerima orang-orang yang mencari agama selain agama Islam. Allah berfirman:
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu )daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS, Ali Imran: 85)
Setelah kita tahu bahwa Allah telah memuji orang-orang Muslim dan menyebutnya bahwa mereka adalah umat terbaik dan orang-orang yang paling tinggi derajatnya, lantas apa yang harus kita lakukan sebagai orang yang telah mengaku dirinya Muslim? Bukankah di sana ada tugas berat yang mesti kita pikul? Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang menolong agamanya. Meskipun sekiranya ia tidak sempat melihat kemenangan di dunia, sesungguhnya Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik di akhirat.
Alangkah indahnya kalau saya menyebutkan di sini sebuah kisah yang sangat mempesona, kisah yang dapat menggetarkan hati, kisah yang mampu membuat mata menangis bagi orang yang mau menghayatinya. Yaitu kisah seorang sahabat agung, duta pertama yang diutus oleh Rasul, Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu.
Mush’ab bin Umair adalah seorang remaja Quraisy paling tampan, paling menonjol, dan paling bersemangat. Para penulis sejarah biasa menyebutnya sebagai “pemuda Makkah yang menjadi sanjungan semua orang”. Dia lahir di Makkah dan dibesarkan dalam limpahan kenikmatan. kedua orang tuanya adalah orang yang kaya raya dan terpandang. Dia adalah anak yang sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya.
Di Makkah pada saat itu sedang hangat-hangatnya membicarakan Muhammad, orang yang selama ini dikenal jujur itu tiba-tiba menyatakan bahwa dirinya telah diutus Allah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Mengajak umat manusia beribadah kepada Allah yang Maha Esa. Perhatian warga Makkah terpusat pada berita ini. Tiada yang menjadi buah pembicaraan mereka kecuali tentang Rasulullah SAW dan agama yang dibawanya. Kabar ini pun terdengar juga oleh Mush’ab bin Umair, pemuda tampan yang sangat dimanja ini.
Dia sangat serius memperhatikan perkembangan berita tersebut. Diantara berita yang didengarkannya ialah Rasulullah bersama pengikutnya biasa berkumpul di satu tempat yang jauh dari gangguan orang-orang Quraisy. Yaitu, di bukit Shafa, di rumah Arqam bin Abul Arqam. Dia pun segera mengambil keputusan. Di suatu senja, dia bergegas ke rumah Arqam bin Abul Arqam. Ia bertekad untuk datang ke tempat perkumpulan itu dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang yang mengaku diutus oleh Allah.
Mush’ ab masuk dan duduk di sudut ruangan, ketika rasulullah membaca ayat-ayat Al Qur’an, Mushab terlena, terpesona oleh kalimat-kalimat itu. Dia terbuai, melayang entah ke mana. Rasulullah mendekatinya, mengusap dada Mushab dengan penuh kasih sayang. Dada yang sedang panas bergejolak itu akhirnya menjadi tenang dan damai, setenang samudra yang dalam.
Setelah itu, hanya dalam waktu yang sangat singkat, ia telah masuk Islam. Karena takut dengan orang tuanya, ia menyembunyikan keislamannya. Akan tetapi pada akhirnya kabar keislamannya tercium juga oleh orang tuannya. Ibunya sangat marah dengan berita itu, lantas ia mengurungnya di dalam kamar beberapa hari dengan penjagaan ketat orang-orang Ibunya. Hingga terdengar oleh Mush’ab bahwa para sahabat Rasulullah akan berhijrah ke Habasyah. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Mushab. Dengan sedikit strategi dia berhasil mengecoh ibu dan para penjaganya. Ia berhasil lolos dari kurungan, lalu ikut hijrah ke Habasyah.
Pada suatu hari, dia menghampiri kaum muslimin yang sedang duduk di sekeliling Rasulullah SAW. Melihat penampilan Mushab, mereka menundukkan pandangan, bahkan ada yang menangis. Mereka melihat Mushab memakai jubah usang yang bertambal-tambal. Padahal, masih segar dalam ingatan mereka bagaimana penampilannya sebelum masuk Islam. Pakaiannya ibarat bunga di taman, menebarkan aroma wewangian.
Mush’ab lama tidak berjumpa dengan Ibunya, terakhir bertemu dengan ibunya adalah ketika Ibunya hendak mengurungnya lagi sewaktu Mush’ab kembali dari Habasyah, akan tetapi niat untuk mengurungnya dibatalkan lantaran Mush’ab mengancam akan membunuh orang-orang bawahan ibunya bila rencana itu sampai dilakukan. Keduanya pun kembali berpisah dengan cucuran air mata.
Ketika sang ibu mengusirnya dari rumah, “Pergilah sesuka hatimu. Aku bukan ibumu lagi.” Mushab menghampiri ibunya dan berkata, “Wahai Ibu, aku sangat sayang kepada Ibu. Karena itu, bersaksilah bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
Mushab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang pernah dialaminya, dan memilih hidup miskin serta kekurangan. Pemuda ganteng dan parlente itu, kini hanya mengenakan pakaian yang sangat kasar, sehari makan dan beberapa hari rela menahan lapar. Akan tetapi, jiwanya yang telah dihiasi aqidah suci dan cahaya ilahi, mengubah dirinya menjadi seorang manusia yang lain, menjadi seorang yang sangat tabah dan berkepribadian kuat.
Pada suatu hari Rasulullah mengutus Mush’ab ke Madinah untuk melakukan tugas dakwah. Tugasnya adalah mengajarkan agama Islam kepada orang-orang Anshar yang telah beriman dan berbaiat kepada Rasulullah di bukit Aqabah. Juga untuk mengajak orang lain menganut agama Islam, dan mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijrah Rasulullah ke kota itu.
Mush’ab terus berdakwah kepada penduduk Madinah hingga mereka berbondong-bondong masuk Islam. Dan ketika terjadi perang uhud antara kaum Muslimin dan kafir Quraisy, ia berperang dengan sangat gigih. Pada waktu itu ia bertugas sebagai pembawa bendera pasukan. Tatkala barisan kaum muslimin porak-poranda, Mushab tetap gigih berperang. Seorang tentara berkuda musuh, Ibnu Qamiah menyerangnya dan berhasil menebas tangan kanannya hingga putus. Mushab mengucapkan, “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh para Rasul.”
Lalu, bendera itu ia ambil dengan tangan kirinya dan ia kibarkan. Musuh pun menebas tangan kirinya hingga putus. Mushab membungkuk ke arah bendera pasukan, lalu dengan kedua pangkal tangannya ia mendekap dan mengibarkan bendera itu, sambil mengucapkan, “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh para Rasul.”
Orang berkuda itu menyerangnya lagi dengan tombak, menghunjamkannya ke dada Msuh’ab. Mushab pun gugur, dan bendera pun jatuh’.” Tidak ada yang bisa dipakai untuk mengkafaninya kecuali sehelai kain. Jika ditutupkan dari kepalanya, kedua kakinya kelihatan. Jika ditutupkan dari kakinya, maka kepalanya kelihatan. Maka, Rasulullah bersabda, ‘Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan tutupilah kakinya dengan rumput idzkhir.”
Begitulah kisah sahabat agung Mush’ab bin Umair, Ia rela meninggalkan segala kenikmatan dan kemewahan dunia yang dulu pernah didapatkannya. Ia lebih memilih hidup miskin dan kekurangan demi Islam. Ia telah korbankan seluruh hidupnya demi meninggikan kalimat haq dan menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya. Ia mengetahui bahwa kenikmatan dunia adalah kenikmatan yang semu dan fana, sedang kenikmatan Akhirat adalah kenikmatan yang sesungguhnya, sebagaimana tersebut dalam syair:
Akhirat adalah keaslian,
Akhirat adalah kehidupan
Dunia itu kefanaan
Dunia itu kematian
Siapa pegang benda Aslinya
Pasti kena tujuannya
Siapa gapai bayang-bayangnya
Pastikan terpedaya
(seruling daud)
Lanjut baca...
Wirid Setelah Shalat Fardhu
Admin Daud, 09 Juni 2009
Membaca : Istighfar 3 X, astaghfirulloh, astaghfirulloh, astaghfirulloh
Allohumma anta assalaam ma minka assalaam tabarokta yaa dzal jalaali wal ikroom
Allohumma a’ini ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika
Laa ilaaha illallohu wahdahu laa ayariika lahu, lahu almulku wa lahu al hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir. (Dibaca 1 X setelah sholat Dhuhr, Asar dan Isya, dibaca 10 X setelah sholat maghrib dan shubuh)
La haula wa la quwwata illa billah, laa ilaaha illalloh wa la na’budu illaa iyyaahu, lahu anni’mah wa lahu alfadhl wa lahu atstsanaa’ul hasan, laa ilaaha illalloh mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun.
Allohumma laa mani’a lima a’thoita wa laa mu’thi lima mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minka aljaddu.
Membaca :
· Ayat al Kursyi, Allohu laa ilaha illa huwa alhayyul qoyyum.......
· Surat al Ikhlash, Qul huwallohu ahad.....
· Surat al Falaq, Qul a’udzu birobbil falaq...
· Surat Annas, Qul a’udzu birobbinnaas...
(surat-surat ini dibaca 1 X setelah sholat Dhuhr, Asar dan Isya, dan dibaca 3X setelah sholat maghrib dan shubuh)
Membaca :
· Subhanalloh 33 X
· Alhamdulillah 33 X
· Allohu akbar 33 X yang demikian adalah 99 X, dan untuk menyempurnakan 100 X membaca :
· Laa ilaaha illallohu wahdahu laa ayariika lahu, lahu almulku wa lahu al hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.
Bahasa Arabnya :
Membaca : Istighfar 3 x ((أستغفرالله , أستغفرالله , أستغفرالله
kemudian membaca : (اللهم أنت السلام و منك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام)
membaca : (اللهم أعني علي ذكرك و شكرك و حسن عبادتك)
membaca :(لا اله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك و له الحمد وهو علي كل شيئ قدير)
membaca : (لا حول ولا قوة إلا بالله ، لا اله إلا الله ولا نعبد إلا إياه ، له النعمة وله الفضل و له الثناء الحسن، لااله إلا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون)
membaca : (اللهم لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت ولا ينفع ذا الجد منك الجد
membaca :
· Ayat kursy (الله لا اله إلا هو الحي القيوم ....)
· surat al Ikhlash (... ( قل هو الله أحد
· surat al Falaq (قل أعوذ برب الفلق...)
· surat Annas ( قل أعوذ برب الناس....)
membaca :
· subhanalloh 33 x (سبحان الله)
· alhamdulillah 33 x ( الحمد لله)
· Allohu akbar 33 x (الله أكبر) Yang demikian berjumlah 99 x, untuk menggenapkan 100 x membaca:
( لا اله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك و له الحمد وهو علي كل شيئ قدير)
Catatan : semua wirid yang tercantum disini berdasarkan hadits shahih dan dicontohkan oleh Rasululloh SAW.
Artinya : Afwan, sesuatu yang Anda cari belum tersedia..... coba klik beribu-ribu kali...!
Lanjut baca...
Lihat Daftar Isi !

